Kamis, 09 April 2015

Surat untuk Tuhan dan Sepucuk surat berisi maaf..

Jumat malam, saya belum mendapatkan materi apa yang akan disampaikan saat kelas menulis di SDIT BIAS nanti. Malam itu, saya iseng beres beres koleksi buku, dan mendapati buku Diary plus-plus Tian Dayton, penerbit Kaifa, Mizan. Buku ini sempat tak tawarkan ke laman medsos. Alhamdulillah tidak ada yang meminangnya. Bolak balik halaman demi halaman, banyak kata mutiara yang bagus, selain itu banyak pula lembar lembar yang harus diisi, sayangnya lebih cocok untuk untuk anak remaja. Tapi saya terus membuka, sesekali membaca dan Alhamdulillah nemu yang kayaknya cocok yakni, lembar Surat untuk Tuhan, dan Sepucuk Surat berisi maaf, esok harinya sebelum ke SDIT Bias, saya ke tempat foto kopian untuk menggandakan sebanyak siswa yang ikut eskul menulis...

Dan singkat kata, berikut saya ketik ulang 2 contoh tulisan The Journalis Group

Surat untuk Tuhan

Aku berterima kasih atas kebaikan-Mu. Aku merasa bersalah, karena aku selalu banyak meminta dengan-Mu. Aku menyampaikan terimakasih sedalam dalamnya karena Kau telah mengizinkan aku hidup, memberiku umur serta nikmat-Mu kepadaku untuk hidup di dunia ini. Melewati salat dan seuntai doa yang ku satukan dengan membentuk kalimat sebuah doa

Dari..Asti Pangestu.

Sepucuk Surat Berisi Maaf

Untuk kedua orang tuaku..

Umi, Abi..

Aku hanya ingin menyampaikan maaf sebesar besarnya pada kalian. Seringkali kudimanjakan , Umi. Seringkali kubuat marah, Abi. Hanya ini yang dapatku sampaikan. Ilove you Mom n Dad

Dari..Meila Rizky


Untuk orang tuaku..

Ibu, terimakasih karena telah bersabar menghadapi aku dan adik adik yang rewel-rewel. Engkau jarang memarahi kami. Bapak terimakasih karena telah membiayai semua kebutuhan hidup kami

Dari..Shafiqa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FLP 23 Tahun

FLP 23 tahun Menulis adalah berjuang ( HTR ) 2006, saat pertama ingin jadi penulis dan gabung FLP Cab Tegal, saya terbilang modal neka...