Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Selasa, 11 Desember 2012

Desember, hari yang kesembilan


Karena suatu hal, saya menuju Pemalang menyusul teman- teman Flp Tegal yang lebih dahulu berangkat untuk mengikuti pelatihan menjadi penulis hebat bersama Gol A Gong dan Tedi Kartino

Kalau yang  lain jam tujuh sudah bertolak dari Tegal menuju Pemalang, saya jam delapan masih di Banjaran menunggu angkot jurusan Slawi- Tegal. Alhamdulillah kalau biasanya angkot kuning sering ngetem bermenit- menit di depan pasar yang dilalui rute Banjaran- Tegal, kali ini angkotnya melaju dengan mulus

Kurang dari satu jam, saya sudah sampai di perempatan Maya. Berhubung lokasinya di Sirandu, saya naik mini bus jurusan Tegal- Randudongkal sehingga meski sepanjang jalan di minibus berdiri, saya bisa menarik nafas lega karena ruas jalan pantura yang biasanya macet pada hari minggu, lagi- lagi kali ini lancar.

Setelah melalui area terminal Pemalang, saya menikmati betul nama jalan, nama desa, nama gedung yang ada di Pemalang. Memori saya terlempar pada peristiwa delapan tahun silam kala masih menjadi sales farfum dan pengharum ruangan. Desa Kali gelang, Mulyoharjo, Kecepit, Bantarbolang dan desa- desa lain di Pemalang pernah saya rambahi. Saat menjadi sales juga saya tak sengaja singgah di rumah leluhur pedangdut Kristina. Saya juga jadi tahu kalau di Pemalang ada seorang dalang yang rumah dan isterinya banyak ( namanya lupa ) yang rumah- rumah mereka saya kunjungi dan kesemuanya memborong produk yang saya bawa ( ha..ha.. )

Karena belum tahu letak Hotel Winner ( tempat acara berlangsung ), saya masuk warung, sembari berisitirahat sejenak saya meneguk teh manis yang tinggal di minum  ( kalau di Tegal selalu bikin mendadak, ternyata di Pemalang sudah dibikinin, jadi pemesan tinggal minum )

Singkat kata setelah bertanya, sampailah saya di hotel Winner. Ternyata penulis serial laris Balada Si Roy sudah beraksi di depan peserta yang memadati gedung.

Setelah registrasi, saya pun mengambil tempat duduk di dekat teman- teman Flp Tegal. Meski baru sekali pernah ketemu Mas Gong di Pekalongan juli lalu, di tengah- tengah acara beliau menyapa dan memperkenalkan saya kesemua peserta. Ah lagi- lagi saya mendapat pelajaran berharga tentang kerendahan hati

Mungkin karena datang terlambat, tak banyak yang saya catat. Yang tak banyak itu diantaranya, Kalau mau bikin novel sebaiknya memasukan rumus Konfik keluarga, cinta terlarang, odipus complek, atau cinderela syndrom. Alur artinya pergeseran cerita. Plot sama dengan ruh. Contoh, Roy membersihkan kamar ( alur ). Sambil memandangi foto- foto ayahnya yang tewas di gunung, Roy membersihkan kamarnya dengan wajah sedih. Struktur cerita itu meliputi, paparan, konflik dan ending.

Setelah sesi Mas Gong, giliran Kak Tedi Kartino yang beraksi, memotivasi agar peserta yang hadir menjadi penulis yang hebat, penulis yang bisa mengubah bangsa, dunia menjadi lebih baik. Saat memotivasi, Tedi Kartino menyelingi motivasinya dengan game- game yang membuat fun. Diakhir acara, Trainer asal tegal ini berpesan untuk menjadi penulis hebat, kita harus konsentrasi dan fokus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar