Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Kamis, 17 April 2014

Pergi Cinta Mendekat Cinta (IRC 10 )

Judul Buku : Assalamualaikum Beijing
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Asma Nadia Publishing House ( ANPH ), Depok
Tahun Terbit : Cetakan ke 3, Februari 2014
Harga : Rp.54.000
Tebal : 342 halaman

"jika kau tak temukan cinta, biarkan cinta menemukanmu"

Sebulan menjelang hari pernikahan Dewa memutuskan hubungannya dengan Ra karena harus bertanggung jawab atas kehamilan Anita, teman sekantor pria dengan rambut menyentuh bahu tersebut. Pernikahan tak serta merta bisa melepaskan hati Dewa terhadap Ra. Dewa masih menyimpan foto gadisnya yang bermata indah itu. Ketika Anita lancang mengambil dompet berisi gambar Ra, Dewa marah besar dan berniat meninggalkan istrinya yang tengah hamil besar.

Zhongwe jatuh hati sejak pertama berjumpa dengan Asma, gadis berjilbab dengan mata bulat, indah sejak berjumpa di Beijing. Sayangnya Asma yang pernah patah hati tak mudah begitu saja menerima kehadiran pria dari negeri tirai bambu tersebut. Terlebih mereka berbeda keyakinan.

Zhongwe yang tak mudah menyerah dan mulai belajar tentang Islam, membuat Asma mulai membuka diri. Sayangnya, stroke, serangan jantung dan berujung mengidap APS ( sindrom darah kental ) yang nyaris membuat Asma kehilangan pendengaran dan penglihatan. Beruntung Asma dikelilingi mama dan sahabat yang tulus merawatnya.

Bagaimana kisah selanjutnya? Siapa sebenarnya Asma, Ra ? Bagamana akhir kisah Dewa-Ra-Anita? atau cerita Zhongwen-Asma?

Assalamualaikum Beijing mengingatkan saya pada novel Lafaz Cinta ( Mizania,2007) karya Sinta Yudisia. Kedua novel karya aktifis FLP tersebut sama-sama mengisahkan tokoh utama yang batal menikah dan berpergian jauh untuk menyembuhkan luka. Bagi saya, Lafaz Cinta dan Assalamualaikum Beijing sama bagusnya. Hanya saja konflik di Assalamualaikum Beijing lebih menukik daripada Lafaz Cinta. Beda lainnya tentu saja tentang setting. AB dengan setting Beijing sementara LC mengambil setting Belanda

Kelebihan lainnya, love scene berhasil ditulis Asma Nadia dengan bahasa yang lembut dan santun

Dan, siluet yang terbentuk dari pakaian Anita mengusik kelelakiannya
Kedua mata anak muda itu beradu. Anita bergerak semakin mendekat
Tirai hujan tercurah kian deras

Dengan jam terbang yang terbilang tinggi, sulit rasanya menemukan kelemahan novel yang sebelumnya terbit di penerbit Noura ini. Ohya kisah sarat hikmah ini, sebelum mengawali bab baru, dihiasi qoute yang indah, puitik. Selamat Membaca...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar