Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Senin, 01 Mei 2017

Gadis Kecil di Tepi Teluk Kiluan

                Judul Buku : Pemetik Gelombang
            Pengarang : Agus Kindi dkk
            Penerbit : Leutika Prio, Yogyakarta
            Cetakan 1 : Februari 2017
            Tebal buku : 152 halaman
            ISBN : 978-602-371-375-5
                Cerita yang baik adalah cerita yang sudah ditulis, cerita yang telah dirampungkan ( Agus Kindi, halaman 1 )
                Juariah adalah gadis kecil bisau di Tepi Teluk Kiluan. Semenjak Emaknya meninggal ditikam belati orang bertopeng, Ayahnya kerap menampar, menendang hingga menyulut Juariah dengan putung rokok yang masih menyala. Bagi  Bonas ( Ayahnya ), Juariah adalah anak pembawa sial
                Beruntung, Juariah memiliki Minan Nci, adik kandung Emak yang sayang padanya.
                Minan Nci selalu melindungi Juariah dari kekejaman Bonas
                Suatu hari, Bonas tak mendapat apapun dari laut. Padahal dia sudah melaut selama 2 hari. Karena tidak mendapat ikan satupun, Bonas menganggap hal ini karena Juariah. Bonas nyaris menghabisi nyawa anak kandungnya itu. Lagi-lagi Manin Nci menjadi malaikat penyelamat Juariah
                Juariah sedikit lega ketika Bonas melaut dan berhari-hari tak kembali ke Tepi Teluk Kiluan. Artinya, Juariah sementara terbebas dari kebengisan ayahnya sendiri.
                Ternyata kebahagiaan yang dialami Juariah tak berlangsung lama. Setahun kemudian, Bonas Pulang ke Teluk Kiluan bersama isteri barunya. Juariah nelangsa ketika Bonas, mengenalkan Juariah kepada perempuan cantik itu sebagai anak pembawa sial
                Bagaimana kisah selanjutnya? Siapa sih orang bertopeng yang membunuh Emak Juariah? Adakah hubungannya dengan Manin Nci?
                Pemetik Gelombang merangkum 12 cerpen dari 12 penulis yang berbeda
                Selain cerpen Pemetik Gelombang ( Wulan Ews ) yang memikat, adapula  cerpen Dahlia dan Malaikat Kecilnya ( Sutono Adiwerna ), Lelaki Yang Cemburu Pada Hujan ( Anindya Alin ), Lelaki dan Boneka Taman ( Agus Kindi ),  Lelaki yang Memeluk Matahari ( Dwi Astuti ) dan cerpen lainnya yang tak kalah menarik
                Kelebihan kumpulan cerpen ini, kaver, layout, memikat. Cerpen-cerpen  yang disajikan beragam dan kaya tema. Mungkin karena para penulisnya dari beragam daerah dan profesi.
                Khusus cerpen Pemetik Gelombang, endingnya mengejutkan, alur dan settingnya cukup kuat.
                Tapi seperti halnya sebuah karya, pasti tak ada gading yang tak retak. Ada satu atau dua cerpen yang ceritanya klise dan mudah ditebak. Lain daripada itu, kumpulan cerpen ini layak menjadi pelengkap koleksi buku fiksi anda


                Resensor : Sutono Adiwerna. Penulis, Ketua FLP Tegal, Pegiat Rumah Baca di Kab Tegal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar