Sabtu, 01 April 2017

Tips Agar Murid Mau Menulis


            Menyuruh anak didik menulis kreatif semacam puisi, cerpen, pantun atau artikel tak semudah membalikan telapak tangan. Salah satu tips saya saat mengajar ekstra kulikuler jurnalistik adalah berkisah tentang tokoh/penulis yang dikenal, tentu dengan penekanan sedemikian rupa saat membawakan kisahnya.

 Dulu, Rani kecil tinggal di sebuah bilik kayu mungil, di pinggir rel kereta pai Gunung Sahari. Ia memilik seorang kakak yang berusia dua tahun di atasnya. Dan gadis kecil itu sangat mencintai kakaknya.
                Rani kecil sangat suka membaca. Ia membaca semua. Buku cerita, buku pelajaran, koran, bungkus cabai, dan pembungkus sayur lainnya yang di bawa pulang sang mama dari pasar
                Suatu hari, Rani kecil kepalanya terbentur ujung besi yang lancip. Berdarah. Yang menyebabkan gegar otak
                Tak hanya itu, Rani kecil juga mempunyai kelainan otak di bagian belakang, paru-paru kotor, jantungnya bermasalah, giginya membusuk dan tak beraturan sehingga haru dicabut 14 giginya. Meski begitu Rani kecil tak pernah mengeluh
                Suatu hari Rani kecil berujar “ Kak  aku ingin sekali punya perpustakaan. Aku juga ingin menyewakan buku-buku cerita kita pada anak-anak lain”
                Kakaknya memandang  sang adik dengan berbinar “Kakak setuju. Kita taruh buku-buku kita diatas meja kayu di depan rumah. Kita tawarkan pada mereka yang lewat”
                Mulailah Rani kecil dan kakaknya menjejerkan buku-buku mereka di depan rumah kontrakan mereka yang kecil
                “Suatu hari, kakak akan menulis buku cerita seperti ini”kata kakaknya sambil memandang langit
                “Aku juga” Kata Rani kecil.” Tapi apa bisa Kak? Aku kan gegar otak”
                “Tentu dek. Tentu saja kamu bisa. Kamu bisa melakukan apapun yang kakak kerjakan bila kamu mau” jawab kakaknya
                Disela-sela sekolah dan bolak-balik ke dokter, Rani kecil mengikuti berbagai kegiatan. Pramuka, vokal grup, teater. Apa saja
                “Saya akan melawan penyakit saya dengan berkarya kak. Dengan melakukan sesuatu “ tekad Rani kecil.
                Dan tahukah anak-anak siapa Rani kecil dan kakaknya itu? Mereka adalah dua penulis hebat. Bunda Asma Nadia dan Bunda Helvy Tiana Rosa
                Rani kecil, sekarang lebih dikenal dengan Asma Nadia. Bukunya sudah pululahan. Sebagian besar tergolong buku laris. Beberapa diantaranya sudah di filmkan seperti Emak Ingin Naik Haji, Rumah Tanpa Jendela. Yang terbaru Catatan Hati Seorang Isteri, Jilbab in Love sudah di sinetronkan.
                Asma Nadia juga telah meraih berbagai penghargaan dari bidang menulis. Tak hanya itu, sekarang Asma Nadia memiliki Rumah Baca gratis untuk kaum dhuafa yang tersebar di mana-mana
                Kakaknya, Helvy Tiana Rosa juga sekarang di kenal sebagai sastrawan kenamaan, dosen. Pendiri Forum Lingkar Pena ( komunitas pengkaderan penulis muda )  ini, juga telah menulis puluhan buku yang tak kalah laris. Salah satu yang fenomenal adalah Ketika Mas Gagah Pergi telah diangakat ke layar lebar atau film.
                Kisah yang saya kutip di pengantar buku Emak Ingin Naik Haji ini, saya bacakan dengan intonasi sedemikian rupa di depan murid-murid eskul jurnalistik yang saya ajar. Dan Subahanallah  seminggu kemudian dengan mata berkaca saya menerima cerpen, puisi, cerita pengalaman yang mereka tulis   
                Setelah saya baca, beberapa tulisan saya kirim ke koran minggu. Dan Alhamdulillah sudah ada yang tulisannya menghias salah satu koran nasional
                Dan ketika saya di minta sekolah menghidupkan kembali mading sekolah, saya kembali tersenyum mendengar mata-mata kecil itu berkata
                “Pak Saya bikin cerpen ya..”
                “Pak saya Nulis puisinya “
                “Pak bikin pantun boleh? “
                “Pak cergam saya yang buat ya ! pliss “

                Semoga semangat mata-mata kecil itu selalu terjaga. Sehingga mereka kelak ada yang menjelma menjadi penulis hebat seperti halnya Helvy dan Asma Nadia. Amiin. Ohya murid-murid saya sekarang karya-karyannya sudah ada yang dimuat di majalah Bobo, Kedaulatan Rakyat, Suara Merdeka bahkan ada yang sudah bikin novel anak.


Sutono Adiwerna, Guru Eskul Jurnalistik, Ketua FLP Tegal. Tinggal di Kab Tegal

NB, dimuat di Radar Tegal, Halaman Opini Jumat 31 Maret 2017, dan sabtu 1 April 2017

Jumat, 31 Maret 2017

Andai Hari ini Aku dimakamkan

“ Hari ini ku mati,
Perlahan...
Tubuhku ditutup tanah.
Perlahan...
Semua pergi meninggalkanku...
Masih terdengar jelas langkah² terakhir mereka,
Aku sendirian,
Di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
Sendiri,
Menunggu pertanyaan malaikat...
Belahan hati,
Belahan jiwa pun pergi.
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain.
Aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka...
Sanak keluarga menangis,
Sangat pedih,
Aku pun demikian,
Tak kalah sedih...
Tetapi aku tetap sendiri,
Di sini, menunggu perhitungan.
Menyesal sudah tak mungkin.
Tobat tak lagi dianggap,
Dan maaf pun tak bakal didengar,
Aku benar-benar harus sendiri...
Ya Allah...
Jika Engkau beri aku 1 lagi kesempatan,
Jika Engkau pinjamkan lagi beberapa hari milik-MU,
Untuk aku perbaiki diriku,
Aku ingin memohon maaf pada mereka...
Yang selama ini telah merasakan dzalimku,
Yang selama ini sengsara karena aku,
Tersakiti karena aku...
Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini yang telah kukumpulkan,
Yang bahkan kumakan,
Ya Allah beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
Untuk berbakti kepada Ayah & Ibu tercinta...
Teringat kata-kata kasar & keras yang menyakitkan hati mereka,
Maafkan aku Ayah & Ibu, mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayangmu,
Beri juga ya Allah aku waktu untuk berkumpul dengan keluargaku,
Menyenangkan saudara-saudaraku..
Untuk sungguh-sungguh beramal soleh.
Aku sungguh ingin bersujud dihadapan-Mu lebih lama lagi..
Begitu menyesal diri ini.
Kesenangan yang pernah kuraih dulu,
Tak ada artinya sama sekali...
Mengapa kusia-siakan waktu hidup yang hanya sekali itu...?
Andai aku bisa putar ulang waktu itu...
Aku dimakamkan hari ini,
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan,
Dan ketika semua menjadi terlambat,
Dan ketika aku harus sendiri...
Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab & dikumpulkan di Padang Mashar...
Puisi Almarhum "Bang Remy Soetansyah,"
"ANDAI HARI INI AKU DIMAKAMKAN"
Nb. Puisi dan Gambar, sumber dari internet

Kamis, 23 Maret 2017

Panduan Jurnalistik Untuk Pelajar

Judul Buku : Serunya Jadi Wartawan
            Penulis : Matris Radyamas dan Kabun Triyanto
            Penerbit : Lintang, Indiva, Solo
            Cetakan 1 : Juni 2016
            Tebal : 104 halaman
            ISBN : 978-602-1614-54-9
                Banyak wartawan yang kemudian menjadi tokoh negara ini. Sebut saja Harmoko, Dahlan Iskan, Meutiya Hafid, Johan Budi SP dan lain-lain
                Selain itu, manfaat kegiatan jurnalistik juga sangat besar. Ada baiknya, sedari kecil anak-anak perlu dikenalkan dengan dunia kewartawanan
                Buku bertajuk Serunya Jadi Wartawan ini terdiri dari 5 Bab.
                Bab Pertama, Apa sih Jurnalistik Itu? Mengupas sejarah jurnalistik, pengertian jurnalistik, Jenis dan fungsi media massa. Ternyata, cikal bakal jurnalistik itu ada sejak jaman Nabi Nuh A.S.  Kala itu, kerajaan Nabi Nuh dilanda banjir besar. Dan Nabi Nuh memerintahkan kepada seekor burung untuk memantau, melaporkan kondisi kerajaan.
                Bab Kedua, berisi  Pengertian Wartawan, struktur redaksi media massa, wartawan yang menjadi tokoh. Ternyata, antara media massa satu dan lainnya melikik struktur redaksi yang berbeda-beda lho
                Bab ketiga, Tahu Soal Berita mengupas  pengertian berita, unsur berita, jenis berita. Disini kita dikenalkan dengan rumus 5W + 1 H
                Bab keempat, Bagaimana Sih cara mendapat Berita?  Isinya bagaimana caranya mendapat berita yakni dengan wawancara dengan narasumber. Ada tips-tips menghadapi berbagai karakter narasumber lho. Seruu.
                Dan bab pemuncak berupa latihan menulis berita
                Buku yang ditulis sepasang suami istri ini menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dicerna. Dilengkapi grafik, tabel, contoh dan latihan menulis berita menjadi nilai plus buku ini.
                Buku ini, cocok untuk pelajar dari SD hingga SMA yang  ingin bercita-cita menjadi jurnalis handal. Pas juga buat guru dan orang tua yang ingin mengenalkan dunia kewartawanan kepada anak didiknya. Selamat Membaca


PERESENSI : Sutono Adiwerna. Penulis Lepas, Guru Eskul Jurnalistik, Aktifis Rumah Baca Asma Nadia Tegal

 

Rabu, 22 Maret 2017

Bekal Untuk Pengantin

Judul  Buku : Psikologi Pengantin
Penulis : Sinta Yudisia
Penerbit : Indiva Media Kreasi, Solo
Cetakan   : Juni  2016
Tebal buku : 200 halaman
Harga : Rp. 40.000
ISBN : 978-602-1614-98-3

                “ Jangan pernah mencintai seseorang yang tidak mencintai Allah. Jika Allah saja dia tinggalkan, apalagi seorang dirimu” ( Imam Syafii  )
                Buku bertajuk Psikologi  Pengantin ini berisi 3 Bab. Yakni, Pre-Wedding, Honey Moon and Sex  dan Post-Wedding. Setiap Babnya, terdiri  Sub-Sub Bab yang diurai dengan bahasa sederhana namun sarat makna
                Bab Pre-Wedding mengupas tentang Jodoh, Keluarga, Karir,  Rencana Masa Depan,  Mahar serta Pernak-pernik Pernikahan dan Biayanya.
                Jodoh, tak ada jaminan mereka yang ditemui di masjid, membaca Al-Qur’an 100% garansi shalih dan masuk surga, tetapi manusia terus belajar dan menetapkan standar. Bila yang yang shalat dan mengaji setiap hari saja suatu saat berperangai buruk, apakah seorang gadis lebih merasa yakin menyerahkan diri pada seorang pemuda yang tidak shalat, tidak mengaji?
                Jadi untuk pertimbangan memilih jodoh, Agama hendaknya menjadi tolak ukur utama baru setelah itu, fisik, status, pendidikan dan lainnya
                Pernikahan bukan semata-mata menyatukan dua individu saja, naman juga dua keluarga bahkan dua budaya. Untuk memasuki jenjang pernikahan, mempertimbangkan restu dari orang tua, nenek dan kakek, keluarga besar. Jangan sampai hubungan pernikahan justeru merenggangkan  ikatan kekerabatan
                Rezeki Allah tak dapat ditebak. Namun perlu dikelola sebaik-sebaiknya. Saat  hendak memasuki  jenjang pernikahan semua harus dikomunikasikan termasuk soal Karir/pekerjaan  agar kelak tidak menjadi sandungan dalam mengarungi bahtera rumah tangga
                Sebelum memasuki  jenjang pernikahan, perlu juga  merencanakan agar kedua pasangan memahami agama lebih sempurna, punya anak, mapan finansial dan mandiri
                Mahar adalah tanda kasih sayang dan menjadi ikatan antara lelaki dan perempuan untuk membangun rumah tangga. Mahar harus merupakan kerelaan antara antara dua pasangan mempelai. Sekalipun perempuan yang paling mudah maharnya adalah yang paling baik
                Bila harus berhutang demi penyelenggaraan pesta pernikahan, pastikan dalam jangka waktu tertentu mampu mengembalikannya
                Bab  kedua, Honey moon and Sex, mengupas bagaimana menikmati masa legit pernikahan di awal tahun, bagai mana hubungan intim suami-isteri yang berkualitas menurut agama, serta menjaga agar pernikahan tetap romantis meski telah berbilang tahun sebuah pernikahan
                Bab Ketiga, Post-wedding, menguliti  rumah tinggal. Apakah dengan cara memiliki rumah sendiri,  tinggal di rumah kontrakan, kos kosan, apartemen,  tinggal di rumah orang tua ataupun di rumah mertua tentu dengan segala pertimbangannya
                Kelebihan buku ini, ditulis dengan bahasa yang sederhana sehingga mengalir dan enak di baca. Kaver buku yang eye catching. Kelebihan lainnya, setiap Sub Bab, disisipi kisah nyata yang diambil dari kehidupan sehari, tentu saja dengan nama tokoh yang difiktipkan sehingga bisa menjadi bahan refleksi dan perenungan
                Catatan saya, andai buku dengan tebal 200 halaman ini dilengkapi doa-doa yang syar’i  misalnya doa agar didekatkan dengan jodoh, doa saat suami-istri akan melakukan hubungan intim, doa agar rumah tangga sakinah, mawadah, warrahmah dan lainnya pasti buku ini jadi lebih sedikit komplit
                Terakhir, buku ini  bisa dijadikan bekal untuk para calon pengantin,  bisa juga dibaca pengantin baru maupun lama
                Semoga kehadiran buku kecil ini, memperkaya pemahaman cinta, utamanya pasangan muda seperti harapan Sinta Yudisia saat hendak menulis buku ini . Selamat Membaca



Resensor :  Sutono Adiwerna  (Penulis  Lepas di beberapa media seperti Majalah Ummi, Tarbawi. Koran Suara Merdeka, Wawasan, Kompas Anak, Kedaulatan Rakyat dan lain-lain. Penulis juga   Ketua Forum Lingkar Pena Cabang Tegal, Rumah Baca Asma Nadia Tegal, Guru Eskul Jurnalistik di sebuah sekolah dasar

 

Kamis, 16 Maret 2017

6 Nasihat Imam Al-Ghazali

1. Yang paling ringan, meninggalkan salat


2. Yang Paling tajam,  Lidah


3.Yang paling jauh,  masa lalu


4.Yang terberat, amanah


5. Yang paling besar, nafsu


6. Yang paling dekat, kematian

Jumat, 10 Maret 2017

6 Langkah Saat Dirundung Masalah

Di buku Ust YM, Kun Fayakun 2, ada kisah menarik. Malik sebut saja namanya begitu. Malam itu gundah gulana. Rumahnya terancam dikosongkan karena terjerat hutang kepada rentenir sejumlah 15 juta. Malik juga terancam digugat cerai oleh isterinya karena ketahuan selingkuh. Anak semata wayangnya nyaris dikeluarkan dari sekolah karena belum melunasi biaya sekolah. Malik menyerah. 15 juta dalam waktu sehari? rasanya hal yang mustahil. Malik kalah. Ia ingin bunuh diri.

Beruntung di tengah pikiran kelamnya, sebelum meninggalkan dunia, ia ingin salat untuk terakhir kalinya. Malikpun berwudhu kemudian salat isya, entah sudah berapa lama Malik meninggalkan kewajiban salat 5 waktu. Dan salat Isya kali ini bagi malik terasa syahdu. Setelah selesai salat, beristigfar Malik kemudian membaca Al-Quran. Lagi lagi Malik menemukan ketenangan yang syahdu. Malik pun kemudian berdoa kepada Allah meminta jalan keluar dari masalah yang dihadapinya. Karena merasa banyak dosa, setelah berdoa Malik memasrahkan diri apa yang terjadi keesokan harinya.

Malik yang sudah lama tak mendatangi masjid untuk salat jamaah, ketika masuk salat subuh, Malik bergegas ke Masjid. Setelah salat subuh, Malik merenung di masjid tersebut dan berpikir untuk menyedekahkan apa-apa yang ada dirumahnya.

Ketika sampai di rumah, ada tamu yang datang menawarkan kerjasama. Awalnya Malik enggan menanggapi  niat teman kamanya tersebut. Karena didesak, Malik menyanggupi. Kau tahu? Malik yang dikenal piawai menaksir harga barang-barang berat dikasih uang cash senilai 25 juta sebagai DP..

Hmm kesimpulannya, saat dirundung masalah ada 6 langkah solusinya. Yakni, berwudhu, salat 2 rakaat ( hajat ), membaca Al-Qur'an, berdoa dengan kushu, memasrahkan diri dan terakhir sedekah


Rabu, 08 Maret 2017

R.I.P Tommy Page

"Musik untuk didengar bukan untuk dilihat" kata Tommy Page yang saya kutip di Album Kawanku no 3 th 1992. Tommy, lahir di Glen Ridge, 24 Mei 1970. Sejak kecil punya bakat dan minat di dunia musik. Tapi oleh ayahnya, Tom baru boleh bermusik setelah menamatkan bangku kuliahnya.

Sebelum Shoulder to Cry On terkenal, Tomm beken dengan kelompok vokal NKOTB. Bagi Tomm, sebuah lagu membutuhkan kesiapan tersendiri untuk menghayatinya. Tomm juga ingin mengingatkan lewat lagu-lagunya bahwa kita semua memiliki sesuatu yang sama. Hal yang barangkali perlu kita ingat bahwa sikap postitif dalam mengarungi kehidupan. Ohya ketika Tomm mulai terkenal, nama-nama seperti Madona,  Paula Abdul, Milli Vanili dll sedang mengangkasa dan dituntut aksi panggung yang memukai membuat Madona dll melakukan lypsych, tapi tidak dengan Tomm. Tomm ingin selalu jujur dan menghindari Lipsing

Ada yang unik dari Tomm. Setelah menciptakan lagu, sebelum lagu itu diserahkan ke produser, Tomm memperdengarkan lagunya tersebut diperdengarkan kepada Michele, sahabatnya ketika SMA. Michele pula yang sering menebak Tomm, lagumu bakal meledak atau gagal ngehits. Menurut Tomm, sembilan dari 10 tebakan Michele tentang lagu Tomm yang di dengar Michele dari radio bagal hit atau gagal selalu tepat

Tomm, sempat beberapakali konser di Indonesia menjumpai penggemar fanatiknya. Kemarin tgl 3 Maret 2017 di lini masa mendadak heboh dengan kepergian Tommy Page. Selamat Jalan Tommy Page, Shoulder to Cry On, From The Hearth akan kami kenang.

Ssstt..ini rahasia. Tulisan ini, saya sari dari Album Majalah Kawanku no. 03, majalah yang saya beli online dari lapak seorang teman, setahun lalu

Gaes, ini lirik lagu Shoulder To Cry On..


Life is full of lots of up and downs,And the distance feels furtherWhen you're headed for the ground,And there is nothing more painfulThan to let you're feelings take you down,
It's so hard to knowThe way you feel inside,When there's many thoughtsAnd feelings that you hide,But you might feel betterIf you let me walk with you by your side,
Chorus:
And when you need a shoulder to cry on,When you need a friend to rely on,When the whole world is gone,You won't be alone, cause I'll be there,I'll be your shoulder to cry on,I'll be there,I'll be a friend to rely on,When the whole world is gone,you won't be alone, cause I'll be there.
All of the times when everything is wrongAnd you're feeling likeThere's no use going onYou can't give it upI hope you work it out and carry on
Side by side,With you till the endI'll alway be the one to firmly hold your handno matter what is said or doneour love will always continue on
Everyone needs a shoulder to cry oneveryone needs a friend to rely onWhen the whole world is goneyou won't be alone cause I'll be thereI'll be your shoulder to cry onI'll be thereI'll be the friend you rely onwhen the whole world's goneyou won't be alonecause I'll be there!
You'll always have my shoulder to cry on....I'll be thereI'll be the one you rely onwhen the whole world's goneyou won't be alonecause I'll be there!



Selasa, 14 Februari 2017

Catatan Hati Arini 2

Judul Buku : Surga Yang Tak Dirindukan 2
Pengarang : Asma Nadia
Penerbit : Asma Nadia Publishing House, Depok
Cetakan 1 : November 2016
Tebal : 340 Halaman
ISBN : 978-602-9055-52-8

                Dikisahkan pada Surga Yang Tak Dirindukan jilid 1, Pras yang terpaksa menikahi Mei Rose.

                Mei Rose yang menyadari cinta lelaki bermata cokelat itu hanya buat Arini, diam-diam meninggalkan istana Pras-Arini dan meninggalkan Akbar, agar dirawat Arini yang salehah. Mei Rose takut kalau membawa serta Akbar tak bisa merawatnya dengan baik

                Di Novel Surga Yang Tak Dirindukan 2 ini, keiklasan Arini diuji. Kedua anaknya, Putri dan Adam meninggal. Arini berusaha tegar dihadapan Nadia, si sulung dan Akbar, anak dari Mei Rose yang dititipkan kepadanya

                Bukan hal mudah bagi Arini melupakan Putri yang cerdas dan Adam yang pembersih dari ingatan. Arini berusaha meluapkan kesedihannya dengan mulai melanjutkan menulis novel Istana Bintang yang lama tertunda.
                Pras senang cintanya mulai bisa tersenyum lagi. Tak disangka, novel Istana Bintang menjadi novel laris. Bahkan berberapa penerbit dari negara lain berminat menerjemahkan novel Istana Bintang

                Tak ada bahagia yang abadi. Ditengah karir kepenulisannya yang mendunia, Arini ternyata terserang penyakit kangker ganas. Arini merahasiakan penyakit tersebut dihadapan Pras, Nadia dan Akbar.
                Karena merasa umurnya tak lama lagi, Arini berniat menemukan Mei Rose agar bisa menjaga Pras, Nadia dan Akbar selepas dirinya pergi. Tentu saja hal ini tak mudah.

                Saat Arini ke Budapest untuk promosi novel Istana Bintang, doa Arini menemukan kembali Mei Rose terkabul. Sayangnya, selain Mei Rose berusaha melupan Pras, ada dokter Syarif yang diam-diam mencintai Mei Rose. Bagaimana kisa Arini, Mei Rose, Pras selanjutnya?

                SYTD 2 ( Surga yang Tak dirindukan 2 ) sejatinya  tak memiliki konflik sekompleks jilid pertamanya. Meski begitu, novel ini sayang untuk dilewatkan. Selain menjawab penasaran bagaimana akhir kisah cinta Arini-Pras-Mei Rose, membaca SYTD 2 sama rasanya membaca novel-novel  Mba Asma Nadia sebelumnya yang menyentuh, yang  pandai menjaga alur, dan konflik dan tentu saja inspiratif

                Kelebihan SYTD 2 lainnya, kaver bukunya bagus. Dipenuhi Qoutes yang indah dan manis

                Semoga kehadiran novel SYTD 2 bisa menjadikan kita sebagai pembaca jadi tahu, bisa meletakan cinta sejati di tempat yang hakiki. Selamat membaca ya !


Peresensi : Sutono Adiwerna. Penulis Lepas, Guru Eskul Jurnalis, Ketua Flp Tegal

Rabu, 01 Februari 2017

Reunian di PAUD IT Usamah


Kota Tegal menjadi saksi diadakannya Musyawarah Wilayah Forum Lingkar Pena Jawa Tengah , pasalnya FLP Tegal dipandang cukup aktif sehingga menjadi tuan rumah acara tersebut.
Kegiatan Musywil tersebut telah dilaksanakan tanggal 28 dan 29 Januari 2017 di PAUD IT USAMAH Kota Tegal. Kegiatan yang bertajuk “Reuni Penulis Jawa Tengah & Talk Show Karya” ini berisi Training Motivasi Menulis, Talk Show Karya dan Pertanggungjawaban pengurus periode 2013-2017 serta pemilihan pengurus periode 2017-2021.
Terdapat empat cabang yang masing-masing mengirimkan perwakilannya untuk hadir pada kegiatan tersebut, yakni cabang Tegal, cabang Pemalang, cabang Pekalongan dan cabang Semarang. Dari 18 cabang saat pemilihan Ketua FLP Wilayah Jateng periode 2013-2017 tersisa empat cabang yang masih aktif. Keduabelas cabang yang lain tidak aktif karena kesibukan masing-masing para pengurus. Hari pertama Musywil diisi acara Motivasi Menulis oleh Kak Tedi Kartino (trainer dari ABCo Motivatindo).
Hari kedua di pagi hari diawali dengan acara Talk Show yang menghadirkan empat pembicara yakni Aveus Har (Novelis asal Pekalongan), Ali Marghosim Chaniago/ Baba Ali (Penulis buku Harmonis di Dunia, Bersama di Surga), Topik Mulyana (Divisi Karya Badan Pengurus Pusat FLP) dan Rahman Hanifan (Penulis dari Pemalang).
Setelah makan siang acara dilanjutkan dengan Laporan pertanggungjawaban kepengurusan FLP Wilayah Jateng periode 2013-2017, kemudian dilanjut pemilihan Ketua beserta jajarannya untuk periode 2017-2021.
 Berdasarkan musyawarah mufakat terpilih Rahman Hanifan menggantikan Ali Marghosim Chaniago. Adapun jajaran lain yang ditunjuk untuk menjadi pengurus FLP Wilayah Jateng antara lain: Sekretaris : Siti Untari (FLP Pemalang), Bendahara: Khuzaiyah Nasima (FLP Pekalongan), Divisi HRD: Eri Fitniati (FLP Tegal), Divisi Karya: Sutono (FLP Tegal), Divisi Humas: Yustia Hapsari (FLP Tegal).
“Terdapat tiga tugas Forum Lingkar Pena wilayah, yakni Konsolidasi (penguatan cabang-cabang yang sudah berdiri maupun mendorong pertumbuhan cabang baru), kedua, pembinaan mental dan kemampuan menulis dan ketiga kontrol karya, yakni melakukan pengawasan atas hasil karya para anggota FLP se-Jateng apakah sudah sesuai dengan Visi dan Misi Forum Lingkar Pena”, ujar Ali Marghosim saat pidato laporan pertanggungjawaban kepengurusan FLP Wilayah Jateng.
“Saya berterima kasih atas amanah yang dipercayakan oleh teman-teman kepada saya, Saya berharap bantuan dari teman-teman semua, untuk menjalankan tugas-tugas FLP Wilayah Jawa Tengah, serta menghidupkan kembali cabang-cabang yang mati suri dan semakin menguatkan cabang-cabang yang sudah ada,” demikian Rahman Hanifan dalam sambutannya setelah terpilih menjadi Ketua FLP Wilayah Jawa Tegah periode 2017-2021.

 Berikut kesan yang disampaikan oleh Ibu Lilis, perwakilan FLP Pekalongan, “Meski saya belum menerbitkan buku, namun kemampuan menulis itu sangat menunjang profesi saya. Oleh karena itu teruslah maju Forum Lingkar Pena khususnya wilayah Jawa Tengah untuk mencetak penulis-penulis yang mencerahkan”.

NB. Press Rillis Muswil FLP Jateng, ditulis Yustia Hapsari dan Ayu Windya. Sumber Radar Tegal

Selasa, 31 Januari 2017

Rahman Hanifan, Ketua terpilih Muswil Flp Jateng

Jam 4 sore, sepedaku sampai di tempat berlangsungnya musyawarah wilayah FLP Jateng, TKIT Usamah, Jl Surabayan, Panggung Timur, Kota Tegal. Sebelum masuk ke gedung TKIT tersebut, saya singgah di masjid di dekat TKIT Usamah. Ternyata di masjid tersebut sudah ada ketua FLP Jateng periode 2012-2016, Ali Margosim Chaniago atau biasa dipanggil Baba Ali. Tak lama kemudian, datang juga perwakilan dari FLP Cabang Pekalongan, Mba Yayah dkk

Jam 19.30 WIB, pembukaan rangkaian acara Muswil FLP Jateng dimualai. Setelah pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan dari Baba Ali. Ternyata dari 18 cabang FLP yang ada di Jateng, yang bisa hadir hanya dari 4 perwakilan cabang. Cabang Tegal, Pekalongan, Pemalang dan Semarang. Beberapa pengurus cabang lainnya meminta izin tak dapat hadir di Muswil karena suatu hal.

Setelah sambutan dari Baba Ali, Kak Tedi, dari Kampung Dongeng memberi motivasi kepada peserta muswil. Menurut Kak Tedi, jadilah pribada Basmalah. Pribadi yang bahagia, suskes, mulia bersama Allah Swt. Untuk menjadi pribadi Basmalah, kuncinya harus berpikir positif, fokus, bersyukur dan iklas. Menurut Kak Tedi lagi, Kupu-kupu yang indah berasal dari kepompong yang sabar

Pagi harinya, sebelum Muswil berlangsung, ada acara keren yang terbuka buat peserta umum yakni Talk Show dan Bincang-Bincang bertajuk Bagaimana Menjadi Penulis. Pembicara talk show Aveus Har, mengatakan untuk menjadip penulis novel yang baik, kita harus punya Peta ( sinopsis, outline ), Bekal ( riset dan refrensi bacaan ), Waktu dan Tenaga yang memadai. Selain itu, kalau ingin menjadi penulis baik kita harus memiliki target dan obsesi yang kuat


Bincang-bincang penulis, menghadirkan Aveus Har, Rahman Hanifan, Baba Ali, Topik Mulyana dan Sutono Adiwerna. Di sesi ini, Rahman Hanifan mengatakan untuk menjadi penulis kuncinya 3 M. Menulis, Menulis, Menulis. Membaca, Membaca, Membaca. Baba Ali berpesan agar menjadikan menulis sebagai sarana dakwah, Aveus Har menekankan agar calon penulis harus memperbanyak bacaan, Topik Mulyana dari FLP Pusat berpesan menulis adalah memproduksi bahasa, untuk itu harus memilah dan memilih sumber bacaan agar tulisan yang dibuat bernilai kebaikan. Sutono Adiwerna, berbagi tentang manfaat yang didapat dari menulis. Yakni menyehatkan, banyak teman, penyegar pikiran, membantu tugas sekolah dll

Jam 13.30, acara muswil dimulai dengan pembacaan LPJ dari ketua FLP Jateng terdahulu. Setelah pembacaan LPJ, pemilihan ketua baru dimulai. Hasilnya, Rahman Hanifan sebagai ketua terpilih. Rahman Hanifan adalah penulis 8 buku motivasi remaja islami. Beliau juga pernah menjadi ketua FLP Pemalang dan pengurus FLP Jateng.  Setelah sambutan pertama paska terpillih, Rahman Hanifan memilih pengurus-pengurus baru FLP Jateng. Siti Untari sebagai sekretaris, Khuzaiyah sebagai bendahara, Divisi kaderisasi oleh Eri fitniati, Karya dipegang oleh Sutono dan Humas oleh Yustia Hapsari

Selamat Mas Rahman Hanifan dkk, semoga bisa membaca FLP Jateng kedepan lebih baik, amanah dan terus berkarya untuk umat




Jumat, 06 Januari 2017

Dijual Buku-Buku, Murah


1. Lanfang, Kembang Gunung Purei, 20rb
2. Menemukanmu, Helga Rif, 20rb
3. Judy Moodi, 17rb
4. Hulubalang Raja, Balai pustaka, 25rb
5. Topeng Kematian, 20rb
6. Chin Yung, 17rb




Entri yang Diunggulkan

Dalam Cahaya Temaram

                Koridor  SMU Tiga mulai senyap. Har melangkah dengan gontai.  Di benaknya masih terngiang-ngiang kata-kata Pak Tugiman se...