Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Kamis, 10 September 2015

Cerita Cinta dari Sangkurliang




Judul buku : Wanita di Lautan Sunyi
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Tebal : 358 halaman
Harga : Rp.54.000
Tiara
                Demi lepas dari bayang bayang kedua kakaknya yang cemerlang, Tiara menyanggupi tawaran mengajar di pesisir, pedalaman bernama Sangkurliang.
                Tentu tak mudah mengajar di daerah yang jauh dari pusat kota. Tidak hanya berhadapan dengan minimnya fasilitas, Tiara juga harus dicemburui guru-guru lainnya. Pasalnya Tiara yang baru mengajar diserahi jabatan sebagai wali kelas, dimintai tolong mengajar di sebuah SMP rintisan di sana.
                Di Sangkurliang pula Tiara berkenalan dengan seorang gadis bisu tuli. Gadis bisu tuli itu sering memandang lekat sekolah tempat Tiara mengajar

Latifah
                Sedari kecil Latifah lekat dengan derita. Ia dikeluarkan dari sekolah dasar karena tidak ada guru yang sanggup mengajar gadis kecil yang bisu dan tuli. Ayahnya hilang ditelan ganasnya laut. Dengan kemiskinan, Latifah diasuh mamak dan neneknya
                Meski tak boleh sekolah, bertahun lamanya Latifah setiap hari setia berdiri di depan gerbang sekolah. Latifah juga tak marah ketika diejek anak-anak kecil di sana.
                Suatu hari saat berjualan, Latifah diganggu pelaut yang tak mau membayar makanan yang mereka makan. Sebelum para pelaut berbuat jauh, untungnya seorang pemuda menolongnya. Pemuda itu selalu datang saat Latifah membutuhkan pertolongan
Yanuar
                Yan, Yanuar mewarisi sifat bapaknya yang tempramental. Saat SMP, Yan mendorong Yuliana, gadis yang menalak cintanya hingga cedera
                Yan memutuskan pergi melaut setelah bertengkar hebat dengan bapaknya. Sayangnya sifat tempramental Yan tak kunjung menghilang. Di kapal ia memukul Pak Ilham nahkodanya hingga tersungkur. Karena Pak Ilham tahu kalau sebenarnya Yan anak baik, ia hanya memberi sangsi tidak boleh ikut berlayar. Yan di titipkan ke sahabat Pak Ilhma, Haji Ihsan, di Sangkurliang
                Wanita di Lautan Sunyi, banyak quote-qoute yang menginspirasi dan kaya akan perenungan. Selain itu, diksinya oke, setting, Alur dan konfliknya cukup kuat dan memikat. Begitu kita membaca bab
awal, kita akan penasaran untuk membacanya hingga selesai. Setting lokalitas di garap penulisnya dengan amat serius menambah point plus novel ini.
                Catatan saya, saat tokoh Yan dimintai mengazani putranya yang baru lahir, ia tidak bisa. Padahal ia tinggal dan bekerja di toko seorang haji di Sangkurliang. Kalau mengenai endingnya yang Latifah mau dipoligami, tak soal karena di kovernya tertulis berdasarkan true story.
                Terakhir, Wanita di Lautan Sunyi, sayang untuk dilewatkan terutama pembaca novel islami. Selamat membaca

2 komentar:

  1. Makasih Mas Suto, sdh membaca dan mereview novel ini. Mudahan bermanfaat dan ada sesuatu yang tetap melekat dalam ingatan setelah membacanya.

    BalasHapus
  2. sama-sama..hiks dulu kalau ndak kesalip buku lainnya mungkin bisa tak bikin lebih panjang biar bisa dikirim ke media..

    BalasHapus