Selasa, 22 September 2015

Novel Politik dengan Rasa Remaja




Judul buku : Namaku Subardjo
Pengarang : Hapsari Hanggarini
Penerbit : Metamind, Tiga Serangkai, Solo
Cetakan Pertama : Juli 2015
Tebal : 240 halaman
                “Ampuni saya, Ya Tuhan, ampuni hamba-Mu yang telah member bantuan bukan karena ngarepin pahala, tapi ngarepin suara” ( halaman 192 )
                Kisah cinta Jojo berantakan begita Ila, kekasihnya tahu kalau nama sebenarnya ( Jojo ) adalah Subardjo. Yah Subardjo
                Putus cinta hanya karena namanya kurang ngepop? Jojo yang punya tampang keren, uang yang menumpuk, tongkrongan hebat tentu saja shock. Apalagi Jojo cinta mati dengan Ila yang bernama lengkap Priscilla Catherine Oliviani.
                Suatu hari, Rudi mengajak Jojo ke kantor Partai Peduli Amat. Di sana, Jojo ditawari menjadi caleg oleh ketua cabang partai tersebut.
                Entah bagaimana awalnya, Jojo menyanggupi tawaran tersebut. Untuk itu, Jojo mengeluarkan sejumlah uang sebagai setoran partai.
                Masalah muncul selain karena Jojo buta tentang politik, tanpa sepengetahun Jojo kedua orangtuanya mendatangi paranormal agar anak sulungnya menjadi anggota dewan. Masalah lainnya, Jojo bertemu dengan artis yang nyaleg bernama Jhon Arbyn. Ketika kampanye si artis mendompleng bantuan yang Jojo berikan kepada korban bencana alam.
                Bagaimana kisah selanjutnya?
                Namaku Subardjo memotret carut marut pemilihan anggota DPR di negeri ini. Mulai dari perekrutan yang asal ada uang setoran, memanfaatkan bencana untuk cari muka dan lainnya
                Meski memotret politik, Hapsari Hanggarini menuliskannya dengan bahasa yang sederhana, gaul khas remaja. Kelebihan novel ini, menurut hemat saya, penulis sudah cukup berhasil menyuguhi setting Brebes-Tegal lengkap dengan dialog ngapaknya
                Catatan saya, Namaku Subardjo  dari judulnya saya akan mendapati penceritaan kata ganti orang pertama, ternyata menggunakan kata ganti orang ketiga. Yakni tokoh Dina yang menceritakan sepak terjang Jojo kakaknya.
                Sebagai orang Tegal, saya berterimakasih ,bersyukur bisa membaca buku ini. Selamat membaca…

2 komentar:

FLP 23 Tahun

FLP 23 tahun Menulis adalah berjuang ( HTR ) 2006, saat pertama ingin jadi penulis dan gabung FLP Cab Tegal, saya terbilang modal neka...