Senin, 08 Juni 2015

Buat Fahrudin Soleh

Suatu masa, saya merasa tak punya sahabat. Ternyata salah. Teramat salah. Sahabat saya ada di mana-mana. Dari masa SMP, SMA hingga sekarang.

Kamis, 5 Mei 2015 sampai di rumah, saya menemukan undagan pernikahan. Undangan pernikahan kawan saya di SMP. Sungguh mendapat undangan ini saya bahagia. Teramat bahagia. Hingga bingung saat kesana moso cuma baya uang sekian. Mau ngasih buku, takut ia sibuk nggak ada waktu buat baca. Akhirnya saya membeli amplop. Yang pentingkan kehadiran, doanya kan?

Singkatnya, minggu siang saya meluncur ke rumah Fahrudin Soleh, jalan menuju rumahnya, membuat saya mau tak mau menengok masa silam masa pertemanan SMP hingga sekarang ( meski hanya sekali dua kali perjumpaan ). Jalan menuju rumahnya masih seperti di dulu, di gang SD Ujungrusi di tandai dengan paving kotak yang dulunya terasa mewah sekarang mulai rusak berlubang. Beda lainnya, dulu rumah rumah di sana jarang sekarang bejibun.

Sampai di rumah Fahrudin, rumah besar itu masih seperti yang dulu. Keramik putih, cat tembok putih. Terasnya juga belum berubah. Di rumah inilah kali pertama merasai sofa yang empuk, air putih dari lemari es, nastar yang jaman dulu terasa mewah. Senang akhirnya bisa bertemu kawan yang pernah mentraktir es krim di luar pagar sekolah, ketua kelas yang nggak gampang marah padahal teman-teman sekelas buandel buandel tenan, teman yang tanpa diminta menuliskan materi dari papan tulis ( kebetulan saya sekretaris kala itu, nulis di papan ) meskipun sebal karena pas baca tulisan Mamase Faut ( teman sekelas memanggil demikian ) ini cilik tur rempet sehingga tak jelas dibaca

Surpraisenya meski lamaa tak main ke rumah Fahrudin, kakak, adik dan ibunya masih ingat kalau saya dulu sering main pakai sepeda ( dan sekarangpun masih. hehe )

Dan hari ini, senin 8 Juni 2015 teman saya telah melangsungkan akad nikah. Saya bahagia. Sangat bahagia, semoga pernikahan kau langgeng sampai maut memisahkan. Dan keluarga yang baru kau jalin hari ini, sakinah, mawadah, warrahmah. Amiin

Slawi, 8 juni 2015

ket : foto di rumah Yulianto Ramedhon ( hiks rumah ini sekarang ilang, ganti perpustakaan yang kayaknya sepi ) . Fahrudin yang pakai kaos merah muda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FLP 23 Tahun

FLP 23 tahun Menulis adalah berjuang ( HTR ) 2006, saat pertama ingin jadi penulis dan gabung FLP Cab Tegal, saya terbilang modal neka...