Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Selasa, 03 Oktober 2017

Tentang Mba Sinta

2006, siang yang terik dengan sepeda ontel akhirnya saya sampai di rumah penulis cerpen Di Ujung Kota Jerash versi buku Gadis kota Jerash yang alamatnya ada di majalah Annida edisi jumbo. Cerpen itu memenangkan lomba kepenulisan yang diadakan majalah remaja islami tersebut. Entah apa yang menyeret saya memberanikan diri dari Adiwerna ke Tegal ( ini kali pertama bersepeda dengan jarak yang lumayan jauh ) yang jelas, hari itu sampai sekarang tak pernah saya lupa. Mba Sinta Yudisia II dan Mas Agus menyambut saya dengan ramah, orang yang belum pernah mereka kenal sama sekali. 

Di pertemuan ini, mba Sinta memberi saya info lomba cerpen remaja. Siang itu saya pulang ke rumah dengan semangat menjadi penulis yang mulai menyala. 

Singkatnya, saya membuat sebuah cerpen yang terinspirasi dari drama TVRI Bima dan Abimanyu ( ada yang ingatkah dua kakak adik yang suka ribut tapi pas adiknya gagal ginjal kakaknya yang benci sekali karena orang tuanya lebih sayang ke adiknya si kakak rela mendonorkan ginjalnya ? ).

Setelah cerpen jadi, saya menitipkan cerpen itu ke kantor Mas Agus yang kala itu berdinas di kantor pajak di depan smugawi. Saat pengumuman lomba cerpen remaja itu, saya tentu saja kalah karena ini cerpen pertama ( sekarang pun saya sering kalah atau cerpennya ditolak media hihi ) tapi saya bersyukur bisa ketemu penulis serial lupus abg mas Boim Lebon dan serial Olin Mas Ali Muakhir ( belakangan saya surpraise karena mas ali asli slawi ) dan menjadi anggota FLP cabang Tegal. 

Bisa jadi kalau bukan mba Sinta yang ketua Flp Tegal saya cuma mampir kemudian hengkang dari rumah penuh cinta bernama forum lingkar pena. Singkat kata lagi, saat saya sedang giat giatnya belajar menulis, mba Sinta hijrah ke Surabaya. Sekali lagi, mungkin kalau dulu ndak bertemu mba Sinta, saya sudah menyerah. Kalah. Tapi saya terus berusaha berjuang hingga satu persatu karya saya dimuat. 

Kembali ke mba Sinta, di Surabaya nama mba Sinta semakin moncer pertama jadi ketua flp jatim hingga sekarang jadi ketua flp se indonesia. Selain di FLP seingat saya mba Sinta mulai kuliah lagi dari jurusan akuntansi ke psikologi ( dari SI hingga S2 ) ditengah kesibukannya yang bejibun karya guru nulis saya ini terus dan terus terbit dari mulai novel remaja, novel juara lomba, buku parenting, buku how to setiap tahun selalu terbit buku barunya dan tahun ini selain REM bersetting Maroko dan novel dengan kaver yang menurut saya kereeen sekali...



.
Tegal, 27 Sept 2017, sembari mendengarkan tembang-tembang 80an

Tidak ada komentar:

Posting Komentar