Menulis untuk berbagi. Menulis yang ingin ditulis

Total Tayangan Halaman

Selasa, 23 Oktober 2012

Rose, Ketika Menghadapi Tekanan dengan Senyum

Rose, Ketika Menghadapi Tekanan dengan Senyum

oleh Sutono Suto pada 26 April 2012 pukul 14:42 ·

Judul Buku : Rose
Penuli        : Sinta Yudisia
Penerbit     : Afra Novela, Indiva, Solo
Penyunting : Mastris Radyamas
Cetakan      : Pertama, Januari 2012
Harga         : 38.000


Novel Rose, mengisahkan keluarga Bu Kusuma, singel parent dengan empat anak gadis yang memiliki karakter berbeda. Dahlia, si sulung. Cantik, lembut, tegar tapi pemaaf. Cempaka, paling cantik diantara semua anak Bu Kusuma. Kehilangan   sosok ayah untuk selama- lamanya  membuat Cempaka mencari sosok yang ia cintai dengan bergaul dengan banyak teman laki- laki. Mawar, putri ketiga Bu Kusuma. Tomboy tapi memiliki hati putih dan terakhir Melati, si bungsu punya tabiat manja dan kolokan tetapi tumbuh menjadi gadis yang salehah

Konflik bermula dengan ketidak senangan Mawar melihat kakaknya, Cempaka yang sering dikunjungi teman- teman prianya hingga larut malam. Berbagai upaya, Mawar lakukan agar Cempaka sadar bahwa kebiasaanya tidak sesuai dengan adat ketimuran.

Karena tidak ingin terus menerus bertengkar dengan adiknya, Cempaka memilih meninggalkan rumah dan tinggal tidak jauh dari radio Salsa tempatnya bekerja menjadi penyiar part time

Konflik memuncak ketika Cempaka hamil dan belum menikah. Rumah yang mereka tempati nyaris di sita Bank karena hutang- hutang untuk biaya pengobatan Sang Ayah di rumah sakit belum dilunasi. Disinilah Mawar memilih mengorbankan kuliahnya demi merawat bayi Cempaka. Sementara Cempaka sendiri melenggang mengejar karir menjadi penyiar terkenal. Tidak hanya itu, Mawar juga beternak ayam demi membiayai kuliah Melati yang ingin menjadi dokter.

Pengorbanan Mawar teruji ketika Cempaka yang telah menggenggam sukses hendak mengambil kembali Yasmin yang semula ia benci. Melati akan dipinang lelaki mapan dan saleh sementara dirinya masih menunggu datangnya pangeran saleh yang sepertinya mustahil.

Novel bersetting di Yogya ini, mengajarkan kita untuk tetap tersenyum meskipun seringkali tekanan demi tekanan membuat jiwa ini hancur. Selain itu, novel yang di tulis mantan ketua Flp Tegal ini bertaburan kata- kata yang layak untuk di renungkan contohnya;1 Rezeki ukurannya bukan hanya duit. 2. Bersandar pada Tuhan menemukan jalan, bersandar pada manusia menumbuhkan kehinaan. 3.  Kalau kita taat sama Allah, kesulitan itu akan mudah diatasi. Dll

Buku dihadapan anda, sangat layak baca. Selain kisahnya yang mengaduk- aduk emosi pembaca, covernya menarik dan terlihat elegan. Oiya saya sarankan jika ingin meminjamkan novel bagus ini kebanyak orang, sebaiknya di sampuli plastik dulu ya, karena kovernya mudah sekali tergores terutama bagian tepi jilid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar