Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Rabu, 16 Juli 2014

Persahabatan, Cinta, Aceh dan GAM ( IRC 14 )




Judul Buku : Aku Angin Engkaulah Samudra
Pengarang : Tasaro GK
Penerbit : Qanita, Mizan, Bandung
Tahun Terbit : Februari 2014
Tebal : 572 halaman
ISBN : 978-602-1637-20-3
Harga : 59.000

Maru dan Samu kecil, tinggal di sebuah dusun di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta.  Meski Maruto adik kelas Samudra di SD negeri tempat ibu Maru mengajar sekaligus menjadi kepala sekolah, mereka seolah tak terpisahkan. Samudra sangat senang jika melihat pasukan loreng singgah di dusunnya. Sebaliknya Maru tak tertarik sama sekali. Meski tak tertarik dengan rombongan tentara tersebut, Maru tak pernah bisa menolak  ajakan sahabatnya  berlari melintasi kawasan hutan demi melihat rombongan ABRI yang sedang melintas di Pule-pule ( pemukiman penduduk paling utama di dusun mereka )
Meski tinggal di dusun terpencil, Maru dan Samu sesekali mewakili Kabupaten mengikuti lomba puisi atau lomba pidato
Maru dan Samu terpaksa terpisah karena ibu Maru pension dan harus kembali ke Yogyakarta tempat Maru dan ibunya berasal
Terbiasa tinggal di dusun kecil nan damai, membuat Maru harus berjuang keras beradaptasi dengan dengan lingkungan barunya. Saat di SMP, Maru kerap di bully meski tak secara verbal. Saat di SMA, Maru yang karena nilainya pas-pasan terpaksa sekolah di SMA swasta harus menjadi teratai di tengah teman-teman yang lekat dengan dunia kelam
Singkat kata, setelah lulus SMA, Maru kuliah nyambi menjadi penyiar radio dan wartawan kampus. Berbekal pengalaman menjadi wartawan kampus, Maru meninggalkan Yogyakarta merantau ke Jawa Barat. Sembari meneruskan kuliah, Maru menjadi wartawan di sebuah Koran lokal kenamaan di sana
Sembari meliput berita, Maru juga berencana menulis novel berlatar Aceh yang kala itu sedang bergolak. Semangat  Maru menulis novel kian menggebu ketika suatu hari dihubungi sahabat kecilnya, Samu yang ternyata menjadi tentara dan di tugaskan di Serambi Mekah. Terlebih saat mengetahui sahabatnya tengah jatuh hati dengan Mala, perawat yang keluarganya tewas saat terjadi bentrok senjata antara TNI dan GAM. Bagaimana kisah selanjutnya? Akankah Maru bisa bertemu dengan Samu? Bagaimana kisah cinta Mala yang terlanjur trauma melihat laki-laki berseragam loreng?
Aku Angin Engkaulah Samudra di tulis Tasaro GK dengan sangat menarik.  Sebagai pembaca saya merasa Tasaro berhasil menghidupkan era akhir 80-an, 90-an hingga 2004-an dengan baik. Tak hanya itu, diksi, alur, konfilik yang kuat membuat pembaca larut dari awal hingga akhir cerita
Sedikit catatan, pada halaman 385, ada paragraph yang pada awal kalimatnya tertulis “aku mencermati jarum jam tangannya” di kalimat selanjutnya tertulis “sudah lewat satu jam. Hebat. Kali pertama dalam hidupku waktu terbuang secara… menurut hemat saya lebih pas jika “aku mencermati jarum jam ditanganku”
Its’oke, diluar itu, novel ini sangat sayang untuk dilewatkan. Selamat Membaca…

Peresensi : Sutono Adiwerna, penulis dan penikmat buku

               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar