Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Minggu, 15 September 2013

Dimuat di tabloid Seputar Tegal

Puisi-puisi Sutono Adiwerna

Sajak Buruh Pabrik Teh 

Subuh belum menampakan diri
Ku ayun langkah
Mengusir dingin
Menghalau kantuk
Untuk suami untuk anakku

Meski tubuh ini kan  remuk
Begelut dengan daun teh
Bertempur dengan lem perekat, dengan kertas pembungkus
Melawan keringat demi keringat
Yang tak lagi wangi

Subuh belum datang menjelang
Ku ayun langkah
Mengusir dingin
Demi tak kudengar lagi si buyung
Sepatunya minta diganti karena bolong
Padahal lelakiku hanya pengayuh becak

Subuh belum memunculkan sosoknya
Kuseret kakiku
Melawan resah
Apakah rezkiku berkah
Setiap subuh kutak menghadap-Nya
Setiap dhuhur kutak menemui-Nya
Ah....kapan aku bisa
Selalu datang
Ketika kudengar seruan-Nya

    Rumah Cinta

Ini  rumah kita, cinta
Tempat menabur  ide
 Merangkai  kata
Menggelorakan cerita

Ini  rumah kita, cinta
Kadang  sepi  menjelma
Tak  jarang riuh menyapa
Datang  pergi itu biasa




Ini  rumah kita, cinta
Cahyanya kadang redup
Kadang benderang

Semoga tak lekas padam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar