Tampilkan postingan dengan label Tips Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Menulis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juli 2017

Belajar dari Penulis Besar

Di kalangan anak muda sekarang banyak yang ingin menjadi penulis besar dan terkenal. Sayangnya, sangat sedikit yang mau mewujudkan cita-citanya menjadi penulis dengan proses dari awal/bawah. Karena ingin cepat-cepat terkenal, beberapa bahkan melakukan tindakan plagiasi atau mengakui karya/tulisah orang lain sebagi karya-nya sendiri
                Masih segar dalam ingatan, beberapa waktu lalu lini masa sempat heboh memperbincangkan remaja putri asal Banyuwangi  bernama asli Asa Firda Inayah atau lebih beken dengan Afi Nihaya. Selain tulisannya yang mengundang pro dan kontra, Afi disinyalir memplagiat tulisan seorang  netizen.
                Terlepas Afi  Nihaya melakukan tindakan plagiasi atau tidak, ada baiknya kalau kita bercita-cita menjadi penulis mengintip proses kreatif  penulis besar seperti  JK Rowling ( Harry Potter ), Enid Blyton ( Lima Sekawan ), Joni Ariadinata ( Sastrawan )
                JK Rowling  sebelum mashur dan terkenal seperti sekarang ini, sejak kecil sudah mulai menulis cerita anak. Saat kuliah, beliau hobi membacakan cerita-cerita dari buku yang dibacanya kepada anak-anak di lingkungan sekitarnya.
                Tahun 1993 JK Rowling mendapatkan ide untuk menulis cerita tentang dunia sihir. Dan baru tahun 1995 setelah mendapatkan penolakan dari beberapa penerbit, akhirnya Harry Potter bisa terbit dalam wujud buku. Tahukah Anda? Baru sekitar tahun 1997 JK Rowling mendapatkan royalti atas buku pertama yang ditulisnya
                Meski belum mendapatkan banyak penghasilan dari bukunya, JK Rowling tetap berkeyakinan kelak bukunya akan dicintai banyak pembaca, terutama anak-anak
                Berangkat dari sinilah, JK Rowling tetap membuat sekuel Harry Potter. Dan keyakinan JK Rowling berbuah manis. Dari mulai buku kedua hingga ke tujuh, seri Harry Poter selalu digemari. Konon, sebelum seri terakhirnya terbit, Harry Potter terjual 270 juta eks di seluruh dunia. Setiap seri Harry  Potter dirilis, selalu ada antrian panjang di toko-toko buku. Bahkan tak sedikit yang membuat tenda penginapan di depan toko buku agar tak terlewat seri terbaru Harry Potter
                JK Rowling yang dulunya sering menangis karena tak bisa memenuhi permintaan anak semata wayangnya, kini jadi penulis terkaya dari royalti buku dan film Harry Potter yang selalu sukses di pasaran
                Masih ingat seri Lima Sekawan? Pengarangnya adalah Enid Blyton. Enid selain menulis  seri Lima Sekawan, ternyata beliau telah menulis 700 novel. Wow..
                Sama seperti  JK Rowling, Enid kecil juga suka membaca dan menulis cerita. Pada umur 14 tahun, Enid sudah mulai mengirim puisi dan cerita ke majalah hingga seratus lebih puisi dan cerita. Tapi kesemuanya ditolak alias gagal total
                Meski begitu, Enid tak patah semangat. Ia terus mengasah kemampuan menulisnya meskipun mendapat pertentangan dari kedua orang tuanya yang menginginkan Enid menjadi musisi. Enid pernah terpuruk ketika ayahnya yang sangat ia cintai meninggalkan rumah demi perempuan lain
                Enid sempat menjadi guru di sebuah Taman Kanak-kanak sembari menyelesaikan kuliahnya. Mungkin karena sering berinteraksi dengan anak-anak di sekelilingnya,  ide-ide menulis  Enid selalu bermunculan. Bagi Enid, Anak-anak adalah laboratarium cerita
                Joni Ariadinata, lahir di Yogyakarta.  Namanya  di kenal sebagai cerpenis, penyair dan sastrawan yang cukup disegani. Mantan redaktur majalah sastra Horizon ini, sekarang menjadi redaktur sastra sebuah penerbit dan media online yang cukup terkenal dari Yogyakarta
                Diawal karir kepenulisannya, Bang Joni, demikian biasa beliau dipanggil pernah menulis dan mengirimkan cerpen tak main-main 500 cerpen. Tapi 500 cerpen yang ia tulis dan kirimkan itu, kesemuanya ditolak.  Andai saja kala itu Bang Joni menyerah, mungkin kita tak mengenal penulis cerpen Lampor ini. Untungnya, Bang Joni kekeuh  menulis dan mengirim cerpen lagi. Dan baru ke 501 cerpenlah, cerpennya dimuat di sebuah harian nasional. Hebatnya, cerpen berjudl Lampor itu, menjadi cerpen terbaik versi harian nasional tahun 1994
                Tentu masih banyak kisah heroik para tokoh/penulis bisa kita jadikan cermin jika ingin menjadi penulis. Sebagai penutup, untuk menjadi penulis besar memerlukan proses yang panjang dan tidak semudah membalikan telalpak tangan. Dan perlu konsistensi.

PENULIS ; SUTONO ADIWERNA, Penulis, Ketua Flp Tegal,  Guru Eskul Menulis, Loper Koran tinggal di Kabupaten Tegal

Rabu, 07 Juni 2017

Bagaimana Menjadi Penulis?

Bagaimana Menjadi Penulis?
                Jika ada yang bertanya bagaimana caranya biar bisa menjadi penulis? Ijinkan saya bercerita. Sebelum saya menulis  3 buku solo, 20 buku bersama penulis lain, 50-an tulisan di berbagai media massa ( termasuk Radar Tegal ), saya kecil suka sekali membaca. Membaca apa saja. Buku cerita, majalah, buku pelajaran hingga koran bekas bungkus nasi atau gorengan. Kadang pinjam di tetangga yang langganan majalah, pinjam di perpustakaan sekolah kalau punya sedikit uang, saya membeli buku, koran atau majalah bekas
                Di SMP, ketika majalah MOP ( Media Pelajar ) majalah remaja yang paling laris di Jawa Tengah masih ada, saya mulai mengirim puisi, cerita lucu, opini remaja hingga kolom sahabat pena. Sstt jangan bilang-bilang ya semua tulisan yang saya kirim tak satupun dimuat. Padahal, saya sudah memutar otak mencari ide, membeli amplop berikut pranko-nya. Tapi mungkin karena menulis adalah bagi saya menyenangkan saya tak kapok apalagi putus asa. Dari ngirim tulisan ke MOP, saya beralih mengirim surat ke sahabat-sahabat yang nama dan alamatnya tertera di sana. Beberapa ada yang sekedar dibalas, ada yang tak tahu rimbanya ada juga yang menjadi sahabat pena hingga bertahun-tahun lamanya. Saya juga sering mencurahkan perasaan baik senang, sedih, susah ke buku harian dan itu biasanya belum ganti tahun saya harus beli baru karena isinya penuh
                Saat SMA, saya libur mengirim tulisan ke majalah remaja sebagai gantinya banyak membaca majalah remaja yang lagi-lagi saya beli di lapak majalah bekas kalaupun baru biasanya kalau sedang punya uang lebih. Saya juga mulai keranjingan acara – acara musik di radio. Suatu hari saya iseng ikut lomba menulis atau tepatnya kuis tentang kritik untuk musik Indonesia yang diadakan sebuah radio swasta di Tegal. Dan tak disangka-sangka tulisan saya dibaca penyiar idola saya karena menang lomba tersebut. Hadiahnya, sebuah kaset musik
                Lulus SMA, sempat berhenti menulis karena mulai masuk kerja. Sayangnya, pada tahun kedua  tempat kerja saya gulung tikar. Mau tak mau saya kembali mencari lowongan pekerjaan. Karena tak punya cukup uang untuk rutin beli koran baru, saya rajin berkunjung ke perpustakaan daerah. Baik  kota maupun kabupaten dari sinilah saya mulai lebih banyak membaca buku. Novel, cerpen, motivasi, agama, buku anak saya baca, saya lahap. Dari sini pulalah saya mulai bermimpi menjadi seorang penulis
                Saya mulai menulis cerpen dan mengirim ke majalah-majalah remaja. Tapi tak satupun yang dimuat. Padahal saya sudah berkorban tenaga, pikiran, uang yang tidak  tidak sedikit untuk beli prangko, rental komputer dan lainnya.
                Allah Maha Baik, saat saya menyerah untuk bermimpi menjadi penulis karena banyak keterbatasan, saya menemukan majalah yang memuat cerpen dan alamat penulisnya dari Tegal. Singkat kata, saya bertemu Mba Sinta Yudisia ( sekarang ketua umum FLP ( forum lingkar pena ) pusat dan saya diajak bergabung dengan FLP cabang Tegal. Bakat menulis saya di forum ini mulai terasah karena bertemu teman-teman yang satu cita-cita ditambah lagi FLP sering mengadakan agenda bakar sate ( bahas karya sambil telaah ), mengundang penulis lokal maupun nasional untuk sharing ilmu dan agenda lainnya
                Menurut Helvy Tiana Rosa ( sastrawan, pendiri FLP ) untuk menjadi penulis yang paling dibutuhkan adalah tekad yang kuat, banyak membaca dan terus menulis
                Kalau menurut Bambang Trim ( penulis dan kreator buku ), tips berlatih menulis dengan menulis buku harian, mendengarkan tausiah kemudian menulis ulang isi cermahnya, berkirim surat, banyak membaca atau mendengarkan kisah Nabi Muhammad Saw.
                Sebagai penutup, bagaimana menjadi penulis? Harus banyak membaca, terus menulis dan mengirimkannya jangan menyerah kalau mengalami penolakan karena kata Putu Wijaya, Menulis adalah Bejuang. Jadi, selamat berjuang. Eh selamat menulis untuk mengikat ilmu


Penulis adalah Ketua FLP Tegal, Penulis, Loper Koran, Guru Eskul Jurnalis tinggal di Kab Tegal

Rabu, 03 Mei 2017

Apapun Profesi Anda, Menulislah

Manfaat menulis banyak sekali. Beberapa diantaranya untuk megikat ilmu, mendapatkan penghasilah, keliling dunia, menyampaikan ide dan gagasan dan menyehatkan
                Terkadang kita beranggapan menulis hanya perlu dipelajari mereka yang berprofesi sebagai sastrawan, kolumnis, jurnalis atau orang-orang yang bercita-cita menjadi penulis. Padahal, seseorang yang berprofesi semisal guru, insinyur, dokter dan lain-lain kalau dia punya keterampilan menulis yang baik bisa menjadi nilai plus
                Insinyur yang bisa menulis dengan baik, akan  mudah baginya untuk menyampaikan gagasan, rancangan dan idenya kepada banyak orang. Tulisannya akan lebih bermanfaat bagi banyak orang jika dia menulis di media atau majalah desain interior, desain rumah atau lainnya.
                Mira W, Marga T yang bergelar dokter membagi ilmu yang dipelajari dari fakultas kedokterannya lewat novel-novel, cerpen-cerpen dengan halus dan tak membuat kening berkerut
                Ali Irfan, penulis buku Hanya 1 Menit, yang berprofesi sebagai guru bisa mendapat penghasilan tambahan ( dari royalti atau honor )  serta menginspirasi guru-guru lainnya agar menjadi guru yang kreatif dan dicintai anak didiknya
                Mario Teguh, Ari Ginanjar, Jamil A Zaini dan sederet motivator lainnya menulis banyak buku. Dengan menulis buku, ilmu mereka, motivasi mereka tidak hanya bermanfaat bagi peserta pelatihan/ seminar mereka saja. Saya misalnya, kerap tergugah semangat untuk menjadi lebih baik setelah membaca buku-buku Jamil A Zaini atau Ippho Santosa misalnya.
                Ibu-ibu yang piawai berkreasi resep masakan, kalau punya keterampilan menulis yang baik bisa menulis buku, misalnya 30 Menu  HarianTanpa MSG atau lainnya
                Ulama yang mahir menulis manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh jamaah yang bisa datang di pengajiaannya, bisa juga jadi refrensi ulama lainnya saat mengisi taklim, atau majelis ilmu
                Banyak orang yang mengalami hal menakjubkan dengan menjadi penulis. Pipiet Senja, penulis lebih dari 100 buku, ketika usia 17 tahun divonis dokter umurnya tak lama lagi karena penyakit thalasemia yang dideritanya
                Dari tahun 1978, karena thalasemianya Pipiet haris bolak balik rumah sakit untuk cuci darah. Karena tekadnya yang kuat, Pipiet menulis di mana saja, kapan saja termasuk bangsal rumah sakit. Sekarang, selain telah menulis ratusan buku, Pipiet Senja kerap ke luar negeri seperti Malaysia, Taiwan, Singapura, Arab Saudi, Hongkong untuk mengisi pelatihan menulis bagi TKW di sana
                Setali tiga uang dengan Pipiet Senja, Asma Nadia Kecil juga bermasalah dengan kesehatannya. Gegar otak, asma, giginya rompang danbermasalah. Asma kecil sering bolak balik rumah sakit. Meski begitu, Asma bertekad melawan sakitnya dengan banyak belajar, membaca dan menulis.
                Sekarang siapa tak kenal Asma Nadia? 50 puluh buku yang ditulisnya kebanyakan laris di pasaran, beberapa diantaranya diangkat ke layar lebar dan layar kaca. Sebut saja Emak Ingin Naik Haji, Surga Yang Tak Dirindukan, Catatan Hati Seorang Isteri dan lainnya. Asma punya julukan Jilbab Traveler karena telah mengunjungi  banyak negara berkat menulis. Asma mendirikan penerbitan dan rumah baca untuk kaum duafa yang tersebar di mana-mana
                Ada banyak lagi tokoh yang mendapat keajaiban setelah menulis. Saya ambil contoh Ajip Rosidi dan D Zawawi Imron. Meski keduanya secara formal tak tamat SMA, tapi keilmuannya tak terbantahkan. Ajip pernah diangkat menjadi guru besar tamu sekolah dan Universitas di Jepang. D Zawawi Imron selain dikenal sebagai penyair, pelukis, beliau juga adalah dosen dan ulama yang disegani.
                Saya pribadi dari 2009 sampai sekarang menjadi loper koran. Sembari menekuni pekerjaan, saya banyak membaca dan belajar menulis dengan mengikuti pelatihan kepenulisan baik di dalam maupun luar kota. Sekarang berkat menulis, saya bisa bertemu penulis-penulis hebat seperti Pipiet Senja, D Zawawi Imron, Asma Nadia dan banyak lagi. Sekarang saya juga nyambi jadi guru eskul jurnalistik untuk siswa sekolah dasar, kadang mengisi pelatihan kepenulisan dan lainnya.
                Jadi, apapun profesi anda, menulislah. Dan bersiaplah menyambut hal-hal yang menakjubkan menyapa Anda.



Sutono Adiwerna adalah, Cerpenis, Guru Eskul Jurnalistik, Loper Koran, Ketua FLP Tegal tinggal di Kab Tegal

Kamis, 27 April 2017

Menulislah Sesuai dengan Passion Kita

Tegal. Baru-baru ini, Forum Lingkar Pena Cabang Tegal atau biasa di sebut FLP Tegal mengadakan acara bedah buku yang berjudul Hanya Satu Menit karya Ali Irfan, seorang penulis, motivator dan praktisi pendidikan yang cukup dikenal
Bedah buku berlangsung di Kedai Durian Lover, Randugunting, Tegal. Adapun peserta yang datang selain anggota FLP Tegal, datang juga perwakilan dari majalah Mata Kampus dan umum
Menurut Ali Irfan, karya terbarunya itu disusun sejak tahun 2013 sd 2016. Sebagian besar mengisahkan pengalaman pribadinya selama mengajar di sebuah sekolah di Kab Tegal, saat mengisi training atau motivasi maupun menjadi peserta seminar.
Ali Irfan berharap, bukunya ini dikonsumsi/ dibaca oleh banyak guru, calon guru, orangtua atau siapa saja yang berkecimpung di dunia pendidikan.  Menurutnya lagi, buku setebal 204 halaman ini, dilengkapi 99 tips yang berupa joke, game agar murid merasa nyaman saat kegiatan belajar mengajar

Acara dimulai jam 10.00 Wib sd pukul 12.00 Wib. Selain pemaparan isi buku, ada juga sesi tanya jawab atau diskusi yang berlangsung cukup seru. Diakhir acara, Ali Irfan berpesan menulislah hal yang paling kita tahu yang menjadi passion kita.


Sabtu, 01 April 2017

Tips Agar Murid Mau Menulis


            Menyuruh anak didik menulis kreatif semacam puisi, cerpen, pantun atau artikel tak semudah membalikan telapak tangan. Salah satu tips saya saat mengajar ekstra kulikuler jurnalistik adalah berkisah tentang tokoh/penulis yang dikenal, tentu dengan penekanan sedemikian rupa saat membawakan kisahnya.

 Dulu, Rani kecil tinggal di sebuah bilik kayu mungil, di pinggir rel kereta pai Gunung Sahari. Ia memilik seorang kakak yang berusia dua tahun di atasnya. Dan gadis kecil itu sangat mencintai kakaknya.
                Rani kecil sangat suka membaca. Ia membaca semua. Buku cerita, buku pelajaran, koran, bungkus cabai, dan pembungkus sayur lainnya yang di bawa pulang sang mama dari pasar
                Suatu hari, Rani kecil kepalanya terbentur ujung besi yang lancip. Berdarah. Yang menyebabkan gegar otak
                Tak hanya itu, Rani kecil juga mempunyai kelainan otak di bagian belakang, paru-paru kotor, jantungnya bermasalah, giginya membusuk dan tak beraturan sehingga haru dicabut 14 giginya. Meski begitu Rani kecil tak pernah mengeluh
                Suatu hari Rani kecil berujar “ Kak  aku ingin sekali punya perpustakaan. Aku juga ingin menyewakan buku-buku cerita kita pada anak-anak lain”
                Kakaknya memandang  sang adik dengan berbinar “Kakak setuju. Kita taruh buku-buku kita diatas meja kayu di depan rumah. Kita tawarkan pada mereka yang lewat”
                Mulailah Rani kecil dan kakaknya menjejerkan buku-buku mereka di depan rumah kontrakan mereka yang kecil
                “Suatu hari, kakak akan menulis buku cerita seperti ini”kata kakaknya sambil memandang langit
                “Aku juga” Kata Rani kecil.” Tapi apa bisa Kak? Aku kan gegar otak”
                “Tentu dek. Tentu saja kamu bisa. Kamu bisa melakukan apapun yang kakak kerjakan bila kamu mau” jawab kakaknya
                Disela-sela sekolah dan bolak-balik ke dokter, Rani kecil mengikuti berbagai kegiatan. Pramuka, vokal grup, teater. Apa saja
                “Saya akan melawan penyakit saya dengan berkarya kak. Dengan melakukan sesuatu “ tekad Rani kecil.
                Dan tahukah anak-anak siapa Rani kecil dan kakaknya itu? Mereka adalah dua penulis hebat. Bunda Asma Nadia dan Bunda Helvy Tiana Rosa
                Rani kecil, sekarang lebih dikenal dengan Asma Nadia. Bukunya sudah pululahan. Sebagian besar tergolong buku laris. Beberapa diantaranya sudah di filmkan seperti Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela. Yang terbaru Catatan Hati Seorang Isteri, Jilbab in Love sudah di sinetronkan.
                Asma Nadia juga telah meraih berbagai penghargaan dari bidang menulis. Tak hanya itu, sekarang Asma Nadia memiliki Rumah Baca gratis untuk kaum dhuafa yang tersebar di mana-mana
                Kakaknya, Helvy Tiana Rosa juga sekarang di kenal sebagai sastrawan kenamaan, dosen. Pendiri Forum Lingkar Pena ( komunitas pengkaderan penulis muda )  ini, juga telah menulis puluhan buku yang tak kalah laris. Salah satu yang fenomenal adalah Ketika Mas Gagah Pergi telah diangakat ke layar lebar atau film.
                Kisah yang saya kutip di pengantar buku Emak Ingin Naik Haji ini, saya bacakan dengan intonasi sedemikian rupa di depan murid-murid eskul jurnalistik yang saya ajar. Dan Subahanallah  seminggu kemudian dengan mata berkaca saya menerima cerpen, puisi, cerita pengalaman yang mereka tulis   
                Setelah saya baca, beberapa tulisan saya kirim ke koran minggu. Dan Alhamdulillah sudah ada yang tulisannya menghias salah satu koran nasional
                Dan ketika saya di minta sekolah menghidupkan kembali mading sekolah, saya kembali tersenyum mendengar mata-mata kecil itu berkata
                “Pak Saya bikin cerpen ya..”
                “Pak saya Nulis puisinya “
                “Pak bikin pantun boleh? “
                “Pak cergam saya yang buat ya ! pliss “

                Semoga semangat mata-mata kecil itu selalu terjaga. Sehingga mereka kelak ada yang menjelma menjadi penulis hebat seperti halnya Helvy dan Asma Nadia. Amiin. Ohya murid-murid saya sekarang karya-karyannya sudah ada yang dimuat di majalah Bobo, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka bahkan ada yang sudah bikin novel anak.


Sutono Adiwerna, Guru Eskul Jurnalistik, Ketua FLP Tegal. Tinggal di Kab Tegal

NB, dimuat di Radar Tegal, Halaman Opini Jumat 31 Maret 2017, dan sabtu 1 April 2017

Kamis, 23 Maret 2017

Panduan Jurnalistik Untuk Pelajar

Judul Buku : Serunya Jadi Wartawan
            Penulis : Matris Radyamas dan Kabun Triyanto
            Penerbit : Lintang, Indiva, Solo
            Cetakan 1 : Juni 2016
            Tebal : 104 halaman
            ISBN : 978-602-1614-54-9
                Banyak wartawan yang kemudian menjadi tokoh negara ini. Sebut saja Harmoko, Dahlan Iskan, Meutiya Hafid, Johan Budi SP dan lain-lain
                Selain itu, manfaat kegiatan jurnalistik juga sangat besar. Ada baiknya, sedari kecil anak-anak perlu dikenalkan dengan dunia kewartawanan
                Buku bertajuk Serunya Jadi Wartawan ini terdiri dari 5 Bab.
                Bab Pertama, Apa sih Jurnalistik Itu? Mengupas sejarah jurnalistik, pengertian jurnalistik, Jenis dan fungsi media massa. Ternyata, cikal bakal jurnalistik itu ada sejak jaman Nabi Nuh A.S.  Kala itu, kerajaan Nabi Nuh dilanda banjir besar. Dan Nabi Nuh memerintahkan kepada seekor burung untuk memantau, melaporkan kondisi kerajaan.
                Bab Kedua, berisi  Pengertian Wartawan, struktur redaksi media massa, wartawan yang menjadi tokoh. Ternyata, antara media massa satu dan lainnya melikik struktur redaksi yang berbeda-beda lho
                Bab ketiga, Tahu Soal Berita mengupas  pengertian berita, unsur berita, jenis berita. Disini kita dikenalkan dengan rumus 5W + 1 H
                Bab keempat, Bagaimana Sih cara mendapat Berita?  Isinya bagaimana caranya mendapat berita yakni dengan wawancara dengan narasumber. Ada tips-tips menghadapi berbagai karakter narasumber lho. Seruu.
                Dan bab pemuncak berupa latihan menulis berita
                Buku yang ditulis sepasang suami istri ini menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna. Dilengkapi grafik, tabel, contoh dan latihan menulis berita menjadi nilai plus buku ini.
                Buku ini, cocok untuk pelajar dari SD hingga SMA yang  ingin bercita-cita menjadi jurnalis handal. Pas juga buat guru dan orang tua yang ingin mengenalkan dunia kewartawanan kepada anak didiknya. Selamat Membaca


PERESENSI : Sutono Adiwerna. Penulis Lepas, Guru Eskul Jurnalistik, Aktifis Rumah Baca Asma Nadia Tegal

 

Kamis, 22 Desember 2016

Menulis Itu Asyik bersama SMPIT Assalam Pekalongan

Bakda salat Ashar saya dijemput Mas Fathcu menuju SMPIT  Assalam Pekalongan. Ohya sebenarnya saya di Pekalongan dalam rangka menjadi Inspirator Kelas Inspirasi Pekalongan dan kebetulan diminta Ustazah Azmi, guru jurnalistik di sekolah tersebut untuk mampir agar memotivasi santri-santri yang ikut eskul jurnalistik.

Sesampainya di SMPIT, saya langsung menuju lantai 2 tepatnya di ruang kelas 7C. Dengan pengeras suara, Mas Fathcu, mengumpulkan anak-anak eskul jurnalistik

Tak berapa lama, semua santri putri  berdatangan. Mereka dengan sigap menata kursi dan menempati tempat duduk masing-masing. Salwa, yang ditugasi sebagai MC membuka acara. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur'an saya berdiri di muka kelas

Alhamdulillah atmosfir kelas inspirasi masih menyala sehingga bisa saya bagi dengan memulai tepuk kota batik sebelum saya menyampaikan sedikit ilmu kepenulisan yang saya punya

Saya mengawali materi dengan manfaat menulis yakni menyehatkan, keliling dunia, banyak teman dan berdakwah.Menyehatkan, saya nukil kisah Teh Pipiet Senja, dan Pak Habibie. Keliling dunia, saya menceritakan perjalanan asianya Mas Golagong, travelingnya Mba Asma Nadia, dan Tere Liye. Banyak teman, saya kasih bukti bisa bertemu dengan teman-teman Kelas Insprasi dan bisa ketemu siswi SMPIT  Assalam. Berdakwah, saya ambil contoh buku-buku Kang Abik, Ust Yusuf Mansur dll.

Alhamdulillah sembari berkisah, saya menangkap adik-adik yang berkisar 30an terlihat nyaman, nyambung dan antusias

Onya saya menyampaikan tentang Mencari Ide, Membuat Judul yang Oke, dan Tips Membuat Cerita yang Oke

Saat sesi latihan, semua terlihat antusias. Alhamdulillah. Insyaallah jika bakat mereka diasah, diasah lagi, kelak mereka menjadi penulis-penulis hebat. Amiin.

Pukul 17.15, Menulis Itu Asyik saya closing. Alhamdulillah 13 Desember menjadi moment istimewa. Berbagi di dua tempat.Kelas Inspirasi Pekalongan dan Sedikit Motivasi ke SMPIT Assalam Pekalongan.

Kamis, 08 Oktober 2015

Tip jadi penulis ( ala Arswendo Atmowiloto )

Menjadi penulis itu keren. Keren banget. Menulis tak hanya mengasah otak dan memberi inspirasi, tapi juga menguntungkan. Berikut tip jadi penulis menurut Mas Wendo,  penulis novel Keluarga Cemara, Imung, Canting dan banyak lagi lainnya.

1. Langsung Menulis. Menulis itu seperti naik sepeda. Tak ada teori kusus tentang menulis. Tapi bisa langsung lakukan dan terus melakukan latihan. Mengenai soal materi, tergantung minat penulis.

2. Memperkaya Tulisan. Agar tulisan lebih bagus mutunya, perlu kiranya ditunjang dengan literatur yang sesuai atau dengan melakukan riset, sehingga menjadi lebih kaya. Remy Silado salah satu penulis yang rajin mengunjungi Perpustakaan Nasional guna mencari sumber-sumber masa lalu

3. Membaca Ulang. Setelah selesai menulis, simpan tulisan itu. Diambakan barang seminggu . Setelah itu coba bacalah kembali. Pasti anda akan terkejut dengan tulisan anda. Bisa jadi anda merasa malu dengan kalimat yang telah anda tulis

4. Minta Pendapat. Sebelum mengirim ke penerbit, mintalah teman untuk membaca karya anda. Anggaplah dia mewakili pembeli buku yang kelak menjadi buku anda

5. Mengirimkan ke Penerbit. Sebelum mengirim, lihat dulu kategori tulisan anda

6. Menerbitkan Sendiri. Jika anda punya modal dan yakin karya anda memiliki kualitas bagus dan diterima pasar, diterbitkan sendiri boleh juga. Jika sukses, anda akan mendapat keuntungan yang berlipat ganda

NB. Dikutip dari tabloid Bintang, Minggu kedua Maret 2008. Foto-foto dari internet



Jumat, 24 Juli 2015

Menulis tak terbatas cerita atau buku ( HBH Flp Tegal )

Pagi 19 juli 2015. Jam 9 pagi saya sampai di gedung BMT BUM Tegal. Di sana baru ada Riska. Menurutnya, tadi ada yang datang, laki-laki, berkacamata. Mungkin Ade atau Gilang kata saya dalam hati. Saya coba telpon Gilang, nomornya sedang sibuk. Ade, tak ada kontaknya. Pas buka Facebook, ternyata Ade yang datang, karena sepi dia meninggalkan BUM.

Tak lama kemudian, datang dua peserta. Berikutnya Miladi dan saudaranya, dan penulis buku Hore, Aku Tinggi mba Vanda sampai juga ke BUM. Alhamdulillah.

Setelah menunggu agak lama, OB BUM yang memegang kunci gedung datang. Masuklah kami semua ke aula yang letaknya di lantai dua. Setelah mengambil tempat duduk masing-masing, karena kemungkinan ketua Flp Tegal dan Mba Sinta Yudisia datang terlambat, saya meminta Mba Vanda berbagi pengalaman menulisnya. Meski dadakan, Alhamdulillah penulis kelahiran Tegal ini sharingnya sangat bermanfaat, dan memberi semangat anggota Flp Tegal yang baru saja bergabung.

Saya sedikit bagi disini

1. Menulis itu tak harus cerpen, buku, novel. Menulis bisa di buku harian, blog atau status di Facebook asal ada azas kemanfaatannya
2. Mba Vanda mulai gencar menulis tahun 2011, tapi baru bisa memanennya mulai tahun 2013. Dan tahun ini telah terbit dua bukunya yakni Hore, Aku Tinggi ( Tiga Serangkai ) dan Ramuan Tradisional dari Alquran ( Adi bintang )
3. Untuk menjaga semangat menulis, ikut komunitas menulis baik di dunia nyata maupun di dunia maya.
4. Kita harus punya target atau detlen pribadi untuk  setiap tulisan.
5.Flp Tegal kayaknya harus punya PJ pemegang laporan setiap anggota yang karyanya dimuat atau menghasilkan tulisan. Nanti yang paling produktif atau lainnya bisa mendapat reward, bisa berupa buku atau lainnya.

Setelah sharing, Mba Vanda meminta yang lainnya untuk berkenalan satu persatu.

Ketua Flp Tegal, Mba Eri, disusul kedatangan Mba Sinta membuat agenda Halal Bi Halal makin seru. Seperti biasanya sesion terakhir adalah, sesi poto-poto.

Terakhir, mumpung masih Syawal, Selamat Idul Fitri. Mohon Maaf lahir dan Batin




Senin, 16 Maret 2015

Ide menulis itu dari mana?

Ide itu dari mana? demikian tanya seorang teman. Jawab saya, ide itu datang dari pengalaman sehari-hari, menonton film, cerita orang lain. Cernak uang kembalian ( KR minggu ) yang saya tulis bermula dari saat menjaga warung di rumah, saya ngasih uang kembalian kebanyakan dari seharusnya. Cernak lomba baca puisi ( dimuat di Sinar Harapan ), ide berasal dari kala tak sengaja lihat sinetron  tukang bubur naik haji, episode anaknya Ramadi ikut lomba baca puisi. Cerpen Kemuning, Sekelam Malam, Anak Suamiku ( ketiganya dimuat di tabloid Cempaka, hiks kangen nulis cerpen dan ngirim ke Cempaka lagi ) itu berawal dari cerita teman, tetangga bahkan Kemuning itu cerita orang yang tak saya kenal yang ngobrol di sebuah masjid ). Eh tambahlagi, selain ketiganya, banyak membaca. M

embaca dengan segenap indra

Kamis, 19 Februari 2015

8 Tips Jadi Penulis



1.       Bawa pena dan notes kemana-mana. Ini untuk mencatat ide yang tiba-tiba datang. Kalau tidak dicatat idenya keburu hilang. Catat juga kejadian menarik di sekitarmu. Kalau repot bawa notes, kamu bisa mencatatnya di Hp/Ipad
2.       Buat catatan tentang tokoh cerita kamu. Bagaimana karakternya, berapa umurnya, apanya yang istimewa, dan lainnya. Ini penting sebagai panduan kamu ketika melanjutkan membuat cerita
3.       Ciptakanlah konflik. Ingat! Tokoh utamamu ini ingin sesuatu tetapi susah mendapatkannya
4.       Buatlah jawaban konflik. Berhasil atau tidak tokoh utamamu mendapatkan keinginannya?
5.       Buat alure atau plot cerita. Tuliskan dulu apa saja yang terjadi sejak tokoh utamamu menginginkan sesuatu, menemukan halangan, dan mendapatkan keinginannya
6.       Seimbangkanlah dialog dengan deskripsi. Ingat jangan sampai isi ceritamu  dialog terus dari awal hingga akhir. Tetapi jangan pula tanpa dialog. Seimbangkan saja
7.       Tetap pada satu cerita! Seringkali waktu lagi menulis cerita, tiba-tiba kita mendapatkan ide cemerlang lain . Tuliskan dulu ide cemerlang itu di notesmu lalu kembali ke cerita yang sedang kau tulis dan selesaikanlah.
8.       Banyak membaca. Dengan membaca kita semakin banyak memiliki kosakata saat menyelesaikan sebuah cerita

Keterangan...sumber Majalah Bobo, no 46 tahun 2015

Gambar, Kemuning, Kumpulan Cerpen. @25.000, Bapak..kumpulan kisah inspiratif @24.000  



Rabu, 11 Desember 2013

Menumbuhkan Writing Habits

Kebiasaan menulis atau writing habits adalah modal utama menjadi penulis. Nah, salah satu cara dengan menajamkan keahlian tersebut adalah dengan memiliki kebiasaan menulis yang semakin meningkat. Berikut saya tulis tips-tipsnya. Ohya ke 9 tips ini saya ambil dari majalah ar-risallah edisi sept thn 2010.

1. Membuat komitmen. Mengawali kebiasaan baru tidak mudah tanpa adanya tekad yang kuat. Tekad yang kuat akan membuat tubuh dan pikiran mengeluarkan potensi maksimalnya, menemukan solusi dan cara mengatasi probelama. Komitmen juga harus di buktikan dengan membuat buku harian atau blog
2. Lakukan rutin setiap hari di waktu yang sama. Misal di pagi hari setelah salat subuh atau sebelum tidur, teman-teman dapat mengalokasikan waktu setengah, satu jam atau bahkan lebih. jadikan sebagai agenda utama dan tidak boleh diganggu dengan acara lain.
3. Membuat publik komitmen. Misalnya dengan bercanji kepada orang lain bahwa teman-teman akan menulis secara reguler minimal seminggu sekali.
4. Fokus pada bulan pertama. Kunci membentuk kebiasaan baru adalah fokus. Karena jika teman-teman memilik agenda banyak biasanya konsentrasi akan terpecah
5. Tidak ada pengecualian. Tetap disiplin dan konsisten dengan rencana awal. Kegagalan sering terjadi karena teman-teman hanya konsisten pada minggu pertama.
6. Cari motivasi menulis. Contohnya dengan membuat target bahwa tulisan teman-teman harus dimuat di salah satu media cetak. Teman-teman tidak akan berhenti mencoba. Hindari kata "saya menulis untuk iseng-iseng saja"
7. Buat sistem reward dan punishment.
8. Gali terus inspirasi. Banyak baca buku dan buka mata telinga, segenap indra.
9. Buat menulis menjadi menyenangkan. Misalnya dengan mengajak orang lain terlibat. Minimal, akan ada kompetisi kecil yang membuat teman-teman terpacu. Selamat mencoba semoga bermanfaat.


Kamis, 02 Mei 2013

Cara Mengirim Cerpen/Cerber ke Kartini

Dear teman-teman penulis yang ingin mengirimkan naskah cerpen & cerber untuk dimuat di Kartini, berikut ini adalah syarat lengkap untuk naskahnya beserta cara pengirimannya:

Tema cerita inspiratif, sesuai untuk pembaca kartini, berpendidikan, tidak mengandung unsur SARA, pornografi dan kekerasan.

Naskah diketik 1 spasi, font times new roman ukuran 12, panjang tulisan: 5-6 hal A4 atau sekitar 14.000 karakter untuk cerpen, 20-25 hal A4 atau sekitar 60-80 ribu karakter untuk cerber. Khusus cerber sertakan sinopsis cerita sepanjang 1/2 hal.

Pengirim Naskah Cerpen & Cerber diminta tidak mengirimkan karya yang sama ke media lain agar tidak terjadi pemuatan ganda. Bila akan mengirim ke media lain harus memberitahu Redaksi untuk penarikan naskah.

Pengiriman Naskah ke email: redaksi_kartini@yahoo.com
Sertakan alamat lengkap, no telp dan no rek lengkap (nama bank, no rek dan nama pemilik rek).

Demikian. Selamat menulis!

Senin, 18 Februari 2013

Tips Menulis dari Bu Widya Suwarna

Teman-teman, ini ada tips yang mungkin berguna. 
1.Kirim ke Bobo lebih baik hard copy daripada by email. Proses lebih cepat karena email kan biasanya mbludak. 
2.Setelah selesai menulis satu naskah, jangan langsung kirim. Endapkan dulu beberapa hari, lalu periksa lagi. Biasanya kita ingin menambah atau memperbaiki supaya lebih bagus. Setelah diendapkan satu atau dua kali dan kita revisi, barulah kita kirim. 
3. Jangan lupa melakukan riset kecil supaya kita tidak membuat kesalahan. Jangan sampai misalnya burung pemakan serangga dalam cerita kita sulap jadi burung pemakan biji-bijian. 
4. Kalau ada ide bagus, dan kita belum sempat menuliskannya, jangan lupa catat dulu di notes, atau hp atau file di komputer. Karena kesibukan lain, kita bisa lupa akan ide bagus tersebut.
 5. Nah, tetap semangat menulis dan jadi berkat untuk anak-anak. Kita sama-sama belajar. GBU.

Minggu, 06 Januari 2013

Nulis Yuk...

Kumcer Hujan
Kamu suka menulis cerpen (populer, bukan sastra)? Kembali Gradien membuka projek kumcer untuk diterbitkan pada 2013. Untuk even ini, tanpa batasan usia peserta dan batasan pengalaman menulis. Projek ini akan menghasil sebuah buku kolaborasi 10 cerpenis. Seru, kan? Ikutan, yok..
Syarat dan Ketentuan:

  • Tema: Aku, Dia, dan Hujan (dalam cerita harus ada elemen hujan)
  • Cerita harus memenuhi syarat struktur cerpen.
  • Cerpen harus karya asli; bukan saduran, terjemahan, plagiat dari karya orang lain, atau cuplikan yang melanggar Hak Cipta orang lain.
  • Panjang cerpen 3.000-3.500 kata.
  • Harus ada setting, dan setting bebas (baik waktu, tempat, maupun negara. Tempat/negara menjadi poin penting dalam penilaian kami).
  • Cerpen harus bergenre salah satu di antara tiga genre ini: Romance, inspirasi, atau komedi.
  • Karakter tokoh utama berusia 17-25 tahun. Jenis kelamin karakter bebas.
  • Cerita harus ditulis dengan PoV 1.
  • Cerpen harus mempunyai ending yang jelas (tidak menggantung).
  • Naskah bersedia diedit oleh editor, dan apabila diminta, bersedia melakukan penulisan ulang.
  • Tidak menyinggung SARA dan pornografi.
  • Cerpen belum pernah diterbitkan/dipublikasikan dalam format apa pun.
  • Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 cerpen.
  • Cerpen dikirim ke email gradienmediatama[at]gmail[dot]com
  • Email harus menggunakan Subject: Kumcer Hujan – [Judul Cerpen] by [NamaKamu]
  • Di badan email harus dituliskan data diri: Nama, Tempat Tanggal Lahir, Alamat Lengkap, No telp, dan akun twitter.
  • Cerpen ditunggu paling lambat 28 Februari 2013.
  • Apresiasi berupa Surat Perjanjian Penerbitan Buku (SPPB) dengan royalti 10% dibagi rata kepada 10 cerpenis.

Senin, 29 Oktober 2012

Menulis dalam Kesederhanaan ( Kolom Sakpore, Suara Merdeka. Pantura )


Prolog

Awalnya saya kaget ketika seorang teman wartawan Suara Merdeka yang kebetulan bertugas untuk wilayah Kabupaten Tegal meminta saya menjadi narasumber untuk kolom Sakpore yang akan ditulisnya. Kaget karena dilihat dari sisi manapun, rasanya saya belum pantas. Apalagi kalau kacamatanya produktifitas karena 18 tulisan saya yang kebetulan dimuat media, itu saya dapat dalam kurun waktu yang cukup lama yakni dari tahun 2006 sampai sekarang. Saya baru mengiyakan mas pewarta, ketika dia bilang niatkan tulisan ini untuk memotivasi orang lain untuk menulis. Maka berikut saya bagikan sekilas profil saya, mudah- mudahan bermanfaat.

Slawi- Namanya cukup singkat dan mudah diingat, Sutono. Karena lahir di Adiwerna, kabupaten Tegal, maka dia menambahkan Adiwerna sebagai nama pena yang selalu ditulis di setiap karyanya. Sutono Adiwerna, demikian namanya itu dikenal

Nama Sutono Adiwerna pertama kali muncul di majalah remaja Islam nasional pada tahun 2007. Tulisannya waktu itu berisi curahan hati untuk mengambil hikmah di balik keterbatasan seseorang. Setelah itu, namanya kerap menghiasi berbagai media, lokal maupun nasional.

Tercatat, sekitar 18 karyanya berupa cerpen dan puisi dimuat di media- media tersebut. Selain itu, dia juga beberapa kali terlibat dalam proyek tulisan amal untuk kemanusian. Misalnya cerpen untuk penggalangan dana bantuan Jogyakarta dan tragedi Palestina.

Pria yang akrab disapa Tono atau Suto ini tercatat sebagai salah seorang pengurus Flp Tegal. Sebagian besar karyanya, mengangkat kehidupan kaum terpinggirkan, misalnya tukang becak, perempuan malam dan tenaga kerja wanita ( TKW )

"Salah satu karya yang berkesan adalah cerpen berjudul Warsih yang dimuat di majalah pendidikan Kabupaten Tegal." terangnya.

Warsih menceritakan tentang remaja putus sekolah yang terbujuk untuk menjadi TKW. Namun, menurut Tono, meski  hanya dibaca lingkup lokal Kabupaten Tegal, Warsih menjadi sangat berkesan karena menginspirasi para pelajar dilingkungan sekitarnya untuk mencermati cerpen.

Karya- karya pegiat Rumah Baca Asma Nadia itu lahir dalam kesederhanaan hidup yang di jalani sejak kecil. Sehari- hari dia bekerja sebagai pedagang koran di Kota Slawi, sejak pukul 07.30 hingga puku 15.00. Di sela- sela menunggu pembeli, ide- idenya sering kali mengalir.

" JIka punya ide, saya tulis secara oret- oretan di kertas seadanya. Lalu saya rapikan dan salin di kertas polio. Karena tidak punya komputer, lalu saya ketik lagi dirental komputer." ujar alumnus SMAN 3 Slawi itu.

Saat masih SD, di juga nyambi sebagai pedagan es keliling. Karena hobi membaca, dia kerap menerima majalah bekas sebagai alat pembayaran barang dagangannya. ( Suara Merdeka )

Nb. Untuk semua yang telah membuat saya ingin menulis..

Selasa, 23 Oktober 2012

Lima tahapan menjadi penulis

Nama Naning Pranoto tidak asing lagi di dunia kepenulisan terutama bagi teman- teman yang pernah berpartisipasi event atau lomba cipta cerpen remaja yang diadakan Rohto Group. Ya penulis cerpen dan novel yang kerap membagi ilmu kepenulisannya ke sekolah- sekolah ini adalah salah satu juri lomba kepenulisan yang pesertanya mencapai 8000 pada tahun 2011 lalu. Menurut beliau, untuk mejadi penulis kita harus melewati lima tahap.

Dan tahapan untuk menjadi penulis ini  , saya sari dari tabloid Nova edisi tanggal 28 Mei 2012. Semoga berkenan, semoga bermanfaat.

Tahap Perama. Meliputi tekad mantap dan mau melakukan praktek menulis secara berkesinambungan, banyak membaca, banyak bergaul dan bersosialisasi untuk menyelami kehidupan yang lebih baik, mempelajari bahasa dengan memahami kosakata sebagai media menulis, mempunyai sarana untuk menulis ( kalau ndak ada lepi, komputer, buku tulis atau kertas belanja plus alat tulis pun jadi ), bertekad kuat menulis karya bermutu

Tahap Kedua. Meliputi materi yang akan ditulis. Maksudnya hendak menulis fiksi ataukah nonfiksi

Tahap ketiga. Menulis yang baik. Artinya menulis dengan penggunaan kata, kalimat, tanda baca yang baik serta bahasa yang enak dan menyentuh. Untuk tahap itu, anda bisa belajar dengan lembaga kepenulisan atau bisa juga melalui buku- buku teori creatif writing

Tahap Keempat. Menyosialisasikan karya. Salah satu cara yang paling sederhana, murah adalah dengan membuat blog atau catatan di laman Facebook.

Tahap Kelima. Mempromosikan buku. Jangan biarkan buku anda berjuang sendiri di toko buku. Caranya dengan memanfaatkan media sosial seperti FB, Twiter ataupun Sms.

Oiya pesan dari Bu Naning, untuk menjadi penulis, jangan buru- buru berpikir soal honor dari tulisan. " Nama tenar dan materi hanya imbas dari profesi sebagai penulis yang penting cobalah berkarya dulu "

Review Good Attitude

 Judul buku : Good Attitude Penulis : Dwi Suwiknyo dan penulis lainnya. Penerbit : Trenlis, Desember 2025 Tebal : 114 hlm Genre : Motivasi K...