Minggu, 27 Oktober 2019

Kisah Seru di Semaya

Saat dinyatakan lolos kelas inspirasi Pemalang 3, saya langsung dimasukan ke grup WA, Rombel SD N 2 Semaya. Seperti biasanya di grup tersebut diadakan vimeet untuk bahas persiapan - persiapan menjelang hari inspirasi

Tanggal 25 sore, saya bertolak dari rumah jam 3 sore. Sampai di halte jurusan Tegal - Pekalongan, sembari nunggu bus Santoso saya baca buku, buka hp gak terasa sudah 30 menit menunggu, Santoso gak datang datang. Karena penasaran, saya iseng nanya ke mba mba penjual rokok tak jauh dari halte. Ternyata, Santoso yang ke Randudongkal cuma sampai jam 3 sore. So jadilah saya pakai bus besar ke Pemalang baru sambung ke Dongkal. Beruntung sampai di terminal Pemalang dapat bus jurusan Pemalang - Pwt pemberangkatan terakhir walau tarifnya agak mahalanšŸ˜

Singkat kata, saya bertemu dengan teman - teman relawan SD Semaya 2, Kak Bambang, Kak Janah, Kak Pangestu, Kak Arman, Kak Fardanto dll. Seperti biasa, sebelum istirahat kita gunting - gunting dll buat acara besok

Pas Hari H, saya ngajar di 3 kelas yakni kelas 2, Kelas 5 dan Kelas 6. Secara umum saya bahagia. Tapi yang paling berkesan dengan kelas 5. Why? Kelas 2 seperti biasa lebih banyak tepuk - tepuk, nyanyi - nyanyi, mengenalkan profesi penulis harus ekstra keras. Di kelas 6, biasanya saya eksaitid, tapi entah kenapa di SD Semaya mereka kesannya kok materinya gini aja? Giliran saya ngasih materi, latihan agak serius mereka bilang capek Kakk. Di kelas 5, anaknya maniz maniz, mereka juga antusias, aktif sampai sebelum pulang mereka pada teriak teriak kecil Pakdeee

Jam 2 siang saya beranjak pulang. Terimakasih kakak relawan SD Semaya 2, terimakasih panlok KI Pemalang 3. Semoga lelah kita bernilai ibadah ya..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kisah Seru di Semaya

Saat dinyatakan lolos kelas inspirasi Pemalang 3, saya langsung dimasukan ke grup WA, Rombel SD N 2 Semaya. Seperti biasanya di grup tersebu...