Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Jumat, 24 Januari 2014

Adelia, Bagus dan Bulan

Judul buku : Di bawah naungan cahaya-Mu
Penulis       : Desi Puspitasari
Tahun terbit : September 2007
Tebal buku : 192 halaman
Harga : 32.500
Penerbi : Hikmah, Mizan Bandung

"Memiliki pijakan kuat pada realitas, novel ini menjawab kerinduan saya" Gunawan Maryanto, penulis dan sutradara teater

Di bawah naungan cahaya-Mu berkisah tentang Adelia, tentang Bagus yang sama-sama mengagumi dan merindukan bulan. Adelia sering naik genting agar bisa bercakap dan belajar bersama bulannya. Sementara Bagus membuka tirai jendela kamarnya agar bisa memandang bulan sambil belajar.

Rembulan, bagi Adelia, mempunyai makna lebih dari sekadar benda bulat di langit yang bersinar terang. Ciptaan Allah yang elok itulah yang selalu memberikan penghiburan kepada dirinya yang sedang dilanda gundah. Keluarganya berada di ambang keretakan. Ayahnya menjadi pecandu alkohol setelah kehilangan pekerjaan. Akibatnya, ibu Adelia tak tahan dan berniat untuk bercerai.

Jika Adelia tumbuh ditengah keluarga yang bermasalah, Bagus hidup ditengah ayah-bundanya yang harmonis. Ada jalinan apakah antara Adelia, Bagus dan Bulan?

Selain novel Kutemukan Engkau di Setiap Tahajudku, seingat saya novel Di bawah naungan cahaya-Mu adalah karya Desi Puspitasari yang kemudian diangkat ke layar kaca berupa FTV Ramadan oleh sebuah televisi swasta.

Membaca kisah Adelia saya seolah sedang membaca perjalanan hidup saya sendiri. Sama seperti halnya Adelia, ketika SMU saya juga nyaris tak pernah ke kantin karena tak punya uang saku

Sama halnya dengan Adelia juga, dulu,dulu sekali bapak saya juga suka ngombe. Saya merasa seperti halnya Adelia ketika secara tiba-tiba bapak berujar ingin salat. Padahal beliau biasanya hanya salat setahun 2 kali yakni pada Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha.Dan alhamdulillah sampai sekarang bapak istiqomah, semoga terus berlanjut hingga beliau dipanggil-Nya. Amiin.

Bisa jadi ketika dibaca orang lain, mereka akan menemukan kekurangan dengan novel ini, tapi bagi saya novel ini begitu personal, filmis dan sarat hikmah. Saya bersyukur bisa membaca dan memiliki buku ini, saya juga berterimakasih pada penulisnya karena menulis novel Di bawah naungan cahaya-Mu. Ohya, sekarang novel ini republish dengan judul yang sama tetapi di terbitkan penerbit Bunyan, Harga 34.000


6 komentar:

  1. sinopsisnya kurang nih, penasaran gimana kisahnya.....;)

    BalasHapus
  2. terimakasih atas kunjungannya mba sarah..semoga berkesempatan membaca novelnya. bagus.

    BalasHapus
  3. aku pernah nonton FTVnya, tapi terbitan barunya belum baca lagi

    BalasHapus
  4. Ila, saya juga baca ulang yang terbitan lamaa..kalau terbitan baru, pengin punya yang kutemukan engkau di setiap tahajudku

    BalasHapus
  5. Saya baca yang bunyan mas, bagus novelnya ini resensi saya atas buku ini :) tapi nggak diikutin IRC karena tahun 2013 bacanya :) hehe http://ridhodanbukunya.wordpress.com/2014/02/01/di-bawah-naungan-cahaya-mu/

    BalasHapus
  6. versi bunyan lebih tebal sedikit ternyata. sudah baca resensinya Ridho..jadi belajar nulis resensi yg bagus.

    BalasHapus