Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Senin, 13 Oktober 2014

Sutono , Tukang Koran yang telah menulis 2 buku dan puluhan cerpen ( Profil saya harian Radar Tegal sabtu 11 okt 2014 ) )

SAAT Radar menemui Sutono, dia tampak santai sambil menunggu dagangan koran. Saat itu, pemuda asal Desa Harjosari Kidul, Adiwerna itu sedang asyik membaca sebuah buku. Selain sudah menulis buku dan cerpen, Sutono termasuk pemuda yang rajin membaca. Kemahirannya dalam menulis cerita pendek sudah tidak diragukan lagi.

Sutono yang hanya lulus SMAN 3 Slawi itu sudah menulis puluhan cerpen yang sudah terbit diberbagai media cetak nasional dan daerah. Dari karya cerpennya, dia sudah menghasilkan dua buku kumpulan cerpen yang diterbitkan oleh penerbit lokal dan sudah diedarkan baik melalui toko buku, penjualan online, dan dijual untuk kalangan pribadi.

”Selama 2006, saya sudah fokus untuk menulis cerpen. Cerpen yang saya tulis beragam, dari mulai cerpen anak-anak, cerpen dewasa, dan cerpen umum,” kata Sutono menjawab dengan santai sambil menjual koran dilapaknya. Selama mulai menulis pada 2006, Sutono banyak mengirimkan karya cerpennya ke beberapa media cetak. Namun tak kunjung diterbitkan.
Penantian untuk terbit tiba selang setahun, baru pada 2007 karya cerpennya sudah bisa dibaca oleh masyarakat dan anak-anak di beberapa koran dan majalah. ”Menulis butuh kesabaran, apalagi kalau mau diterbitkan media. Setelah berhasil terbit di media, baru karya kita akan diakui dan mendapat sedikit penghargaan,” ujarnya.

Kemudian, setelah tulisan cerpennya banyak dimuat di beberapa media, Sutono berkeinginan mengumpulkan cerpennya untuk dibukukan dan mempunyai label ISBN. Karena itu, Sutono menggandeng penerbit lokal yang mau menerbitkan karyanya.
”Alhamdulillah di 2010, saya telah berhasil menyusun buku kumpulan cerpen berjudul ‘Kemuning’. Selain itu, di 2012 juga buku kumpulan cerpen anak bahu untuk Lili,” ungkapnya. Selain menyusun kumpulan cerpen, Sutono yang keseharianya memberikan pelatihan karya tulis pada anak SD IT BIAS Assalam Kota Tegal itu, cerpennya juga telah banyak diterbitkan dalam karya Antologi Cerpen atau kumpulan cerpen dengan penulis lainnya.

”Saat ini saya juga sedang menyusun buku lagi yang berkaitan dengan cerpen umum, Insya Allah akan segera terbit,” paparnya. Sutono mengaku, buku yang sudah beredar banyak diminati oleh anakanak di dalam Kabupaten dan Kota Tegal. Yang paling membanggakan banyak pembaca adalah dari luar jawa yang memesan buku cerpenya.

”Sudah ratusan buku lebih yang terjual dari Buku Kemuning dan Cerpen Anak Baju untuk Lili,” jelasnya. Dari beberapa karyanya, Sutono berharap agar pemuda dan pelajar sekarang itu tidak meninggalkan budaya membaca dan menulis. Sebab, membaca akan menambah banyak pengetahuan dan wawasan.
Sementara, sekarang ini adalah dunianya wacana dan tulisan. ”Saya saja yang cuma penjual koran bisa menulis, apalagi mereka yang sekolahnya lebih tinggi dari saya,” tandasnya. (*


4 komentar:

  1. Salam kenal, Mas.
    Salut sekali dengan Anda.

    BalasHapus
  2. Salam kenal juga mba Rie Rie..terimakasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini..

    BalasHapus
  3. salam kenal juga mas Daeng Faiz..terimakasih sudah mampir di blog sederhana ini

    BalasHapus