Jumat, 11 Agustus 2017

Kelas Inspirasi, Inspirasi untuk Anak Indonesia

Kelas Inspirasi diprakarsai oleh seorang pengajar muda yang pernah mengikuti program Indonesia Mengajar. Kalau Indonesia Mengajar menjadi guru selama satu tahun di desa-desa di pedalaman. Kelas Inspirasi, relawannya menjadi guru sehari. Kalau Indonesia Mengajar relawan berperan seperti guru pada umumnya, relawan Kelas Inspirasi berbagi pengalaman tentang profesi yang ditekuni.

Ketika saya mengikuti program edukatif ini, ternyata di Pekalongan dan di Brebes pun masih banyak anak-anak yang mempunyai cita-cita membuat saya mengelus dada. Bayangkan saja. Di zaman yang serba digital ini ternyata masih ada anak-anak yang kelak memimpin negeri ini bercita –cita menjadi dukun, preman bahkan pendekar. Giliran ada seorang anak yang bercita-cita Astronot ibunya yang kebetulan mendampingi ( karena masih kelas 1 ) bergumam “ Astronot..astronot apa? Cita-cita kok keduwuren

Kelas Inspirasi di bagi tiga sesi. Sesi Briefing, Sesi Hari Inspirasi, dan Sesi Refleksi

Sesi Briefing adalah sesi dimana para pengajar atau inspirator diberi bekal bagaimana caranya menghidupkan kelas. Agar kelas berlangsung lancar, nyaman dan menyenangkan. Ketika di Brebes, brifing dipimpin oleh Ibda dan Vero pengajar muda yang pernah mengajar di Papua selama setahun.

Sesi Hari Inspirasi, terdiri dari 3 bagian. Pembukaan, mengajar di kelas dan closing atau penutup. Saat mengajar di kelas, relawan atau inspirator berbagi tentang apa profesinya, manfaat profesinya bagi masyarat dan bagaimana caranya agar bisa memiliki profesi tersebut. Sebagai catatan, relawan sebisa mungkin menyampaikannya dengan jelas juga menyenangkan

Sesi penutup, selain berpamitan dengan Kepala Sekolah, Guru-guru, biasanya semua siswa-siswi diminta menuliskan nama dan cita-cita kemudian menempelkannya di pohon cita-cita. Pohon cita-cita tersebut nantinya ditinggal di sekolah agar bisa menyemangati para siswa di sekolah tersebut.

Oh iya para Inspirator sifatnya sukarela, tulus untuk berbagi inspirasi kepada sekoalah-sekolah yang terbelakang, minim fasilitas. Saya terharu ketika bertemu banyak inspirator dari beragam profesi, suku, kepercayaan yang cuti sehari untuk berbagi inspirasi. Bahkan ada juga Pak Hadi, seorang pensiunan Trafik Pesawat yang sudah mengikuti Kelas Inspirasi sebanyak 50 kali lebih lho..

Akhir kata, dengan adanya kelas Inspirasi ini , saya optimis, wajah Indonesia akan berseri kelak di kemudian hari. Semoga

Sutono Adiwerna,


Penulis adalah Ketua FLP Tegal, Penulis Lepas, Pegiat Literasi, Relawan Kelas Inspirasi tinggal di Kab Tegal

2 komentar:

FLP 23 Tahun

FLP 23 tahun Menulis adalah berjuang ( HTR ) 2006, saat pertama ingin jadi penulis dan gabung FLP Cab Tegal, saya terbilang modal neka...