Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Jumat, 11 Mei 2018

Islam itu Indah

Rahmat adalah jurnalis dari majalah Republik. Karena suatu hal, Rahmat ( Fauzi Baadila ) menjadi sosok yang apatis kepada Islam padahal ia muslim. Beberapakali Rahmat membuat tulisan yang mediskriditkan Islam hal ini membuat teman teman dan pemred majalah Republik khawatir. Rahmat bergeming tidak akan mengedit tulisannya meskipun diteror dan puncaknya dipukul seorang yang tak dikenal

Suatu hari Rahmat mendapat kabar kalau ibunya di Ciamis meninggal yang mengharuskan dirinya pulang ke kampung halaman. Ditemani sahabatnya Adhin ( Adhin Abdul Hakim ), Rahmat akhirnya sampai di Ciamis.Rahmat yang bermasalah dengan Kyai Zaenal ( Humaidi ), abahnya, beberapakali terlibat pertengkaran. Suatu hari Rahmat hendak nekat pulang ke Jakarta meskipun tahu abahnya yang sudah sepuh, sakit sakitan akan ikut aksi damai di Jakarta dari Ciamis jalan kaki. Untungnya sebelum Rahmat ke Jakarta ia bertemu Aisyah ( 7 th ) yang merajuk ikut ke Jakarta. Aisyah tetap kekeuh ikut aksi meskipun sudah dibujuk Kak Yas, pengurus panti. Melihat itu, Rahmat berjanji mengajak Aisyah ke Jakarta.

Singkatnya, Rahmat dan rombongan yang dipimpin Kyai Zaenal berjalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta. Apa yang terjadi selanjutnya? akankah hubungan Rahmat-Kyai Zaenal mencair? akankah Rahmat menemukan cinta yang selama ini ia bilang omong kosong?

212, The Power of Love disutradari Jastis Arimba. Diproduseri oleh Helvy Tiana Rosa, Oki Setiana Dewi dll. Alur yang rapi, konfilik yang kuat serta pesan pesan yang bagus membuat film ini layak tonton.

Akting Fauzi sebagai jurnalis lumayan meyakinkan. Tapi saya jatuh cinta dengan karakter Kyai Zaenal, Bi Nurul ( Asma Nadia ), Kak Yas ( Meyda Safira ) dan  tentu saja Ading si Radikalis Romantis


Tidak ada komentar:

Posting Komentar