Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Rabu, 14 September 2016

Garnish, Kafe dan Gallery

Judul buku : Garnish
Pengarang : Mashdar Zaenal
Penerbit : de Teens, Diva Press Yogyakarta
Cetakan  1 : April 2016
Tebal : 220 Halaman
ISBN : 978-602-391-126-4

                “Upaya pelik yang kau lakukan akan berbanding lurus dengan kemenangan yang kau rayakan” ( Halaman 121 )
                Sejak kecil Buni menyukai dapur. Baginya dapur adalah tempat dimana cinta dan kedamaian bermuara. Dapur adalah ruangan yang paling istemewa. Sayang, Mamanya tak pernah menyukai anak laki-lakinya berkutat di dapur. Bagi sang Mama, dapur hanya tempat kaum perempuan. Laki-laki lebih cocok bermain bola, bermain music, merakit mesin, atau bercocok tanam.
                Dari kecil hingga menjadi sarjana ekonomi, Buni dan Mamanya terjebak perdebatan , laki-laki pamali mempunyai hobi memasak. Lebih baik ijasah ekonominya untuk mencari pekerjaan . Sedangkan Buni lebih nyaman berkutat di dapur, mencoba resep baru daripada bolak-balik mengirim surat lamaran pekerjaan yang hasilnya nihil.
                Perdebatan itu memuncak ketika Mamanya ulang tahun dan Buni ingin member kado spesial dengan membuatkan nasi goreng istimewa. Bukannya senang dengan hadiah Buni, Mamanya justeru membuang nasi goreng buatan Buni. Buni memutuskan keluar dari rumah Mama dan Papanya. Sebelum meninggalkan rumah, Buni melumuri  dengan caos, kecap ke seluruh tubuhnya.
                Sementara di tempat lain, ada Anin, gadis cantik yang ingin menjadi pelukis. Sayangnya sang Ayah tidak setuju. Menurut Ayahnya, menggambar hanya cocok untuk anak laki-laki.
                Anin menyukai seni rupa sejak kecil. Tepatnya ketika ulang tahun mendiang ibunya membelikan kuas dan sekotak cat air beraneka warna. Sejak itu pula, Anin bermimpi suatu hari lukisannya di pajang di sebuah Gallery. Suatu hari, Anin yang habis kesabaran akibat pengawasan Ayahnya yang terlalu ketat, memutuskan keluar dari rumah besarnya. Sebelum keluar rumah, Anin melumuri tubuhnya dengan aneka warna cat air.
                Di hari itu, Anin dan Buni bertemu di suatu tempat menjelang datang hujan.
                Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Buni-Anin meraih mimpinya masing-masing? Akankah Buni mendapatkan dukungan dari Sang Mama?
                Garnish menyasar pembaca remaja. Ditulis dengan diksi yang indah khas Mashdar Zaenal yang dikenal dengan cerpen-cerpennya yang lembut  tetapi mengalir dan mudah dipahami.
                Alurnya rapat, konfliknya dari awal hingga akhir cerita terjaga. Karakter-karakter yang ada di novel ini sangat kuat dan filmis
                Kelebihan lainnya, novel setebal 220 halaman ini berkaver dan layoutnya yang unik dan menarik
                Garnish, sayang untuk dilewatkan terutama anda yang penikmat fiksi. Selamat membaca.


Resensor : Sutono Adiwerna, Ketua Flp Tegal. Penulis lepas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar