Jumat, 16 Desember 2016

Dari Kelas Inspirasi

12 November 2016, saya terkejut. Seorang teman dari Yogyakarta berada di Tegal menjadi Inspirator Kelas Inspirasi Tegal 2. Dari sinilah saya berselancar laman Kelas Inspirasi. Dan mendapat informasi kalau tanggal 13 desember Kelas Inspirasi ada di Kota Pekalongan.

Singkatnya, saya mengisi formulilr pengajuan diri menjadi Inspirator KI Pekalongan dengan profesi Penulis Lepas

Dua minggu kemudian, saya mendapat email bahwa saya lolos seleksi menjadi Inspirator. Alhamdulillah. Rasanya senang bercampur deg-degan karena ini kali pertama bergabung dengan Kelas Inspirasi

Rasa senang itu tak lama. Begitu sadar kalau tabunganku telah habis buat belanja buku di beberapa lapak online. Duh padahal transport dari Tegal ke Pekalongan ditanggung relawan belum lagi iuran yang besarnya tergantung dari kelompok mana berasal.

Jadilah selain mempersiapkan diri apa-apa yang perlu dibawa ke Kota Batik, saya lebih banyak berdoa dan lebih giat menulis, dan buka lapak, jualan buku via Fesbuk

Alhamdulillah, niat baik selalu diberi kemudahan. Ada honor masuk dari sebuah tabloid, beberapa buku laku terjual dan rejeki lain dari arah yang tak disangka

Singkatnya, tanggal 12 Des sore, saya menuju Pekalongan. Sesampainya disana, saya ke rumah kerabat di Kandang Panjang. Rencananya, saya menginap di Panjang terus pagi pagi sekali baru menuju ke SD Bandengan 1 tempat saya nanti mengajar sehari.

Menjelang Magrib, saya ditelpon Fini, dari Fasilitator KI, agar sebaiknya saya menginap di Bina Griya bersama relawan lain. Katanya ada beberapa yang perlu dibahas. Singkat cerita, saya sampai di Bina Griya berkenalan dengan para relawan lain. Ada yang dari Tegal, Pemalang, Semarang bahkan Jakarta

Tepat jam 8 pagi, Kelas Inspirasipun dimulai. Saya kebagian mengajar di kelas 2, Kelas 5 dan Kelas 1. Ajaib. Saya yang pendiam dan pemalu ini ( ehem ) berhasil mengajak anak-anak Tepuk Batik, Tepuk Semangat dan menyapa Hai-Halo jika kelas mulai riuh.

Kau tahu? anak-anak berebut saat saya minta mengumpulkan tugas berisi nama, alamat, hobi dan cita-cita mereka. Sttt ini rahasia. Ada satu atau dua yang cita-citanya menjadi Pendekar. Pendekar? tapi di kelas saya lebih mending. Konon di kelas lain ada yang cita-citanya PREMAN ( duh )

Acara Kelas Inspirasi di Bandengan 1, ditutup dengan penempelan cita-cita anak-anak kelas 4 sd 6 di pohon cita-cita ( semoga cita-cita baik, tinggi kalian tercapai ya Nak )

Allah, terimakasih ketika saya belum berlimpah harta, saya diberi kesempatan oleh-Mu berbagi inspirasi.



2 komentar:

  1. Wah mas,sukses ya di Ki Pekalongan 1.pasti nagih di Ki berikutnya.smoga di sekitar pantura ada lagi...sukses slalu mas penulis,anda jg begitu menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih sudah mampir di blog yang sederhana ini.

      Hapus

FLP 23 Tahun

FLP 23 tahun Menulis adalah berjuang ( HTR ) 2006, saat pertama ingin jadi penulis dan gabung FLP Cab Tegal, saya terbilang modal neka...