Kamis, 15 September 2016

Menanamkan Budi Pekerti Melalui Cerita

Judul Buku : Nyanyian Sasa Angsa dan 14 Cerita Seru Lainnya
Pengarang : Lia Herliana
Penerbit : Rainbow, Penerbit Andi, Yogyakarta
Cetakan 1 : 2016
Tebal : 60 halaman
ISBN : 978-979-29-4455-6

Sasa adalah seeokor angsa yang hobinya menyanyi. Menyanyi  kapan dan di mana saja. Sayangnya, suara Sasa cempreng dan tidak merdu sehingga hewan-hewan lainnya di peternakan Pak Sosro tidak menyukainya
                “Ngook..Ngook “ suara Sasa menyanyi dengan keras
                “Suaramu membuat gigiku tambah sakit” kata Jago, sikuda
                “Sasa, nyanyinya jangan keras-keras dong! Anak-anakku sedang istirahat” ujar Boni si induk ayam
                Mulai mala ini , aku berjanji untuk tidak bernyanyi lagi, gumam Sasa sedih
                Tengah malam , Sasa terbangun tiba-tiba. Ia mendengar gemerisik di dekat gudang. Jangan-jangan itu pencuri, bisik hati Sasa
                “Ngook..Ngoook” terpaksa Sasa melanggar janjinya untuk tidak bernyanyi lagi. Bagaimana kisah Sasa Angsa selanjutnya?
                Cerita seringkali lebih efektif untuk menanamkan budi pekerti, nilai nilai kesetiakawanan, nasionalisme dan kesalehan sosial
                Buku ini berisi 15 cerita yang tidak hanya seru tetapi mengandung pesan-pesan yang sangat kuat. Pada cerita berjudul Nyanyian Sasa, anak-anak sebagai pembaca atau pendengara cerita diharapkan memiliki sipat berani, pandai menempatkan diri saat melakukan sesuatu yang disukainya. Pada cerita Mbah Marto, secara ekspilisit penulis cerita ini menginginkan agar anak-anak memiliki sifat nasionalisme sedini mungkin. Di cerita Kolak Istimewa, pembaca anak diharapkan tergerak untuk memiliki sifat suka berbagi. Berbagi tidak hanya membahagiakan penerima tetapi pemberinya juga. Cerita lainnya di buku ini punya pesan-pesan yang pas sekali untuk pembaca anak
                Kelebihan buku ini, selain kisah-kisahnya seru juga inspiratif. Kelebihan lainnya, ilustrasi di setiap ceritanya indah dan menawan sehingga anak-anak  kita tak jenuh membaca dari awal hingga akhir cerita
                Catatan saya tentang kumpulan cernak ini, masih seperti gado-gado. Ada cerpen yang menceritakan sehari-hari, ada yang fantasi adapula yang berupa dongeng. Kekurangan ini bias jadi sebuah kelebihan karena pembaca bisa mendapat dongeng dan cerpen dalam satu buku
                Terakhir, buku ini cocok buat anak-anak, guru dan orang tua, pendongeng yang ingin menanamkan budi pekerti melalui cerita. Selamat membaca



Peresensi : Sutono , penulis lepas, Aktifis Rumah Baca Asma Nadia Tegal 


4 komentar:

  1. Matur nuwuuun Mas Sutono. Iya, gado-gado karena ini kumpulan cerita yang sebagian besar sudah pernah tayang di media, hehe.

    BalasHapus
  2. sama-sama..penasaran picbook profesi yang muliaaaa.

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. menarik..buat saya pribadi,cerita ceritanya sarat pesan moral

      Hapus

FLP 23 Tahun

FLP 23 tahun Menulis adalah berjuang ( HTR ) 2006, saat pertama ingin jadi penulis dan gabung FLP Cab Tegal, saya terbilang modal neka...