Kisah Tukang Es Cilik dan Majalah Kesayangan
( Semacam Kata Pengantar )
Alkisah
seorang anak kecil, setiap hari, sepulang sekolah menjajakan es lilin
keliling kampung. Dengan berjualan es lilin anak kecil tersebut bisa
mempunyai uang saku sekolah, maklum bapaknya cuma buruh macul, yang
penghasilannya sangat minim. Selain mendapat uang saku, dia mendapat
bonus dipinjami majalah Bobo oleh si pemilik dagangan.
Ya. Meski
lahir dari keluarga tak mampu, anak kecil tersebut gila baca. Baca apa
saja. Buku pelajaran, majalah, dongeng, sampai koran bekas bungkus bumbu
dapur atau nasipun ia baca.
Memasuki usia remaja, semangat
membacanya tak juga redup. Dia rajin mengunjungi perpustakaan baik
sekolah maupun perpustakaan milik pemerintah. Kalau punya uang lebih,
dia membeli buku atau majalah tak selalu baru bahkan lebih banyak dia
beli di kios buku dan majalah loakan.
Anak kecil itu saya.
Sekarang atas izin Allah dan tentu saja dukungan orang- orang sekitar,
kini saya telah menulis diberbagai media baik lokal maupun nasional.
Bahkan beberapa cerita dalam buku ini, pernah dimuat di media. Baju
Untuk Lili di majalah Ummi, Ilove You Ayah. Ibu di Suara Merdeka, dan
Ibuku Pahlawanku di koran Wawasan.
Selain aktif mengirim tulisan
di media, saya juga menulis antologi bersama penulis lainnya,
alhamdulillah tak kurang dari 12 buku telah memuat tulisan saya
Jadi
kalau kita sudah gemar membaca, pupuklah hobi tersebut. Yang belum
terlalu suka membaca, cobalah karena membaca itu membuka jendela dunia,
menambah wawasan dan memperluas cakrawala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar