Selasa, 12 Juli 2016

Halal Bi Halal FLP Tegal di Bumba Resto Slawi

Sampai di Bumbu Bakar Resto Slawi, sekitar jam 9 pagi. Rumah makan yang beralamat di Jl Jendral Sudirman Slawi ini, gerbangnya masih tutup. Saya mengayuh sepeda ke arah Slawi Pos hendak mencari kertas kado. Tak lama, hape berdering. Rupanya SMS  dari Mba Eri, isinya menanyakan apakah kenang-kenangan buat pembicara sudah siap, saya jawab sudah ada, tinggal dibukungkus dengan kertas kado. Nanti Mba Eri bawa kertas kado ya!. Mba Eri mengirim pesan lagi. Ok, nanti Pak Tono bawa solatip ya. Karena tidak membawa solatif, saya pun mencari toko yang menyediakannya. Setelah dapat solatif putih, kecil, saya kembali ke BumBa

Saat tiba di BumBa, gerbang sudah dibuka. Sepeda saya parkirkan. Lama tak berselang, muncul Mba Yulie dari Bogares, rupanya, Mba Yulie pernah bergabung dengan  Flp Johor yang sudah kembali ke kampung halaman. Setelah itu  datang pula Mba Naim dan Mba Yuli dari Songgom, Brebes ( jauh lho ) kemudian datang Mba Isti, setelah itu Mba Puput juga menampakan diri. Setelah Mba Puput tiba dan menghubungi pemilik BumBa Resto, masuklah kami ke Rumah Makan yang menu andalannya Ayam Bakar ini.

Lima belas menit kemudian, Mas Ali Muakhir dan kelurga datang. Sama seperti Halal bi Halal Flp Tegal yang sudah-sudah, beliau sudah di TKP saat pesertanya belum ngumpul.

Mba Puput Membuka acara beberapa menit berselang. Ketika saya diberi kesempatan ngomong, sembari menunggu teman-teman lain datang saya meminta saling mengenalkan diri beserta motivasi datang ke acara Halal Bi Halal dan Talk Show Menjadi Writerpreuner. Tak terasa ketika satu persatu mengenalkan diri dari Mas Ali Muakhir hingga giliran saya, yang datang ke BumBa sudah 20 orang. Alhamdulillah.

Usai saling mengenalkan diri, Mas Ali Muakhir menanyakan bagaimana pertemuan kali ini diisi dengan apa yang teman-teman Flp Tegal hendak tanyakan, ketahui  A to Z tentang kepenulisan. Karena semua sepakat, satu persatu mendapat kesempatan bertanya dan mendapat jawaban yang memuaskan dari penulis serial Ollin ini.

Saya tidak mencatat satu persatu pertanyaan teman-teman Flp Tegal  dan jawaban dari Mas Ali Muakhir. Saya hanya ingat beberapa saja. Inipun sudah tak terjemahkan versi saya sendiri.

FLP T : Bagaimana agar tidak macet dalam menulis cerita?
AM  : Bikin sinopsis ( beda lho dengan blurb yang ada di kaver belakang buku ), kemudian bikin pra finishing, setelah itu casting baru kemudian setting
FLP T: Tips biar tembus media bagaimana?
AM : Baca media yang kita target minimal 6 edisi. Misal kita ingin dimuat di Femina, baca cerpen Femina selama 6 edisi kemudian kupas kelebihan dan kekurangan cerpen di sana.Demikian pula ketika ingin dimuat di Majalah Bobo dll.
 FLP T: Bagaimana dapat uang dari blog?
AM  : Uang dari blog bisa dari adsense, iklan. Untuk itu blog harus dibuat se menarik dan unik. Teman-teman coba bloger untuk ngasih pelatihan, di Tegal ada bloger yang sering dapat endors, iklan namanya Ila Rizki
FLP T: Bagaimana split ( berpindah ) dari menulis genre anak ke genre dewasa atau remaja ?
A M : Kalau saya kumpulan bahan dulu. Biasanya kalau bahan sudah lengkap, menulis lebih mudah kalau semisal diminta bikin cerpen oleh majalah tertentu.
FLP T: Judul itu penting tidak sih?
AM :  Judul penting, tapi yang lebih penting ide dan isi cerita. Biasanya kalau ide dan isi ceritanya ok, judulnya bisa diganti oleh redaktur baik media massa maupun editor penerbit.

Menjelang Adzan dhuhur, acara selesai. Sebelum pulang ke rumah masing-masing kami menyantap menu andalan BumBa Resto Slawi.

Ket : FLP T : teman-teman Flp Tegal, AM : Mas Ali Muakhir






2 komentar:

  1. Senangnya silaturahim seperti ini. Apalagi bisa tambah ilmu...

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah..pernah ketemu Mas Koko waktu munas 2009 dan upgreding flp 2011 kalau ndak salah..

    BalasHapus

FLP 23 Tahun

FLP 23 tahun Menulis adalah berjuang ( HTR ) 2006, saat pertama ingin jadi penulis dan gabung FLP Cab Tegal, saya terbilang modal neka...