Jumat, 06 Januari 2017

Dijual Buku-Buku, Murah


1. Lanfang, Kembang Gunung Purei, 20rb
2. Menemukanmu, Helga Rif, 20rb
3. Judy Moodi, 17rb
4. Hulubalang Raja, Balai pustaka, 25rb
5. Topeng Kematian, 20rb
6. Chin Yung, 17rb




Sabtu, 31 Desember 2016

Pelatihan Matematika Detik di RBA Tegal, diliput Net TV

Selasa 20 Des 2016, saya dihubungi penulis buku Titik Ba, Mas Toha Faaz beliau berencana memakai Rumah Baca Asma Nadia Tegal ( RBA Tegal ) pelatihan Matematika Detik sekaligus pengenalan metode menghitung secepat membaca huruf  tersebut ke anak-anak RBA Tegal. Dan istimewanya pelatihan tersebut akan diliput Net TV

Saya langsung mengiyakan. Karena mumpung anak-anak yang biasa berkunjung ke rumah baca yang letaknya di belakang rumah dinas Bupati ini sedang libur panjang semester pertama, jadi ada kegiatan positif lain selain meminjam dan membaca buku tentunya.

Karena musim lebaran kemarin RBA buat halal bi halal karyawan toko buku Media Ilmu ( RBA Tegal memang berada di rumah Pak Pangat, Pemilik toko buku beken di Slawi tersebut ) jadi bukunya agak sedikit berantakan. Jadi, jumat pagi tanggal 23 Des saya dibantu Umam dll kerja bakti agar buku-buku terlihat cantik dan ndak ngisin-ngisini buat syuting. Televisi nasional pula. Kerja bakti selesai sekitar 11.30, menjelang salat jumat.

Saat saya bersiap menuju RBA Tegal, saya ditelpon penulis buku Titik Ba, kalau pelatihan matematika detik ditunda jumat depannya lagi. Duh padahal sudah kerja bakti, sudah pula woro-woro ke anak-anak agar dandan lebih rapi, lebih cantik, lebih guanteng hehe. Untungnya anak-anak legawa. Alhamdulillah, tapi saya tekankan pada anak-anak agar tak terlalu berharap. Hehe. Why? Net TV wartawannya pasti punya jadwal yang padat, dan tak menentu.

Jumat 30 Des pagi, saya dihubungi penulis Titik Ba bahwa siang nanti positif Net TV siap meliput. Alhamdulillah

Jam setengah dua siang, saya sudah sampai di RBA Tegal. Anak-anak sudah pada kumpul. Sayangnya hanya anak-anak perempuan saja. Ketika saya tanya ke salah satu anak, katanya anak-anak lanang ndak mau ikut takut dikasih pertanyaan perkalian dan sebagainya. Ketika saya melihat Damar cs sedang bermain bola, saya bujuk agar mereka datang. " cuma syuting, ndak ada ujian. Cuma sedikit pelatihan" Alhamdulillah meski awalnya mereka tak percaya, tapi akhirnya mereka mau menyudahi bermain bola untuk ganti pakaian.

Tepat jam dua siang, tim Matematika Detik datang. Setelah dirasa siap, wartawan Net TV juga akhirnya juga sampai di rumah baca yang berdiri tahun 2009 ini.

Acara pelatihan pun dimulai. Alhamdulillah semua lancar. Untuk menghitung secepat membaca huruf, diperlukan proses dan latihan yang cukup, begitu pemateri mengawali acaranya.

Tak hanya anak-anak yang ikut belajar Matematika Detik para relawan juga mencoba metode agar bisa menghitung cepat tersebut. Ohya selain mewawancarai penulis Matematika Detik, Net TV juga mewawancara Pak Pangat dan Saraya Adjrina, mewakili anak-anak RBA Tegal

Akhir tahun yang manis, RBA Tegal tak disangka diberi kesempatan yang menurut saya istimewa
ini.


Kamis, 22 Desember 2016

Menulis Itu Asyik bersama SMPIT Assalam Pekalongan

Bakda salat Ashar saya dijemput Mas Fathcu menuju SMPIT  Assalam Pekalongan. Ohya sebenarnya saya di Pekalongan dalam rangka menjadi Inspirator Kelas Inspirasi Pekalongan dan kebetulan diminta Ustazah Azmi, guru jurnalistik di sekolah tersebut untuk mampir agar memotivasi santri-santri yang ikut eskul jurnalistik.

Sesampainya di SMPIT, saya langsung menuju lantai 2 tepatnya di ruang kelas 7C. Dengan pengeras suara, Mas Fathcu, mengumpulkan anak-anak eskul jurnalistik

Tak berapa lama, semua santri putri  berdatangan. Mereka dengan sigap menata kursi dan menempati tempat duduk masing-masing. Salwa, yang ditugasi sebagai MC membuka acara. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur'an saya berdiri di muka kelas

Alhamdulillah atmosfir kelas inspirasi masih menyala sehingga bisa saya bagi dengan memulai tepuk kota batik sebelum saya menyampaikan sedikit ilmu kepenulisan yang saya punya

Saya mengawali materi dengan manfaat menulis yakni menyehatkan, keliling dunia, banyak teman dan berdakwah.Menyehatkan, saya nukil kisah Teh Pipiet Senja, dan Pak Habibie. Keliling dunia, saya menceritakan perjalanan asianya Mas Golagong, travelingnya Mba Asma Nadia, dan Tere Liye. Banyak teman, saya kasih bukti bisa bertemu dengan teman-teman Kelas Insprasi dan bisa ketemu siswi SMPIT  Assalam. Berdakwah, saya ambil contoh buku-buku Kang Abik, Ust Yusuf Mansur dll.

Alhamdulillah sembari berkisah, saya menangkap adik-adik yang berkisar 30an terlihat nyaman, nyambung dan antusias

Onya saya menyampaikan tentang Mencari Ide, Membuat Judul yang Oke, dan Tips Membuat Cerita yang Oke

Saat sesi latihan, semua terlihat antusias. Alhamdulillah. Insyaallah jika bakat mereka diasah, diasah lagi, kelak mereka menjadi penulis-penulis hebat. Amiin.

Pukul 17.15, Menulis Itu Asyik saya closing. Alhamdulillah 13 Desember menjadi moment istimewa. Berbagi di dua tempat.Kelas Inspirasi Pekalongan dan Sedikit Motivasi ke SMPIT Assalam Pekalongan.

Jumat, 16 Desember 2016

Dari Kelas Inspirasi

12 November 2016, saya terkejut. Seorang teman dari Yogyakarta berada di Tegal menjadi Inspirator Kelas Inspirasi Tegal 2. Dari sinilah saya berselancar laman Kelas Inspirasi. Dan mendapat informasi kalau tanggal 13 desember Kelas Inspirasi ada di Kota Pekalongan.

Singkatnya, saya mengisi formulilr pengajuan diri menjadi Inspirator KI Pekalongan dengan profesi Penulis Lepas

Dua minggu kemudian, saya mendapat email bahwa saya lolos seleksi menjadi Inspirator. Alhamdulillah. Rasanya senang bercampur deg-degan karena ini kali pertama bergabung dengan Kelas Inspirasi

Rasa senang itu tak lama. Begitu sadar kalau tabunganku telah habis buat belanja buku di beberapa lapak online. Duh padahal transport dari Tegal ke Pekalongan ditanggung relawan belum lagi iuran yang besarnya tergantung dari kelompok mana berasal.

Jadilah selain mempersiapkan diri apa-apa yang perlu dibawa ke Kota Batik, saya lebih banyak berdoa dan lebih giat menulis, dan buka lapak, jualan buku via Fesbuk

Alhamdulillah, niat baik selalu diberi kemudahan. Ada honor masuk dari sebuah tabloid, beberapa buku laku terjual dan rejeki lain dari arah yang tak disangka

Singkatnya, tanggal 12 Des sore, saya menuju Pekalongan. Sesampainya disana, saya ke rumah kerabat di Kandang Panjang. Rencananya, saya menginap di Panjang terus pagi pagi sekali baru menuju ke SD Bandengan 1 tempat saya nanti mengajar sehari.

Menjelang Magrib, saya ditelpon Fini, dari Fasilitator KI, agar sebaiknya saya menginap di Bina Griya bersama relawan lain. Katanya ada beberapa yang perlu dibahas. Singkat cerita, saya sampai di Bina Griya berkenalan dengan para relawan lain. Ada yang dari Tegal, Pemalang, Semarang bahkan Jakarta

Tepat jam 8 pagi, Kelas Inspirasipun dimulai. Saya kebagian mengajar di kelas 2, Kelas 5 dan Kelas 1. Ajaib. Saya yang pendiam dan pemalu ini ( ehem ) berhasil mengajak anak-anak Tepuk Batik, Tepuk Semangat dan menyapa Hai-Halo jika kelas mulai riuh.

Kau tahu? anak-anak berebut saat saya minta mengumpulkan tugas berisi nama, alamat, hobi dan cita-cita mereka. Sttt ini rahasia. Ada satu atau dua yang cita-citanya menjadi Pendekar. Pendekar? tapi di kelas saya lebih mending. Konon di kelas lain ada yang cita-citanya PREMAN ( duh )

Acara Kelas Inspirasi di Bandengan 1, ditutup dengan penempelan cita-cita anak-anak kelas 4 sd 6 di pohon cita-cita ( semoga cita-cita baik, tinggi kalian tercapai ya Nak )

Allah, terimakasih ketika saya belum berlimpah harta, saya diberi kesempatan oleh-Mu berbagi inspirasi.



Kamis, 15 Desember 2016

Cinta Luar Biasa, Laki laki Biasa

Judul Film : Cinta Laki Laki Biasa
Sutradara : Guntur Suharyanto
Produksi : Kharisma Starvision
Skenario : Alim Studio
Pemain : Velove Vexia, Deva Mahenra, Dini Aminarti, Nino Vernandez, Ira Wibowo, Dewi Yull, Yati Surahman dll

Sebenarnya saya sudah merencanakan menonton Film yang diadaptasi dari cerpen Mba Asma ini pas di hari pertama dirilis. Tapi, pada tanggal 1 desember 2016, film ini belum tayang di Gajah Mada Cinema Tegal. Pada tanggal 4 desember, saya mendapati iklan di sebuah koran bahwa film yang cerpennya ada di buku Cinta Laki-Laki Biasa ( ada cerpen saya lho-P ) tayang di gedung bioskop yang beralamat di jalan Gajah Mada Tegal ini. Sayangnya, saat itu saya sedang menyiapkan diri menjadi relawan Kelas Inspirasi pada tgl 13 desember. Finaly, bisa ketemu Nania dan Rafi meski agak telats.

Sinopsis

Nania Adinda Wiryawan  ( Velove ) kenal Rafly ( Deva ) saat dirinya magang di tempat  Rafly bekerja
Nania terkesan dengan kesederhanaan, kejujuran, kesalehan  Muhammad Rafly  Imani yang kebetulan menjadi mentor Nania

Gayung bersambut. Diam-diam Rafly juga mengagumi Nania yang cantik, cerdas, sarjana, anak orang kaya, ramah serta tak canggung bergaul dengan para tukang bangunan tempat Raflybekerja.

Saat menghadiri acara Wisuda Nania, Rafly membatalkan menemui Nania karena melihat Nania dan keluarganya tengah bercengkrama dengan Tio, dokter muda lulusan Jerman, tampan yang hendak dijodohkan dengan Nania

Suatu hari, Nania dan Rafly bertemu kembali karena tempat kerja keduanya bekerja sama. Singkatnya, Rafly mengutarakan niatnya untuk bertaaruf dengan gadis cantik nan cerdas itu. Dan Nania menerima ajakan laki-laki yang biasa tersebut

Tentu saja keinginan Nania ditentang keluarganya. Terlebih ibunya ( Ira Wibowo ). Meski mendapat pertentangan dari sana sini, Nania tetap kukuh dan bersedia dipinang Rafly, laki laki biasa, dengan wajah biasa, pekerjaan biasa dan gaji yang juga biasa

Tak terasa, 10 tahun lamanya Rafly dan Nania berumah tangga. Meski dengan kehidupan serba sederhana, Nania merasa bahagia dan harmonis. Tidak seperti rumah tangga kakak- kakak Nania yang didapati secara tak sengaja tengah bertengkar.

Suatu hari, Nania hendak menuju rumah salah seorang kakaknya ( Dewi Rezer ) yang hendak bunuh diri karena suaminya ditangkap KPK karena kasus korupsi. Malang tak dapat ditolak, saat mobil Nania melaju, dari arah berlawanan mobil Nania dihantam truk dengan kecepatan tinggi.

Benturan keras di kepala, membuat Nania kehilangan memori masa lalunya. Singkatnya, Nania tak bisa mengenali siapa saja termasuk Rafly dan Yasmin ( anak mereka )

Sekuat tenaga, Rafly berusaha mengembalikan memori isteri yang dicintainya. Sayangnya hal ini menyebabkan Nania frustasi. Nania tak hanya tak mau bertemu dengan Raffi, Nania bahkan tak mau lagi diterapi oleh dokter Tio (  Nino Fernandez ). Di tengah  kesedihan, kebingungannya, serta membagi waktu bekerja dan mengasuh Yasmin dan Yusuf, Raffi meminta tolong kepada Lulu ( Dini Aminarti ) agar Nania kembali mau menjalani pengobatan. Bagaimana kisah selanjutnya?

Menurut saya, film Cinta Laki-laki Biasa menghanyutkan. Dibanding film Mba Asma sebelumnya ( Surga Yang tak Dirindukan, Jilbab Traveler, Pesantren Impian ) Cinta Laki-laki Biasa lebih meninggalkan kesan. Selain penyutradaraan, skenario yang menurut saya oke punya, Velove dan Deva berhasil menghidupkan tokoh Nania dan Rafliy dengan nyaris sempurna. Pemain pendukungnya juga bermain natural, dan yang paling mencuri perhatian menurut saya Yati Surahman dan Dewi Yull. Yati berperan sebagai si Mbok, pembantu keluarga Nania dan Dewi sebagai ibunda Rafly.

Catatan saya, adegan kenalan Nania dan Rafly  terkesan klise, untungnya dimodifikasi dengan adanya tokoh Thole saat Nania dan Raffi yang membuat kami penontonnya tersenyum-senyum. Ost yang dibawakan Deva tak sekuat saat KD megisi Ost Surga yang tak dirindutkan. Akhir kata, jika masih ada jadwal penayangan film ini di bioskop di dekat anda, tontonlah, Insyaallah banyak hal yang dapat kita petik. Oh ya ornamen seperti cat tembok warna biru, pohon, petir yang sebelumnya tak kira hanya tempelan, ternyata bisa menjadi jembatan mengurai konflik. Dan ini keren kata saya





Kamis, 01 Desember 2016

Menantu, Mertua dan Tabib

Alkisah ada seorang perempuan muda. Perempuan tersebut tinggal bersama mertuanya yang menurutnya cerewet, rewel dan suka ikut campur. Apa saja yang dilakukan perempuan itu, salah di mata mertuanya. Masakannya tak sedap, dandannya teralalu menor, tak tahu adat dan komentar negatif lainnya. Ketika perempuan muda mengadukan hal ini kepada suaminya, sang suami cuma bisa bilang sabar, sabar dan sabar

Merasa tak kuat dengan tingkah laku ibu mertuanya, perempuan muda itu mendatangi seorang tabib. Kepada tabib itu, perempuan muda tersebut meminta ramuan agar ibu mertuanya mati secara perlahan. Sebelum perempuan muda meninggalkan rumah praktek tabib, tabib itu berpesan, " jangan lupa taburi ramuan itu ke makanan, minuman mertuamu. Selama ibu mertuamu masih hidup, berpuralah menjadi menantu yang baik. Iyakan semua perkataannya. Dalam 4 minggu tunggu hasilnya ya anakku"

Singkat kata, perempuan muda itu dengan telaten memberi makanan, minuman  kepada ibu mertuanya. Tak hanya itu, perempuan muda itu juga menuruti apa saja yang dikatakan ibu mertuanya. Kalau kata ibu mertua masakannya terlalu asin, keesokan  harinya perempuan itu mengurangi garam saat memasak dan lainnya. Singkatnya, perempuan muda itu pura pura manis, menurut kepada ibu mertuanya.

Hari berganti, minggu berlalu. Suatu hari tanpa sengaja perempuan muda itu mendengar ibu mertuanya berbicara pada anaknya ( suami perempuan muda ) " Nak, sekarang istrimu berubah. Istrimu penurut, salehah. Ibu sayaaanggg sekali dengan istrimu. Dalam salat, ibu berdoa semoga kita semua kelak berkumpul di surga "

Deg...perempuan itu kaget. Terharu. Merasa menyesal. Di dalam kamar, perempuan muda itu menangis tersedu, bergetar memohon ampun kepada Allah Swt . Diam-diam, perempuan muda itu, mulai pula mencintai ibu mertuanya. Dan tak ingin ibu mertuanya mati ditangannya.

Perempuan muda itupun mendatangi rumah tabib. " Ya Tabib, berikan penawar kepadaku. Aku sekarang sayang pada ibu mertuaku. Ibu mertua juga sayang padaku  Ya Tabibbb. Tolong akuuu"

Sang tabib tersenyum. " Anakku, syukurlah mata hatimu telah terbuka. Anakku, sebenarnya ramuan yang kuberikan padamu dahulu, adalah ramuan kesehatan. Pulanglah cium kaki ibu mertuamu "

NB. Terinspirasi Kisah Teladan yang di sampaikan OSD ( Oki Setiana Dewi ) di Islam itu Indah. Foto,
sumber internet

Sabtu, 19 November 2016

Cinta Sejati Laki-laki Biasa

                Judul Buku : Cinta Laki-Laki Biasa
            Pengarang : Asma Nadia dkk
            Penerbit : Asma Nadia Publishing House, Depok
            Cetakan Pertama : Juni 2016
            ISBN : 978-602-9055-45-0

                Saat Nania memutuskan bersedia dipersunting Rafli, bertubi-tubi keluarga dan teman-temannya berusaha mengubah keputusan gadis cantik itu
                Betapa tidak? Nania hampir punya segalanya. Wajah yang cantik, cerdas, terpelajar dan berasal dari keluarga yang kaya raya. Sedang Rafli? Hanya laki laki biasa tidak seperti dokter Tio yang lulusan kampus terbaik di Jerman, memiliki rupa dan penampilan seperti model
                Nania kukuh dengan keputusannya menikah dengan Rafli, lelaki biasa, dari keluarga biasa, wajah biasa dengan pekerjaan dan juga gaji yang  amat biasa.
                Hingga bilangan tahun ke 10, teman-teman dan keluarganya masih menyayangkan keputusan Nania menikahi Rafli dan Nania tetap bertahan.
                Badai datang saat Nania mengandung anak ketiganya.
                Saat hendak melahirkan, kandungan Nania bermasalah. Memang bayi Nania lahir sehat dan selamat tetapi Nania koma, tak siuman hingga seminggu lebih lamanya yang menyebabkan tubuh Nania tak lagi sempurna. Bagaimana kisah selanjutnya?
                Cinta Laki Laki Biasa, merangkum 18 cerpen karya pemenang lomba Cinta Dalam Aksara yang diikuti kurang lebih 5000 penulis cerpen.
                Selain cerpen Cinta Laki Laki Biasa yang memikat karena  alur dan konfliknya terjaga  karya Asma Nadia, ada banyak cerita romantis dan inspiratif di dalamnya seperti, cerpen bertajuk  Suatu Senja di Alun alun Kota ( Sutono Adiwerna ) , Lirih ( Wiwik Waluyo ), Badrun Ingin Menjadi Batu ( Seto Permada )  Batu Cinta (  Yus R Ismail  ), Telor Dadar  ( Dita HC ), 30 Menit  ( Isa Alamsyah ) dan lain lainnya.
                Kelebihan lainnya,  buku ini dibumbui kutipan indah, kaver dan layout buku yang memikat. Terakhir tak ada gading yang tak retak pasti cerpen-cerpen di buku ini ada satu, dua yang  kurang dari sempurna. Tapi, semoga menumbuhkan semangat akan cinta sejati dan melarutkannya dalam doa-doa. Selamat membaca


                Penulis Resensi : Sutono

            Pekerjaan : Penulis lepas, Guru eskul jurnalistik dan aktivis Rumah Baca di Kab Tegal

NB. Resensi ini, dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat, 19 Nov 2016