Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Selasa, 04 Maret 2014

Selamat Jalan Uwak Yono

Seminggu lalu, Uwak Yono, demikian biasa orang-orang memanggil, tutup usia setelah kurang lebih sebulan sakit dan sempat masuk rumah sakit.

Meski terbilang tetangga jauh, saya menyimpan beberapa kenangan tentang almarhum dan keluarganya. Saya kecil, pernah berjualan es lilin keliling komplek dan es tersebut saya ambil dari Mbak Urip salah satu puteri Uwak Yono. Kau tahu? dari berjualan es lilin keliling ini saya bisa merasai membaca majalah bobo secara rutin, tepatnya setelah majalah dibaca anak-anak dan adik-adik Mbak Urip. Sst terkadang kalau keadaan memungkinkan saya membaca majalah Kartini atau tabloid Nova tentu saja tanpa sepengetahuan mbak Urip, malu saya yang masih kencur membaca majalah dan tabloid wanita, keluarga. Tahu sendiri kan di majalah Kartini ada rubrik Oh Mama Oh Papa yang isinya seram-seram dan tragis-tragis? belum lagi ada rubriknya dr Naek L Tobing. Tapi suer, saya hanya sesekali ngintip dua rubrik itu. Saya lebih suka rubrik peristiwa atau cover storynya. Yang masih lamat dalam ingatan saya tentu saja tragedi kecelakaan mautnya Nike Ardila, kisruh rumah tangga Koes Hendratmo dan artis-artis tahun 90-an lainnya. Kau tahu? dengan jualan es lilin kelilling itu juga, saya dan adik bisa memakai baju atau sarung baru saat lebaran tiba.

Menginjak SMP, karena sering terlambat ke sekolah dan tentu saja kulkas atau lemari es mulai banyak yang memiliki, saya beralih profesi menjadi pekerja pabrik krupuk setelah pulang sekolah. Meski tak lagi jualan es, saya masih sering ke rumah Uwak Yono karena pabrik kerupuk tempat saya bekerja, beli nasi bungkusnya di isteri Uwak Yono dan saya sering bertugas membeli nasi bungkus sebelum para pekerja beraksi sesuai tugas masing- masing.

Waktu terus berjalan, merambat cepat. Meski terbilang tetangga jauh, saya punya beberapa kenangan dengan keluarga Uwak Yono, beberapa tahun lalu saya dimintai mengajari cucu Uwak Yono mengaji Iqro.

Ohya sekedar info, mustahil tanpa doa dan bimbingan Uwak Yono, kalau anak-anak beliau boleh dikatakan menjadi orang-orang yang mapan dan disegani di komplek kami. Satu yang selalu saya ingat, Uwak Yono kalau salat jumat selalu berangkat paling cepat. Yang lain berangkat ke masjid jam setengah dua belas, beliau jam sebelas lebih sudah menuju masjid.

Selamat jalan Uwak Yono. Selamat Pulang.

Tegal, 5 Maret 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar