Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Selasa, 19 September 2017

Kelas Inspirasi Pemalang, Ikhlas menginspirasi anak-anak Indonesia

Usai dinyatakan lolos menjadi relawan Kelas Inspirasi Pemalang, Alhamdulillah honor dua tulisan yang dimuat sudah di transfers dari koran terbitan Yogyakarta. Nilainya lebih dari cukup untuk ongkos PP Pemalang-Tegal, dan lain-lain. Jadi saya tak perlu jual buku-buku koleksi pribadi buat ongkos ke sana. Haha

Meski begitu, seminggu sebelum Hari Inspirasi, saya sempat berniat mengundurkan diri dari KI Pemalang. Pasalnya, dapat undangan rapat dari kepala sekolah tempat saya mengajar eskul jurnalistik yang bertepatan dengan Hari Inspirasi yakni 16 Sept 2017. Untungnya, setelah ijin melalui seorang guru di sana, saya diperbolehkan ijin tak mengajar  eskul.

Singkatnya, saya sampai di Pagaran, Pemalang jam setengah tiga sore. Dan langsung di jemput Kak Imam selaku Fasil dari rombel kami. dan sampailah saya di Pendopo Kab Pemalang tempat di mana Brifing Kelas Inspirasi berlangsung. Di sana, saya bertemu Kak Tari, Kak Widya, Kak Aria, Kak Mamuri rekan saya saat mengikuti KI Brebes tempo hari. Senangnya bisa melihat mereka sehat dan tetap semangat untuk berbagi inspirasi

Usai ketemu dr Aria dkk, saya bergabung dengan tim/rombel SDN 1 Jrakah, Taman, Pemalang dan mengikuti acara brifing yang dipandu oleh dua relawan Indonesia Mengajar. Menurut saya, brifing kali ini kalah seru dibanding brifing KI saat di Brebes. Eh tapi bukannya saya tak enjoy ya..saya suka. Menikmati sepanjang brifing berlangsung.

Bakda magrib rombel kami menyicipi kuliner khas Pemalang, Lonton Dekem. Sebenarnya mirip Soto Tegal ya, tapi kalau di Tegal via nasi di sini pakai lontong/kupat. Setelah semua anggota rombel kumpul, kami berombongan menuju tempat transit sebelum besoknya beraksi di sekolah. Ohya SDN Jrakah 1, letaknya lumayan jauh dari Pendopo Kab Pemalang. Kira-kira sejam menggunakan motor baru nyampai. Perjalanan kami makin seru karena selain menembus gelap malam, kondisi jalannya lumayan rusak sehingga penyetir motor harus ekstra hati-hati

Ketika hampir sampai di home stay, relawan kami yang berinisial Anggar SetiyoAji baru nyadar kalau jam tangannya raib.Padahal jam itu pemberian seseorang spesialnya. Padahal ia belum hapal merknya karena baru dipakai dua hari...duhhhh ( turut bersedih ya Kak Anggar ..)

Singkatnya kami bisa menyelesaikan PR besar mengajar di SDN 1 Jrakah dengan lancar. Anak-anak yang awalnya lari tunggang langgang saat kami ajak foto. Setelah opening, ice breaking, mengajar di tiap kelas, menjelang pulang mereka enjoy dan minta foto-foto. Ada juga anak yang protes kenapa kelas inspirasi hanya setahun sekali sih Kak

Akhir kata, terimakasih buat Kak Imam yang sudah menjemput saya, dan selalu ada saat relawan butuh sesuatu meski di vermet bawel. Haha. Kak Anggar, terimakasih boncengannya. Semoga jamnya dapat ganti yang lebih baik ya ditunggu undangannya. Hihi. Kak Asmie tukang foto yang rela bawain atau bikinin ya? minuman buat relawan. Kak Prio, Kak Erik, kalian luar biasa. Kak Salim, terimakasih jadi MC sehingga acaranya lancar. Kak Any terimakasih sehingga kami tak perlu lembur bikin name tag, meski tetap saja pasukan prianya begadang sampai jam 2 malam ( kalau saya kebalikan saat yang lain tidur saya yang terjaga. haha ). Kak Gina, Kak Kis, Kak Winda yang ramah pada anak-anak. Kak Firman yang Sheila Gank sekaligus Vianisti, kok seleranya dua kutub ya? Kak Arya yang multitalenan, talent ding. HRD, Pelatih Karate, penulis 3 buku pula..kita tukeran buku yuk Kak..haha ( duah maaf jika ada yang kurang sebut )

Akhir kata, hari luar biasa itu tak kan pernah saya lupa

Tegal, 19 Sept 2017, sembari mendengarkan Resah, Berdua Saja, Akad-nya Payung Teduh




2 komentar:

  1. bahagianya berbagi ya mas. semangat! suka dengan semangat mas. hehe....

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah, semoga dimudahkan terus untuk berbagi cerita, inspirasi. amin

    BalasHapus