Jumat, 19 April 2019

Mari Sudahi Gaduh ini

Banyak yang berharap setelah tanggal 17 april suhu politik tanah air yang berbulan - bulan memanas akan kembali adem tidak bercerai berai. Nyatanya? sampai sekarang di sosial media masih saja saling debat, saling mengatai cebong - kampret. Huuuh ( menarik napas panjang )

Ketika rilis resmi KPU muncul akankah kita bisa bersatu kembali setelah bercerai berai, berkubu - kubu , saling serang serang, saling hujat, saling fitnah? nyatanya dari 2014 sd sekarang kita terutama di media sosial tetap saja terbelah - belah

Ah, semoga umur saya sampai di tahun 2024 mungkin kontestan Capres, Cawapresnya lebih bergigi, lebih berliterasi dibanding sekarang. Di tahun itu nanti ada Pak Ganjar, Kang Emil, AHY, Bu Risma, Bu Sri Mulyani, atau Bang Sandi dan Pak Anies lagi. Yang mungkin lebih menjanjikan tidak menjebak kita ke isu itu - itu saja yang bergulir sedari pilpres 2014

Senin, 15 April 2019

Jejak Menulis


24 januari 2010 bakda subuh saya keluar rumah menuju terminal Slawi tempat janjian saya dan teman teman FLP Tegal untuk bertolak ke Purwokerto

Jujur kala itu aras arasen berangkat karena waktu itu ibuk sakit, terus saya saben pagi punya jadwal antri beli sarapan dll😁😁

Setelah sedikit drama, akhirnya saya dan teman sampai di Purwokerto. Pertama ketemu Mba Asma Nadia th 2009 pas munas FLP di Solo, tapi bener bener belajar nulis dengan penulis serial Aisyah Putri ini ya di Purwokerto ini. Selain dapat ilmu, rombongan dari Tegal rata rata membawa doorprize dari panitia karena kami interaktif baik dengan pemateri satu maupun dua ( Asma )

Di sesi akhir Mba Asma menantang para peserta nulis cerpen di media dan yg dimuat akan dikirimi sepaket buku. Alhamdulillah beberapa bulan setelah acara itu cerpen saya dimuat di tabloid Cempaka ( almh )πŸ˜“πŸ˜“

Setelah beberapakaki menghubungi, saya surpraise dapat buanyak buku dari ANPH beberapa malah buku incaran yg waktu itu untuk bisa beli buku masih seringnya di kios majalah bekas di Banjaran..

2019, walau masih tertatih, kini sudah nulis puluhan cerita di media massa ( lokal, nasional ) kalau mau jadi penulis banyak baca, menulis dan jangan lelah usaha

Jumat, 12 April 2019

Menjelang Pilpres 17 April

Kejutan demi kejutan datang dari paslon 01 maupun 01. Dari mulai jumlah kampanye, dukung mendukung, isu isu untuk saring serang lawan demikian gempita. Kalau ada yang merasa jengah bersabarlah. Kalau ingin mengomentari sesuatu yang pro dan kontra, hati hatilah dan yang paling penting, berdoalah agar pemilu tahun ini berjalan tanpa kendala, huru hara dan keputusan KPU nantinya bisa diterima dengan legawa siapapun nantinya yang jadi juaranya..ok?


Sabtu, 19 Januari 2019

Ngobras with Boim Lebon

Pada hari jumat, 18 januari 2019, FLP Tegal mengadakan acara berjudul Ngobras atau ngobrol santai bersama penulis novel, produser, penulis skenario Boim Lebon.

Dalam acara yang diadakan di aula Perpustakaan Mr Besar Mangku Kusumo ini, Boim Lebon yang terkenal dengan serial Lupus Abg dan Lupus Kecil ini, menyampaikan perjalanan karir kepenulisannya pada para peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan umum.

Selain menceritakan perjalanan kepenulisannya, Boim juga menyampaikan bahwa ide itu ada di mana mana termasuk di dalam keluarga. Biar tulisan jadi hidup, menarik bisa juga melakukan survey sebelum memulai menulis.

Acara yang berlangsung dari pukul 14.00 wib hingga 15. 30 wib ini berlangsung lancar dan meriah. Boim Lebon menutup acaranya dengan sesi tanya jawab dilanjutkan dengan penulisan pesan Boim Lebon agar masyarakat cinta membaca sehingga bisa menulis, berkarya, berbakti dan berarti. Pesan itu akan dipajang di Perpustakaan Kota Tegal

Jumat, 14 Desember 2018

Sejarah Menulis Saya

Tanggal 12 Februari tahun 2006 saya datang ke acara yang kelak menjadi titik balik menulis saya.
Yah hari itu saya datang ke talk show yang diadakan FLP Tegal yang kala itu diketuai oleh Mba Sinta Yudisia. Tak tanggung tanggung, acara itu diisi oleh Mas Boim Lebon ( penulis serial Lupus Kecil, Lupus Abg dll ) dan Mas Ali Muakhir ( Penulis serial Ollin yang kala itu sedang hits banget ) .

Tak disangka saya yang pendiam di sana sanggup mengangkat tangan di sesi tanya jawab. Karen itu, saya dapat mug dan notes kecil bertulis Cerebropit. Berkat acara itu, saya gabung dengan FLP Tegal hingga sekarang ( 2018 ) mungkin jika saya tak datang ke acara itu, saya belum tentu berhasil menulis 60 tulisan di media massa, ketemu banyak penulis dan tokoh tokoh hebat

Eh bukan setelah gabung komunitas kepenulisan terus segalanya mudah lho ya.
Dulu saya berjuang melawan minder bergaul dengan teman - teman yang rata - rata pernah merasakan bangku kuliah. kursus komputer di beberapa tempat, beli prangko - prangko untuk mengirim cerpen dan tentu saja menulis dan menulis. Lancar? tentu tidak naskah saya berkali kali dikembalikan, ditolak yang paling sering sih Kompas Anak, Majalah Irfan

Minggu, 11 November 2018

Dari KI Tegal 4

Sejak bapak susah jalan, saya membatasi kegiatan di luar rumah yang menyita waktu, termasuk kegiatan Kelas Inspirasi. Bulan juli lalu saya ikut KI Brebes, bulan ini ( november ) saya ikut KI Tegal #4 dan kebetulan dapat sekolah SD Muncang Larang 3, Bumi Jawa.

Jumat sore, bersama dengan driver ojek online saya menuju Trasa Tegal, tempat di mana relawan di jemput menuju SMK Bumijawa. Karena hujan, kami yg sedianya berangkat jam 5 sore, terpaksa menuju Bumijawa bakda magrib.

Dengan mobil PMI Kab Tegal, kami berangkat bersama rintik hujan, jalan berkelok, gelap, naik turun akhirnya kami sampai di SMK Bumijawa sekitar jam 8 malam.

Senang rasanya di sana saya ketemu beberapa teman yg pernah se rombongan di KI KI sebelumnya. Alhamdulillah

Ketika saya, Kak Nanda, Kak Nisa dijemput Kak Ismu, ternyata sebelum ke home stay kami ke Guci. Duh padahal saya tak bawa celana pendekπŸ˜€. Terpaksa deh nyemplung di air pancuran 13 dengan celana panjang

Setelah makan malam, kami langsung ke home stay di rumah Kak Yusni untuk istirahat

Pagi harinya, jam 6 pagi kami dari home stay menuju SD Muncang Larang 3. Sesampainya di sana, belum ada guru, kepsek yg datang, tapi murid2 sudah berdatangan. Karena musim hujan, lantai kramik kotor. Yang saya salut, adik adik di sana sigap  nyapu, ngepel sehingga lantai jadi lumayan bersih

Setengah 8 pagi, acara dimulai dengan pembukaan, sambutan, ice breaking agar anak anak hepi.

Karena sekolah dalam renovasi, sekolah di bagi 4 pos. Setiap pos di isi 2 pengajar. Saya kebagian ngajar dengan Kak Nanda, seorang psikolog. Di awal, saya ngajar sama porsinya dengan Kak Nanda. Tapi karena anak anak lebih butuh ilmu dari Kak Nanda ( menurut saya ), di jam ke 2 dan selanjutnya saya memberi ruang lebih kepada Kak Nanda. Saya bersyukur bisa melihat Kak Nanda menyampaikan bagaimana menghindari Bullying, menghindari pelecehan seksual dan game2 menarik dari Kak Nanda

Setelah sesi mengajar, dan pemasangan pocit, kami bertolak ke home stay untuk bersiap pulang. Alhamdulillah.




Kamis, 25 Oktober 2018

Sepucuk Surat Berisi Maaf dan Surat untuk Tuhan

Baru baru ini, di kelas menulis SDIT Usamah Tegal, saya meminta murid2 untuk mencurahkan isi hati dalam sepucuk surat. Mau tahu isinya..?
1. Untuk ibu
Ibu maaf karena aku sudah tidak nurut dan aku ingin minta maaf karena aku sudah nakal sama adik. Ibu aku menyayangimu ( Fani )
2.Tuhan yang baik
Terimakasih Tuhan, kau memberi semua yang aku inginkan. Dan lebih terimakadihnya, Kau memberiku orang tua yg baik, teman yg baik, rezeki yg cukup. Terimakasih ya Allah ( Qisha )
3.Untuk Ibu dan Ayah
Ibu dan ayah, maafin Faza kalau selama ini Faza membuat ayah, ibu kesal. Faza tahu sebenarnya ibu, ayah menyayangi Faza, padahal Faza selalu membentak ibu, ayah ( Faza )
4. Tuhan yg baik, terimakasih telah memberi rahmat kepada keluarga saya. Maaf jika kami sekeluarga melakukan salah baik kecil maupun besar. Terimakasih karena Engkau telah mencukupi keluarga kami. Tuhan, masukan kami ke surga yang indah ( Yumna )

Minggu, 07 Oktober 2018

Oprek FLP Tegal tahun 2018

Kemarin, tanggal 7 Oktober 2018 Forum Lingkar Pena ( FLP ) Cabang  Tegal bekerja sama dengan Tegalpedia dan Perpustakaan Daerah Kota Tegal  mengadakan open rekrutmen anggota baru FLP. Dalam acara ini FLP  Tegal juga menyelenggarakan workshop kepenulisan dengan pemateri Sutono, Dr Yusqon dan Ali Irfan. Sutono, selaku ketua FLP Tegal menyampaikan tepatanya mengulik sedikit  tentang sejarah dibuatnya FLP baik FLP pusat maupuan FLP Cabang Tegal.  Selain menyampaikan ke FLP-an  Sutono juga diakhir materinya menyampaikan beberapa  manfaat menulis. Diantaranya Menyehatkan, Keliling Dunia dan Mendapat banyak teman

Pak Yusqon, pendiri TBM Sakila Kerti yang lokasinya di Terminal Tegal,  menyampaikan, kalau menulis itu hendaknya dengan jujur. Ali Irfan mengenalkan apa sih Tegalpedia itu plus praktek menulis di tempat ( Perpustakaan Kota Tegal )

Acara berlangsung dari jam.9.30 hingga pukul 15.00 wib. Selain dapat ilmu, para peserta terlihat senang karena sebagian besar dapat doorprize berupa buku buku keren.

Senin, 27 Agustus 2018

Menyampaikan nilai kebaikan melalui Fabel


\


Judul  Buku : Kisah Indah dari Padang Rumput
            Penulis : Shabrina Ws.
            Penerbit : Bintang Kelas, Surakarta
            Cetakan : Maret, 2018
            Tebal buku : 160 hlm
            ISBN : 978-602-51135-0-5          

                Gazelle dan keluarganya  tinggal di Padang Rumput Serengiti, Tanzania, Afrika.
                Bertahun tahun para penghuni Padang Rumput Serengiti hidu damai. Mereka juga punya kebiasaan membagikan beberapa makanan untuk kelompok Gnu. Para Gnu lewat saat bermigrasi pada musim kering
                Biasanya, ibu Gazelle menyiapkan sepetak ladang khusus untuk tamu mereka. Ibu Gazella juga sangat sibuk jika menyambut rombongan Gnu
                Keadaan mulai berubah ketika ibu Gazelle meninggal. Musim kemaru yang panjang membuat persedian makanan keluarga Gazelle semakin menipis
                Suatu hari, rombongan Gnu pertama lewat. Gazelle ingin sekali memberi makanan seperti yang selalu dilakukan ibu Gazelle. Tapi karena persedian makanan keluarga Gazelle yang menipis membuat saudara saudara Gazelle melarang Gazelle membantu rombongan Gnu. Dengan terpaksa Gazelle meminta maaf kepada rombongan pertama Gnu yang lewat karena tidak bisa memberi makanan seperti biasanya
                Malam harinya Gazelle tidak bisa tidur. Gazelle ingat, ibunya pernah bercerita tentang seorang yang membagikan makanan untuk tamunya. Namun, makanan itu tidak berkurang justru bertambah. Bagaimana kisah selanjutnya?
                Kisah Indah selain memuat cerita berjudul Gazelle dan Pucuk Daun Segar, ada banyak kisah kisah dari negeri padang rumput seperti, Kiang Ladakh dan Puisinya, Babun Zaetun yang Bingung, Keledai dan Usahanya, Singa Tua, Landak dan Bunga Saguaro dan kisah kisah lainnya yang tak kalah menarik.
                Kumpulan kisah binatang ini ditulis dengan bahasa yang indah namun mudah dipahami pembaca, termasuk pembaca anak.
                Kelebihan lain buku ini, kisah kisahnya menyentuh hati, ilustrasinya menawan, dilengkapi kolom Fakta Unik plus lembar aktivitas  untuk mewarnai dan lainnya
                Catatan saya, andai lembar aktivitasnya di sisipkan di setiap cerita bukan di halaman halaman terakhir, buku ini akan lebih menarik karena pada dasarnya semua anak anak adalah aktif.
                Terakhir, Fabel sangat efektif menyampaikan nilai nilai kebaikan seperti mengatasi ketakutan, rasa benci, kegagalan hingga rasa kehilangan seperti kisah kisah yang ada pada buku ini. Selamat membaca
               
            Peresensi : Sutono Adiwerna, penulis lepas, Ketua FLP Cabang Tegal

Selasa, 21 Agustus 2018

Inmemoriam Lik Darsini

Empat hari yang lalu, seolah ada yang menggerakan kaki saya untuk menjenguk Lik Darsini yang sudah sakit cukup lama. Ketika sampai di sana, Lik Darsini yang katanya matanya memejam seharian, pas saya nengok, mata beliau terjaga

" Lik Wis Mending ? " sapa saya
"Wis. Mene pejeti oh " Lik Darsini yang sudah berusia 67 tahun suaranya pas saya tengok masih jelas intonasinya
" pejeti apane ? " tanya saya
" sikili No "
Saya pun memijiti kaki beliau yang sudah tertutup rapat kain batik. Baru beberapa menit, beliau mendengkur halus. Saya meninggalkan beliau dengan berjingkat. Takut mengganggu tidurnya

Sehari sebelum dibawa ke RS, saya sempat menengok beliau lagi. Matanya memejam tapi napasnya masih memburu

Hari ini, Lik Darsini menghadap Illahi dengan tenang. Yang layat, takziah dan mengirim doa cukup banyak

Saya kecil banyak berhutang dengan keluarga beliau. Kadang saya kecil numpang mandi, numpang nyuci seragam sekolah, numpang nonton tivi, pinjem majalah MOP milik Mas Ii ( anak kedua Lik Darsini ) biasanya sambil membantu membuat kembang temu dan gempol

Allah, ampuni dosa Lik Darsin semasa hidup dan lapangkanlah jalan yang menuju-Mu. Amiin

Tegal, 17 agustus 2018

Selasa, 31 Juli 2018

Kelas Inspirasi Brebes 3, SD Janegara 2

Sebenarnya ketika mengisi form KI ( kelas inspirsasi ) Brebes 3 saya agak setengah hati. Why? karena bapak saya sakit paska jatuh dari kamar mandi. Sedikit informasi, bapak saya berumur kurang lebih 80 tahun jadi agak susah diajak berobat karena ingatannya sudah dimakan waktu

Kembali ke KI Brebes 3, singkatnya saya dinyatakan lolos. Alhamdulillah

Seperti di Kelas Inspirasi sebelum sebelumnya, jika menyatakan bersedia hadir di hari inspirasi, oleh Fasil kami para relawan yang lolos dibuatkan sebuah grup di WA/ WAG. Pertama tama sih grup kami SD Janegara 2 ruamai. Berhari kemudian, meski grup kami hidup, beberapa hari menjelang hari H, Home Stay belum fixed, banner, pocit ( pohon cita cita ) belum diketuk palu, belum lagi yang meramaikan grup juga hari beberapa relawan saja

Kamis sore, bapak saya tiba tiba demam  tinggi yang membuat beliau ndrogdog dan bicaranya juga ngelantur. setelah diberi obat racikan, diolesi minyak kayu putih, bawang dan jahe bapak demamnya turun. Tapi pagi harinya beliau ndrogdog lagi. Ingin saya mengundurkan diri dari KI kali ini. Tapi, hal itu pasti akan berimbas teman teman yang lain karena beberapa relawan juga telah mengundurkan diri dengan alasan yang masuk akal. Bahkan ada yang alasannya sama seperti saya, merawat bapak.

Alhamdulillah setelah bapak mendingan, bakda jumat saya meluncur ke Pendopo Kabupaten Brebes dengan minibus

Sampai di sana, di kelompok lain sudah pada ngumpul, saya masih sendiri. Untunglah kemudian datang Kak Ageng, Kak Esih dan  Kak Agi. Kak Agi, ternyata MC Briefing Kelas Inspirasi Brebes 3

Kalau pengalaman ikut KI sebelumnya, malam sebelum hari H sudah pada ngumpul, di kelompok kami baru 1 Reldok ( relawan dokumentatoar ) 1 Relpeng ( relawan pengajar ) dan 2 fasil ( fasilitator ). Kekurangannya, kami jadi kurang waktu untuk saling mengenal diri sesama relawan. Kelebihannya, kami bisa tidur lebih cepat daripada KI sebelum sebelumnya. Hehe

Alhamdulillah ndak nyangka kelompok kami bisa melewati hari inspirasi tanpa kendala yang berarti. Anak anak SD Janegara 2 terlihat semuanya ceria dan menyambut kami dengan cinta. Ada yang mau kami seninnya datang lagi, ada yang koor tak rela ketika waktu mengajar kami habis, bahkan ada yang sudah pulang ke rumah langsung ganti pakain datang sekolah melihat kami dari jauh yang tengah bersiap siap meninggalkan sekolah

Ah terimakasih buat Kakak Kakak Relawan pegajar, relawan dokumentator, dan Kakak kakak Fasil. Teruntuk Kak Agi, terimakasih telah mengganti posisi MC ya, Kak Esih, aku hutang spidol, Pak Dokter yang nyamar jadi juru foto, terimakasih tebengannya. Buat semuanya, semoga kelas inspirasi ini bernilai ibadah ya...

Nb..maaf jika ada salah kata ya




Mari Sudahi Gaduh ini

Banyak yang berharap setelah tanggal 17 april suhu politik tanah air yang berbulan - bulan memanas akan kembali adem tidak bercerai berai. N...