Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Kamis, 01 Desember 2016

Menantu, Mertua dan Tabib

Alkisah ada seorang perempuan muda. Perempuan tersebut tinggal bersama mertuanya yang menurutnya cerewet, rewel dan suka ikut campur. Apa saja yang dilakukan perempuan itu, salah di mata mertuanya. Masakannya tak sedap, dandannya teralalu menor, tak tahu adat dan komentar negatif lainnya. Ketika perempuan muda mengadukan hal ini kepada suaminya, sang suami cuma bisa bilang sabar, sabar dan sabar

Merasa tak kuat dengan tingkah laku ibu mertuanya, perempuan muda itu mendatangi seorang tabib. Kepada tabib itu, perempuan muda tersebut meminta ramuan agar ibu mertuanya mati secara perlahan. Sebelum perempuan muda meninggalkan rumah praktek tabib, tabib itu berpesan, " jangan lupa taburi ramuan itu ke makanan, minuman mertuamu. Selama ibu mertuamu masih hidup, berpuralah menjadi menantu yang baik. Iyakan semua perkataannya. Dalam 4 minggu tunggu hasilnya ya anakku"

Singkat kata, perempuan muda itu dengan telaten memberi makanan, minuman  kepada ibu mertuanya. Tak hanya itu, perempuan muda itu juga menuruti apa saja yang dikatakan ibu mertuanya. Kalau kata ibu mertua masakannya terlalu asin, keesokan  harinya perempuan itu mengurangi garam saat memasak dan lainnya. Singkatnya, perempuan muda itu pura pura manis, menurut kepada ibu mertuanya.

Hari berganti, minggu berlalu. Suatu hari tanpa sengaja perempuan muda itu mendengar ibu mertuanya berbicara pada anaknya ( suami perempuan muda ) " Nak, sekarang istrimu berubah. Istrimu penurut, salehah. Ibu sayaaanggg sekali dengan istrimu. Dalam salat, ibu berdoa semoga kita semua kelak berkumpul di surga "

Deg...perempuan itu kaget. Terharu. Merasa menyesal. Di dalam kamar, perempuan muda itu menangis tersedu, bergetar memohon ampun kepada Allah Swt . Diam-diam, perempuan muda itu, mulai pula mencintai ibu mertuanya. Dan tak ingin ibu mertuanya mati ditangannya.

Perempuan muda itupun mendatangi rumah tabib. " Ya Tabib, berikan penawar kepadaku. Aku sekarang sayang pada ibu mertuaku. Ibu mertua juga sayang padaku  Ya Tabibbb. Tolong akuuu"

Sang tabib tersenyum. " Anakku, syukurlah mata hatimu telah terbuka. Anakku, sebenarnya ramuan yang kuberikan padamu dahulu, adalah ramuan kesehatan. Pulanglah cium kaki ibu mertuamu "

NB. Terinspirasi Kisah Teladan yang di sampaikan OSD ( Oki Setiana Dewi ) di Islam itu Indah. Foto,
sumber internet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar