Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Sabtu, 04 Januari 2014

Nostalgia With Boim Lebon

Minggu pertama desember 2013, saya mendapat sms dari dari nomor yang tak saya kenal. Isinya, Mas Suto, ini Boim Lebon. Tanggal 28-29 ini saya akan ke Tegal. Tentu saja saya tak menyangka dapat sms dari penulis serial Lupus. Serial yang berperan menyemai saya dalam mencintai dunia baca tulis

Jujur, karena senang, saya ingin membalas sms tersebut begini"Mas Boim dapat nomor saya dari siapa?" untungnya yang terkirim ke hape beliau " Oke. Nanti saya sampaikan berita bagus ini ke teman-teman pengurus Flp Tegal yang lain"

Singkat kata, seminggu kemudian, saya, Ali Irfan, dan Eri Fitniati membahas kedatangan penulis serial Faris dan Haji Obet ini di sekretariat Flp Tegal atau lebih tepatnya rumahnya Yustia Hapsari. Di rumah Yus, tersepakatilah mengenai tempat, waktu dan kontribusi untuk peserta yang ingin datang.

Jam setengah dua, tgl 29 Des, saya tiba di gedung BMT Bum, Jl Poso Tegal. Di lokasi sudah ada Ali Irfan dan Eri. Ketika saya datang, Ali Irfan pamit hendak menjemput mas Boim dari rumah mba Yola, di Mejasem.

Tepat jam dua, baru ada 5 peserta yang datang. Begitu mas Boim tiba di lantai dua BMT Bum, acara talks show Menulis Kreatif, pun dimulai.

Mas Boim membuka materi dengan menampilkan slide gambar beliau dengan Giring dan Dude Harlino.Kata mas Boim, foto dengan Giring karena sama-sama keriting, sementara foto dengan Dude karena banyak yang bilang Dude kembaran saya. Geerr..tanpa dikomando peserta yang sudah datang tertawa lepas.

Selain bercerita di awal karir, Mas Boim juga bercerita proses bagaimana buku-bukunya yang rata-rata mengalami cetak ulang.

Pada saat menceritakan proses terbitnya antologi kasih ( royalti di sumbangkan ke Kang Gito Rolies yang kala itu sedang sakit ) Badman Bidin, memori saya terkenang pada tahun 2006. Saat itu, rasanya seperti mimpi bisa bertemu dengan penulis serial Lupus kecil, dan Lupus kecil, serial favorit saya kala SMA. Hampir semua serial Lupus yang ada di perpusda kab tegal sudah saya pinjam, saya baca. Sebut saja Sunatan Masal, Guruku Manis Sekali, Duit Lebaran, Terserang si ehem, kucing kecil bernama Mulan dlsb.

Ohya karena saat menyampaikan materi fun, interaktif  dua jam berjalan begitu cepat. Mba Nurul dari Pemalang mengatakan, dia penggemar Lupus waktu sekolah, dan bisa tertawa lepas saat membacanya, dan tak menyangka kalau ada penulis lain Lupus selain Hilman. Sementara Nurbaini, berujar, saya bersyukur bisa datang di acara ini. Mas Boim menyampaikan ilmunya dengan fun, kocak sehingga tak mengantuk dan merasa terhibur. Tentu saja dapat ilmu kepenulisan yang oke banget.

Tegal 3 Jan 2013.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar