Rabu, 19 Maret 2014

Keke

Malam terasa kelam meski purnama dan gumintang menghias langit. Hati Nining rusuh. Besok pagi bungsunya yang geulis akan meninggalkan kampung halaman menjemput mimpi dirimba Jakarta. Segala daya,berbagai upaya telah Nining  tempuh guna bungsunya yang berwajah manis bertahan di Ciamis. Tapi belahan jiwa Nining  itu tetap membatu.  

" Mih, Keke teh pengin seperti Nicky Astria, Mel Shandy, Meriam Belina mereka terkenal dan punya duit banyak. Tapi mengapa Mimih ente ngijinkeun? " 

"Bukannya Mimih ngelarang Keke jadi penyanyi top tapi Keke kan masih sekolah. Di Jakarta sana, saha yang masakin Neng, siapa yang membangunkan Subuh Neng, saha yang merawat kalau tiba-tiba Neng sakit. Lagi pula Neng sebentar lagi kelas tilu" 

" Mih, kang Deny sudah janji mengurus kepindahan dan mencarikan sekolah baru Keke di Jakarta. Lagi pula di sana, Keke tak tinggal sendirian ada temen-temen lain. Boleh ya Mih, mumpung dibantu Kang Deny. Teh Nicky, Cut Irna, Mba Mer kan terkenal atas bantuan beliu" 

" Tapi.."

 " Boleh ya Mih " 

" Dasar kepala batu" kata Nining  sembari mengacak-ngacak rambut panjang putri kinasihnya. 

" Ya Sudah Mimih ijinkan. Tapi, Kang Alan kakakmu musti mengantar sampai ke kontrakan Neng." lanjut Nining sembari menyambut pelukan putri bungsunya dengan mata kaca.

*****

"Keke Nangis? kenapa? Ingat si dia?" 

"Mimih di Ciamis lagi ngapain ya Ka? Keke kangen mimih Ka! " 

"Ke, setiap pilihan itu ada konsukuensi. Ada resikonya. Tapi kalau kita yakin dengan pilihan kita, bersabarlah. Demi Lilis, Keke harus kuat" ujar Inka sembari memeluk bahu sahabat barunya.
Dalam batin Keke mengamini kata-kata Inka. Demi Lilis biarlah dirinya  meredam rindu kepada mimihnya. Di Jakarta , oleh Deny Sabri Keke tidak hanya diberi kursus vokal tapi juga dimasukan ke sekolah kepribadian.

Jadwal yang padat membuat Keke memutuskan untuk menunda melanjutkan sekolah. Sebenarnya Kang Deny sudah mengupayakan tapi Keke memutuskan untuk fokus dikarir dahulu
Setelah vokal dan pembawaan Keke  mengalami kemajuan pesat, Deny Sabri memperkenalkan Keke dengan Dedy Dorres. Gayung bersambut, dengan sekali tatap muka dan sedikit tes vokal, musisi bertangan dingin mendapat ilham menciptakan lagu yang sesuai dengan karakter suara dan wajah Keke yang manis dan sendu Singkat kata dibuatlah album perdana Keke dengan lagu andalan SEBERKAS SINAR.

Felling duo Dedy tepat. Lagu Seberkas Sinar mendapat respon positif dari masyarakat luas terlebih dikalangan remaja. Ditahun itu, wajah Keke kerap muncul di televisi, lagu berirama slow rock itu memuncaki tangga lagu di radio-radio di seluruh Indonesia. Dan jika ada hajatan entah pernikahan atau khitanan dll tak lengkap rasanya kalau tak memutar lagu debutan Nike Ardila di blantika musik tanah air tsb.

Sukses album pertama, membuat Dedy Dorres kembali menggaet Keke di album kedua yang bertajuk BINTANG KEHIDUPAN. Berkat album kedua ini, Keke menjadi lady rocker papan atas dan mendapat tawaran pekerjaan diluar menyanyi. Awalnya Keke menolak karena takut dibilang aji mumpung. Tapi manakala ingat Lilis, Keke terpaksa menerima job- demi job lain. Mulai dari bintang iklan, model majalah, senitron hingga layar lebar Tangan dingin duo Dedy memang punya andil, tapi campur tangan Allah lah yang membuat Keke selalu sukses di pelbagai bidang yang ia tekuni. Sebagai penyanyi, Keke mengantongi berbagai piala penghargaan diantarannya HDX Award dan BASF Award.


 Di dunia film , Keke sukses membintangi banyak film diantaranya Kabayan dan Anak Jin, Kabayan Saba Metropolitan, Nuansa Gadis Suci, Lupus, Kembali Lagi, Saputangan Bandung Selatan. Di layar kaca Keke main bagus di Sinetron Trauma Marisa, None, Warisan dll. Di bidang model, Keke sempat meraih juara favorit pemilihan Gadis Sampul tahun 1990 dan membintangi beberapa iklan televisi.

Demi Lilis Keke yang belia bekerja keras. Keke alpa hingga tahun ke 5 di Jakarta dirinya belum menyelesaikan SMU nya. Selalu nanti dan nanti jawab Keke kala ditagih Nining mamihnya. Puncaknya ketijka lebaran 1995. Di usianya Keke yang ke 19, Keke berjanji pada mamihnya akan mengurangi aktifitas keartisannya demi melanjutkan sekolah. Tapi janji tinggal janji. Seminggu setelah lebaran berlalu, mobil Honda Civic Genio yang dikemudikan keke dengan Atun sahbat merangkap asistennya menabrak pagar rumah di Jl RE Martadinata Bandung. Pagi harinya sebelum kecelakaan maut itu terjadi, Keke sempat berkali-kali meminta maaf kepada orang-orang dekat disekitarnya.

*****

Pusara itu selalu penuh sesak oleh para peziarah. Karangan bunga tanda duka cita dari relasi dan para penggemar datang silih berganti seolah mengalir tanpa henti. Pelayat yg datang tidak hanya dari Ciamis dan warga sekitar tapi dari Bandung, Jakarta dan kota- kota lainya . " Lis, hari hampir gelap " seru perempuan setengah baya dengan sedikit terisak kepada putri nya yang beranjak remaja dengan seragam SDLB Nusantara yang seolah enggan beranjak dari pusara dengan nisan bertuliskan R.Nike Ratnadila. Lahir Ciamis 27 Desember 1975. Wafat tgl 19 maret 1995. Perempuan paruh baya itu, terlebih putrinya memang sangat terpukul . Perempuan yang biasa dipanggil ceu Romlah masih ingat kejadian 6 tahun yang lalu. Keke kala itu masih murid baru disekolah tempat ceu Romlah berjualan makanan kecil, Keke terheran, terketuk melihat Lilis putrinya yang sudah 10 tahun, belum masuk sekolah karena tidak ada biaya untuk bersekolah di sekolah khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus pula.

"Ceu, doakan ya, Keke jadi artis top dan punya banyak uang biar bisa bikin sekolah gratis buat Lilis dan anak- anak lainnya"

"Tentu neng, Ceu Romlah akan selalu doakan Neng. Doakan juga agar Ceceu kuat merawat dan sabar menjaga Lilis ya" Keke mengangguk.

" Doakan Ceceu ya Neng" ujar ceu Romlah. Keke memeluk hangat tubuh kurus ceu Romlah . Embun dimata Keke mengaril ke pipi dan jatuh membasahi daster lusuh yang dikenakan ceu Romlah

Tegal, 19 april 2011.
Nb. tulisan ini fiksi so, jika ada kesamaan or ketidak sesuaian harap maklum.
<photo id="1" />

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FLP 23 Tahun

FLP 23 tahun Menulis adalah berjuang ( HTR ) 2006, saat pertama ingin jadi penulis dan gabung FLP Cab Tegal, saya terbilang modal neka...