Tampilkan postingan dengan label Kelas Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelas Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 November 2018

Dari KI Tegal 4

Sejak bapak susah jalan, saya membatasi kegiatan di luar rumah yang menyita waktu, termasuk kegiatan Kelas Inspirasi. Bulan juli lalu saya ikut KI Brebes, bulan ini ( november ) saya ikut KI Tegal #4 dan kebetulan dapat sekolah SD Muncang Larang 3, Bumi Jawa.

Jumat sore, bersama dengan driver ojek online saya menuju Trasa Tegal, tempat di mana relawan di jemput menuju SMK Bumijawa. Karena hujan, kami yg sedianya berangkat jam 5 sore, terpaksa menuju Bumijawa bakda magrib.

Dengan mobil PMI Kab Tegal, kami berangkat bersama rintik hujan, jalan berkelok, gelap, naik turun akhirnya kami sampai di SMK Bumijawa sekitar jam 8 malam.

Senang rasanya di sana saya ketemu beberapa teman yg pernah se rombongan di KI KI sebelumnya. Alhamdulillah

Ketika saya, Kak Nanda, Kak Nisa dijemput Kak Ismu, ternyata sebelum ke home stay kami ke Guci. Duh padahal saya tak bawa celana pendek😀. Terpaksa deh nyemplung di air pancuran 13 dengan celana panjang

Setelah makan malam, kami langsung ke home stay di rumah Kak Yusni untuk istirahat

Pagi harinya, jam 6 pagi kami dari home stay menuju SD Muncang Larang 3. Sesampainya di sana, belum ada guru, kepsek yg datang, tapi murid2 sudah berdatangan. Karena musim hujan, lantai kramik kotor. Yang saya salut, adik adik di sana sigap  nyapu, ngepel sehingga lantai jadi lumayan bersih

Setengah 8 pagi, acara dimulai dengan pembukaan, sambutan, ice breaking agar anak anak hepi.

Karena sekolah dalam renovasi, sekolah di bagi 4 pos. Setiap pos di isi 2 pengajar. Saya kebagian ngajar dengan Kak Nanda, seorang psikolog. Di awal, saya ngajar sama porsinya dengan Kak Nanda. Tapi karena anak anak lebih butuh ilmu dari Kak Nanda ( menurut saya ), di jam ke 2 dan selanjutnya saya memberi ruang lebih kepada Kak Nanda. Saya bersyukur bisa melihat Kak Nanda menyampaikan bagaimana menghindari Bullying, menghindari pelecehan seksual dan game2 menarik dari Kak Nanda

Setelah sesi mengajar, dan pemasangan pocit, kami bertolak ke home stay untuk bersiap pulang. Alhamdulillah.




Selasa, 19 September 2017

Kelas Inspirasi Pemalang, Ikhlas menginspirasi anak-anak Indonesia

Usai dinyatakan lolos menjadi relawan Kelas Inspirasi Pemalang, Alhamdulillah honor dua tulisan yang dimuat sudah di transfers dari koran terbitan Yogyakarta. Nilainya lebih dari cukup untuk ongkos PP Pemalang-Tegal, dan lain-lain. Jadi saya tak perlu jual buku-buku koleksi pribadi buat ongkos ke sana. Haha

Meski begitu, seminggu sebelum Hari Inspirasi, saya sempat berniat mengundurkan diri dari KI Pemalang. Pasalnya, dapat undangan rapat dari kepala sekolah tempat saya mengajar eskul jurnalistik yang bertepatan dengan Hari Inspirasi yakni 16 Sept 2017. Untungnya, setelah ijin melalui seorang guru di sana, saya diperbolehkan ijin tak mengajar  eskul.

Singkatnya, saya sampai di Pagaran, Pemalang jam setengah tiga sore. Dan langsung di jemput Kak Imam selaku Fasil dari rombel kami. dan sampailah saya di Pendopo Kab Pemalang tempat di mana Brifing Kelas Inspirasi berlangsung. Di sana, saya bertemu Kak Tari, Kak Widya, Kak Aria, Kak Mamuri rekan saya saat mengikuti KI Brebes tempo hari. Senangnya bisa melihat mereka sehat dan tetap semangat untuk berbagi inspirasi

Usai ketemu dr Aria dkk, saya bergabung dengan tim/rombel SDN 1 Jrakah, Taman, Pemalang dan mengikuti acara brifing yang dipandu oleh dua relawan Indonesia Mengajar. Menurut saya, brifing kali ini kalah seru dibanding brifing KI saat di Brebes. Eh tapi bukannya saya tak enjoy ya..saya suka. Menikmati sepanjang brifing berlangsung.

Bakda magrib rombel kami menyicipi kuliner khas Pemalang, Lonton Dekem. Sebenarnya mirip Soto Tegal ya, tapi kalau di Tegal via nasi di sini pakai lontong/kupat. Setelah semua anggota rombel kumpul, kami berombongan menuju tempat transit sebelum besoknya beraksi di sekolah. Ohya SDN Jrakah 1, letaknya lumayan jauh dari Pendopo Kab Pemalang. Kira-kira sejam menggunakan motor baru nyampai. Perjalanan kami makin seru karena selain menembus gelap malam, kondisi jalannya lumayan rusak sehingga penyetir motor harus ekstra hati-hati

Ketika hampir sampai di home stay, relawan kami yang berinisial Anggar SetiyoAji baru nyadar kalau jam tangannya raib.Padahal jam itu pemberian seseorang spesialnya. Padahal ia belum hapal merknya karena baru dipakai dua hari...duhhhh ( turut bersedih ya Kak Anggar ..)

Singkatnya kami bisa menyelesaikan PR besar mengajar di SDN 1 Jrakah dengan lancar. Anak-anak yang awalnya lari tunggang langgang saat kami ajak foto. Setelah opening, ice breaking, mengajar di tiap kelas, menjelang pulang mereka enjoy dan minta foto-foto. Ada juga anak yang protes kenapa kelas inspirasi hanya setahun sekali sih Kak

Akhir kata, terimakasih buat Kak Imam yang sudah menjemput saya, dan selalu ada saat relawan butuh sesuatu meski di vermet bawel. Haha. Kak Anggar, terimakasih boncengannya. Semoga jamnya dapat ganti yang lebih baik ya ditunggu undangannya. Hihi. Kak Asmie tukang foto yang rela bawain atau bikinin ya? minuman buat relawan. Kak Prio, Kak Erik, kalian luar biasa. Kak Salim, terimakasih jadi MC sehingga acaranya lancar. Kak Any terimakasih sehingga kami tak perlu lembur bikin name tag, meski tetap saja pasukan prianya begadang sampai jam 2 malam ( kalau saya kebalikan saat yang lain tidur saya yang terjaga. haha ). Kak Gina, Kak Kis, Kak Winda yang ramah pada anak-anak. Kak Firman yang Sheila Gank sekaligus Vianisti, kok seleranya dua kutub ya? Kak Arya yang multitalenan, talent ding. HRD, Pelatih Karate, penulis 3 buku pula..kita tukeran buku yuk Kak..haha ( duah maaf jika ada yang kurang sebut )

Akhir kata, hari luar biasa itu tak kan pernah saya lupa

Tegal, 19 Sept 2017, sembari mendengarkan Resah, Berdua Saja, Akad-nya Payung Teduh




Jumat, 11 Agustus 2017

Kelas Inspirasi, Inspirasi untuk Anak Indonesia

Kelas Inspirasi diprakarsai oleh seorang pengajar muda yang pernah mengikuti program Indonesia Mengajar. Kalau Indonesia Mengajar menjadi guru selama satu tahun di desa-desa di pedalaman. Kelas Inspirasi, relawannya menjadi guru sehari. Kalau Indonesia Mengajar relawan berperan seperti guru pada umumnya, relawan Kelas Inspirasi berbagi pengalaman tentang profesi yang ditekuni.

Ketika saya mengikuti program edukatif ini, ternyata di Pekalongan dan di Brebes pun masih banyak anak-anak yang mempunyai cita-cita membuat saya mengelus dada. Bayangkan saja. Di zaman yang serba digital ini ternyata masih ada anak-anak yang kelak memimpin negeri ini bercita –cita menjadi dukun, preman bahkan pendekar. Giliran ada seorang anak yang bercita-cita Astronot ibunya yang kebetulan mendampingi ( karena masih kelas 1 ) bergumam “ Astronot..astronot apa? Cita-cita kok keduwuren

Kelas Inspirasi di bagi tiga sesi. Sesi Briefing, Sesi Hari Inspirasi, dan Sesi Refleksi

Sesi Briefing adalah sesi dimana para pengajar atau inspirator diberi bekal bagaimana caranya menghidupkan kelas. Agar kelas berlangsung lancar, nyaman dan menyenangkan. Ketika di Brebes, brifing dipimpin oleh Ibda dan Vero pengajar muda yang pernah mengajar di Papua selama setahun.

Sesi Hari Inspirasi, terdiri dari 3 bagian. Pembukaan, mengajar di kelas dan closing atau penutup. Saat mengajar di kelas, relawan atau inspirator berbagi tentang apa profesinya, manfaat profesinya bagi masyarat dan bagaimana caranya agar bisa memiliki profesi tersebut. Sebagai catatan, relawan sebisa mungkin menyampaikannya dengan jelas juga menyenangkan

Sesi penutup, selain berpamitan dengan Kepala Sekolah, Guru-guru, biasanya semua siswa-siswi diminta menuliskan nama dan cita-cita kemudian menempelkannya di pohon cita-cita. Pohon cita-cita tersebut nantinya ditinggal di sekolah agar bisa menyemangati para siswa di sekolah tersebut.

Oh iya para Inspirator sifatnya sukarela, tulus untuk berbagi inspirasi kepada sekoalah-sekolah yang terbelakang, minim fasilitas. Saya terharu ketika bertemu banyak inspirator dari beragam profesi, suku, kepercayaan yang cuti sehari untuk berbagi inspirasi. Bahkan ada juga Pak Hadi, seorang pensiunan Trafik Pesawat yang sudah mengikuti Kelas Inspirasi sebanyak 50 kali lebih lho..

Akhir kata, dengan adanya kelas Inspirasi ini , saya optimis, wajah Indonesia akan berseri kelak di kemudian hari. Semoga

Sutono Adiwerna,


Penulis adalah Ketua FLP Tegal, Penulis Lepas, Pegiat Literasi, Relawan Kelas Inspirasi tinggal di Kab Tegal

Jumat, 16 Desember 2016

Dari Kelas Inspirasi

12 November 2016, saya terkejut. Seorang teman dari Yogyakarta berada di Tegal menjadi Inspirator Kelas Inspirasi Tegal 2. Dari sinilah saya berselancar laman Kelas Inspirasi. Dan mendapat informasi kalau tanggal 13 desember Kelas Inspirasi ada di Kota Pekalongan.

Singkatnya, saya mengisi formulilr pengajuan diri menjadi Inspirator KI Pekalongan dengan profesi Penulis Lepas

Dua minggu kemudian, saya mendapat email bahwa saya lolos seleksi menjadi Inspirator. Alhamdulillah. Rasanya senang bercampur deg-degan karena ini kali pertama bergabung dengan Kelas Inspirasi

Rasa senang itu tak lama. Begitu sadar kalau tabunganku telah habis buat belanja buku di beberapa lapak online. Duh padahal transport dari Tegal ke Pekalongan ditanggung relawan belum lagi iuran yang besarnya tergantung dari kelompok mana berasal.

Jadilah selain mempersiapkan diri apa-apa yang perlu dibawa ke Kota Batik, saya lebih banyak berdoa dan lebih giat menulis, dan buka lapak, jualan buku via Fesbuk

Alhamdulillah, niat baik selalu diberi kemudahan. Ada honor masuk dari sebuah tabloid, beberapa buku laku terjual dan rejeki lain dari arah yang tak disangka

Singkatnya, tanggal 12 Des sore, saya menuju Pekalongan. Sesampainya disana, saya ke rumah kerabat di Kandang Panjang. Rencananya, saya menginap di Panjang terus pagi pagi sekali baru menuju ke SD Bandengan 1 tempat saya nanti mengajar sehari.

Menjelang Magrib, saya ditelpon Fini, dari Fasilitator KI, agar sebaiknya saya menginap di Bina Griya bersama relawan lain. Katanya ada beberapa yang perlu dibahas. Singkat cerita, saya sampai di Bina Griya berkenalan dengan para relawan lain. Ada yang dari Tegal, Pemalang, Semarang bahkan Jakarta

Tepat jam 8 pagi, Kelas Inspirasipun dimulai. Saya kebagian mengajar di kelas 2, Kelas 5 dan Kelas 1. Ajaib. Saya yang pendiam dan pemalu ini ( ehem ) berhasil mengajak anak-anak Tepuk Batik, Tepuk Semangat dan menyapa Hai-Halo jika kelas mulai riuh.

Kau tahu? anak-anak berebut saat saya minta mengumpulkan tugas berisi nama, alamat, hobi dan cita-cita mereka. Sttt ini rahasia. Ada satu atau dua yang cita-citanya menjadi Pendekar. Pendekar? tapi di kelas saya lebih mending. Konon di kelas lain ada yang cita-citanya PREMAN ( duh )

Acara Kelas Inspirasi di Bandengan 1, ditutup dengan penempelan cita-cita anak-anak kelas 4 sd 6 di pohon cita-cita ( semoga cita-cita baik, tinggi kalian tercapai ya Nak )

Allah, terimakasih ketika saya belum berlimpah harta, saya diberi kesempatan oleh-Mu berbagi inspirasi.



Review Good Attitude

 Judul buku : Good Attitude Penulis : Dwi Suwiknyo dan penulis lainnya. Penerbit : Trenlis, Desember 2025 Tebal : 114 hlm Genre : Motivasi K...